•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 14
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 32 :: Na'ibul Fa'il
⌛ Durasi audio :: 20.32 menit
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
ุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู
ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู
ู ูุงูุงู, ุฃู
ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita lanjutkan kembali pelajaran kita dari kitab Al-Mumti' fii Syarhil Ajurrumiyah. Alhamdulillah kita sudah sampai di pembahasan َูุงุฆِุจُ ุงَููุงุนِِู , bab tentang Na'ibul fa'il.
َูุงَู ุงูู
ُุตَُِّูู (ุฑุญู
ุงููู ุชุนุงูู):
(ุจَุงุจُ ุงูู
َْูุนُِูู ุงَّูุฐِْู َูู
ْ ُูุณَู
َّ َูุงุนُُِูู:
Telah berkata pengarang kitab jurumiyah, Ibnu Ajurrum As-Shonhaji
Bab tentang maf'ul yang tidak disebutkan fa'ilnya.
ََُููู ุงูุงِุณْู
ُ ุงูู
َุฑُْْููุนُ ุงَّูุฐِู َูู
ْ ُูุฐَْูุฑْู
َุนَُู َูุงุนُُِูู،
๐นDan maf'ul yang tidak disebutkan fa'ilnya ialah, isim yang dirofa'kan yang tidak disebutkan bersamanya fa'ilnya.
َูุฅِْู َูุงَู ุงِููุนُْู ู
َุงุถًِูุง،ุถُู
َّ ุฃََُُّููู َُููุณِุฑَ ู
َุงَูุจَْู ุขุฎِุฑِِู
๐นMaka jika fi'ilnya itu adalah fi'il madhi, di dhommahkan huruf yang pertama, dan dikasrohkan satu huruf sebelum huruf yang terakhir.
َูุฅِْู َูุงَู ู
ُุถَุฑِุนًุง، ุถُู
َّ ุฃََُُّููู َُููุชِุญَ ู
َุงَูุจَْู ุขุฎِุฑِِู
๐นDan jika ia adalah fi'il mudhari, didhommahkan huruf pertama dan difathahkan satu huruf sebelum huruf yang terakhir.
______________________________
●● Penjelasan ●●
ุงูุดَّุฑْุญُ: ุจَุนْุฏَ ุฃَْู َูุฑَุบَ ุงูู
ُุตَُِّูู ุฑَุญِู
َُู ุงَُّููู ู
َِู ุงَููุงุนِِู ، ุดَุฑุนَ ِْูู ุงَّููุฆِุจِ ุนَِู ุงَููุงุนِِู،
Setelah Mushonnif selesai menjelaskan tentang fa'il, maka pada bab ini Mushonnif mulai menerangkan tentang Na'ibul fa'il.
๐นKata na'ib dari sisi bahasa artinya pengganti. Na'ib itu artinya pengganti.
ูุฃََِّู ุญُْูู
َُู َูุญُْูู
ِ ุงَููุงุนِِู ِْูู ُูุฌٍُูู َูุซِْูุฑَุฉٍ،
Kenapa namanya Na'ibul fa'il? Ini dijelaskan kenapa namanya pengganti fa'il. Karena hukum dari na'ibul fa'il itu seperti hukum fa'il dari banyak sisi.
َูุณَู
َّุงُู ุงูู
َْูุนَُْูู ุงَّูุฐِْู َูู
ْ ُูุณَู
َّ َูุงุนُُِูู
Dan Mushonnif menamainya dengan maf'ul yang tidak disebutkan fa'ilnya.
Ini nama panjangnya, versi panjang dari na'ibul fa'il, yaitu ::
"ุงูู
َْูุนَُْูู ุงَّูุฐِْู َูู
ْ ُูุณَู
َّ َูุงุนُُِูู"
ุฃَْู: َูู
ْ ُูุฐَْูุฑْ ู
َุนَُู َูุงุนُُِูู َِِูููุงู
َุฉِ ู
َُูุงู
َُู
๐นKalau ada na'ibul fa'il, maka fa'il nya tidak disebutkan lagi.
Kenapa?
َِِูููุงู
َุฉِ ู
َُูุงู
َُู
Karena Na'ibul fa'il ini sudah menggantikan kedudukannya si-fa'il.
Makanya kalau sudah ada na'ibul fa'il, fa'il tidak boleh disebutkan lagi. Itulah kenapa ini namanya na'ibul fa'il (pengganti), kalau pengganti sudah ada maka yang diganti tidak perlu disebutkan lagi.
__________________________
๐๐ฃ
Kita lihat catatan kaki nya
(ูก) ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَْูุชَ ุฒَْูุฏًุง َْููุทَุนُ ุบَุตًْูุง ู
ِْู ุดَุฌَุฑَุฉٍ، َูุฃَุฑَุฏْุชَ ุฃَْู ุชُุฎْุจِุฑَ ุนَْู ุฐََِูู، ุชَُُْููู : َูุทَุนَ ุฒَْูุฏٌ ุงูุบَุตَْู،
Jika kamu melihat si Zaid sedang memotong dahan atau cabang pohon, dan kamu ingin mengabarkan tentang kejadian ini.
Kamu berkata "Zaid telah memotong dahan/cabang pohon"
َู (ุฒَْูุฏٌ) َูุงุนٌِู ู
َุฑُْْููุนٌ ،
maka Zaid adalah fa'il yang dirofa'kan
َู( ุงูุบَุตَْู) ู
َْูุนٌُْูู ุจِِู ู
َْูุตُْูุจٌ.
Dan ุงูุบَุตَْู adalah maf'ul bih yang dinashabkan.
Jadi kalimat
َูุทَุนَ ุฒَْูุฏٌ ุงูุบَุตَْู، ini jelas sekali
รฆ๐ َูุทَุนَ = fi'il madhi
รฆ๐ ุฒَْูุฏٌ = fa'il
รฆ๐ ุงูุบَุตَْู = maf'ul bih
َูุฃَู
َّุง ุฅِุฐَุง َูู
ْ ุชَุนَْูู
ْ ู
َْู َูุทَุนَ ุงูุบَุตَْู ، ุฃَْู ุนَِูู
ْุชَ َู َِْููู ูุงَ ุชُุฑِْูุฏُ ุฐِْูุฑَُู ِูุณَุจَุจٍ، ุชَُُْููู : ُูุทِุนَ ุงูุบَุตُْู
(Disini َูู
ْ ุชَุนَْูู
ْ karena shigoh, kalimatnya sedang berbicara dengan anta)
๐นAdapun jika kamu tidak mengetahui siapa yang memotong dahan, atau sebenarnya kamu tahu, akan tetapi kamu tidak ingin menyebutkan namanya karena suatu sebab, kamu boleh berkata:
ُูุทِุนَ ุงูุบَุตُْู
"dahan telah dipotong"
Siapa yang memotong? Tidak disebutkan.
๐กJadi kalimat dengan na'ibul fa'il memang bertujuan untuk menyembunyikan pelaku, baik disengaja atau tidak disengaja karena tidak tahu.
Kalimat dengan na'ibul fa'il adakalanya memang kita tidak tahu siapa pelakunya, atau adakalanya kita tahu pelakunya tetapi tidak ingin menyebutkan namanya. Makanya langsung menyebutkan na'ibul fa'ilnya.
"Cabang/dahan pohon telah dipotong"
َูุชَุญْุฐَُู ุงَููุงุนَِู ،
Maka kamu buang fa'il nya.
َูุชَุถَุนُ ู
ََูุงَُูู ุงูู
َْูุนَُْูู ،
Dan kamu letakkan pada tempatnya si fa'il, maf'ul bih nya
๐ asalnya, َูุทَุนَ ุฒَْูุฏٌ ุงูุบَุตَْู،
Asalnya ุงูุบَุตَْู ini maf'ul bih, tapi karena Zaid nya dihilangkan, maka ุงูุบَุตَْู ini menggantikan kedudukan si Zaid. Jadilah dia marfu' seperti fa'il.
๐ Jadinya, ُูุทِุนَ ุงูุบَุตُْู
Cuma ada syarat bahwa fi'ilnya pun harus diubah ke bentuk mabniy lil majhul. Nanti akan dijelaskan cara mengubahnya.
َُููุณَู
َّู َูุงุฆِุจَ َูุงุนٍِู،
Dan dinamakan Na'ibul fa'il
Yang asalnya maf'ul bih, kemudian dinamakan menjadi Na'ibul fa'il.
َู َูุฌِุจُ ِِْููู ุงูุฑَّْูุนُ
Dan Na'ibul fa'il itu seperti fa'il, wajib rofa'
_______________________________
Kita lanjutkan.
َู َูุงุฆِุจُ ุงَููุงุนِِู
ุชَุนْุฑُُِْููู :َُูู ุงูุฅِุณْู
ُ ุงูู
َุฑُْْููุนُ ุงَّูุฐِْู َูู
ْ ُูุฐَْูุฑْ ู
َุนَُู َูุงุนُُِูู .
๐นDan Na'ibul fa'il itu definisi nya, adalah isim yang dirofa'kan yang tidak disebutkan bersamanya fa'ilnya.
ู
ِุซَุงُُูู :َُْููู َูุจِِّู ุตََّู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ :
ุจَُِูู ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ ุนََูู ุฎَู
ْุณٍ
Contohnya adalah sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
"Islam dibangun di atas lima"
(Ini hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Umar Radhiyallahu Anhumaa).
๐ Cara ngi'rabnya:
ุฅِุนْุฑَุงุจُُู : ุจَُِูู ِูุนٌْู ู
َุงุถٍ ุงูู
ُุบََّูุฑُ ุงูุตِّْูุบَุฉِ
Buniya itu fi'il madhi, tapi bukan fi'il madhi ma'lum, tapi fi'il madhi majhul.
Ini ada satu istilah baru. Satu istilah yang juga merupakan nama lain dari mabniy lil majhul, dan nama ini lebih afdhol dibandingkan dengan mabniy lil majhul.
Nanti akan kita bahas
๐ kenapa ู
ُุบََّูุฑُ ุงูุตِّْูุบَุฉِ lebih afdhol
๐ dari pada ู
َุจِْูู ِููู
َุฌُْْููู
ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ : َูุงุฆِุจُ َูุงุนٍِู ู
َุฑُْْููุนٌ
Jadi kalimat
ุจَُِูู ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ ุนََูู ุฎَู
ْุณٍ
๐Buniya nya = fi'il madhi mughayaru shigoh
๐Kemudian islamu nya = Na'ibul fa'il, marfu'
ุฃَุตُُْูู(ุจََูู ุงُููู ุงูุฅِุณَْูุงู
َ )
Asalnya kalimat ini
ุจََูู ุงُููู ุงูุฅِุณَْูุงู
َ
"Allah membangun Islam"
َูุญُุฐَِู ุงَููุงุนُِู ََُููู َْููุธُ ุงูุฌََูุงَูุฉِ ِْููุนِْูู
ِ ุจِِู،
Maka dibuang fa'il nya dan dia adalah lafdzul jalalah Allah, karena sudah maklum. Karena sudah diketahui.
َูุฃَِْููู
ُ :ู
َْูุนُُْูู (ุงูุฅِุณَْูุงู
َ )ู
ََูุงู
َُู َูุตَุงุฑَ ู
َุฑُْْููุนًุง ุจَุนْุฏَ ุฃَْู َูุงَู ู
َْูุตُْูุจًุง ،
๐Kemudian maf'ul bih nya menduduki kedudukannya fa'il.
(Asalnya 'kan ุจََูู ุงُููู ุงูุฅِุณَْูุงู
َ , islamanya maful bih)
Al-islam asalnya maf'ul bih lil manshub, dia menggantikan lafdzul jalalah Allah sebagai Na'ibul fa'il. Maka dia berubah menjadi marfu' setelah sebelumnya adalah manshub.
Asalnya
ุจََูู ุงُููู ุงูุฅِุณَْูุงู
َ
Al-islama ini manshub karena maf'ul bih. Tapi ketika dia diubah ke bentuk kata kerja yang pasif ุจَُِูู ، maka berubahlah hukumnya yang asalnya manshub menjadi marfu'
ุจَُِูู ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ
َู ุบُِّูุฑَุชْ ู
َุนَُู ุตُْูุฑَุฉُ ุงِููุนِْู ،
Dan diubah juga bersamanya bentuk dari fi'ilnya,
َูุตَุงุฑَ (ุจَُِูู ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ )
๐Jadi nggak. ุจََูู ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ ❌
Tapi harus diubah juga fi'ilnya menjadi
๐fi'il majhul ุจَُِูู ุงูุฅِุณَْูุงู
ُ ✅
ุทَุฑَِْููุฉُ ุชَุบِْْููุฑِุตُْูุฑَุฉِ ุงูุบِุนِْู ู
َุนَ َูุง ุฆِุจِ ุงَููุงุนِِู :
Cara merubah bentuk fi'il bersama na'ibul fa'il.
๐นุฅِุฐَุง َูุงَู ู
َุงุถًِูุง ُูุถَู
ُّ ุฃََُُّููู َู ُْููุณَุฑُ ู
َุง َูุจَْู ุขุฎِุฑِِู،
๐นApabila fi'ilnya fi'il madhi maka didhamahkan huruf yang pertama dan dikasrahkan satu huruf sebelum huruf yang terakhir.
َูุญُْู : ุถُุฑِุจَ ، ُูุชِุจَ ، ุฃُْูุฑِู
َ.
Perhatikan ุถُุฑِุจَ ini asalnya ุถُุฑِุจَ ، fathah semuanya. Kemudian untuk diubah ke bentuk majhul.
➡ Didhommahkan yang pertama,
asalnya dho menjadi dhu ุถُุฑَุจَ،
➡ Kemudian dikasrohkan satu huruf sebelum huruf yang terakhir.
Huruf terakhir adalah ุจ , satu huruf yang sebelumnya adalah ุฑ ، maka ro yang asalnya fathah menjadi kasrah ุถُุฑِุจَ
Kemudian َูุชَุจَ menjadi ُูุชِุจَ ,
รฆ๐ ุฃَْูุฑَู
َ huruf pertama nya Hamzah
➡ menjadi ุฃُْู ,
kemudian satu huruf sebelum huruf terakhir adalah ุฑ ,
➡ menjadi kasrah ุฃُْูุฑِู
َ
Ini kalau fi'ilnya fi'il madhi. Kalau fi'il mudhari beda.
Kalau fi'il mudhari,
๐นุฅِุฐَุง َูุงَู ู
ُุถَุงุฑِุนًุง ُูุถَู
ُّ ุฃََُُّููู َُْูููุชَุญُ ู
َุง َูุจَْู ุขุฎِุฑِِู،
๐นApabila fi'ilnya fi'il mudhari, di dhommah huruf yang pertama, dan difathahkan satu huruf sebelum huruf yang terakhir.
َูุญُْู: ُูุถْุฑَุจُ، ُْููุชَุจُ ، ُْููุฑَู
ُ.
๐ Asalnya َูุถْุฑِุจُ menjadi➡ ُูุถْุฑَุจُ
๐ Asalnya َْููุชُุจُ menjadi➡ ُْููุชَุจُ
๐ Asalnya ُْููุฑِู
ُ menjadi➡ ُْููุฑَู
ُ
______________________________
ุฃَْูุณَุงู
ُ َูุงุฆِุจِ ุงَْููุงุนِِู
*Pembagian Na'ibul Fa'il*
َูุงَู ุงْูู
ُุตَُِّูู : ََُููู ุนََูู ِูุณْู
َِْูู: ุธَุงِูุฑٍ، َูู
ُุถْู
َุฑٍ،
๐นDan na'ibul fa'il itu ada dua kelompok,
- ada yang dzohir
- ada yang mudhmarin. Sama seperti fa'il.
َูุงูุธَّุงِูุฑُ َูุญُْู ََِْูููู: ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ، َู ُูุถْุฑَุจُ ุฒَْูุฏٌ، َู ุฃُْูุฑِู
َ ุนَู
ْุฑٌู، َู ُْููุฑَู
ُ ุนَู
ْุฑٌู
dzohir itu lawan dari dhomir, pokoknya selain dhomir maka dia dzohir.
Maka yang dzohir itu contohnya perkataan mu
๐รฆ ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ "Zaid dipukul" Siapa yang memukul?, Tidak tahu.
Karena kalau dalam bahasa Arab beda dengan bahasa kita, kalau bahasa kita kan bentuknya passivepun masih boleh menyebutkan pelakunya. Misalkan, Zaid dipukul oleh Bakr.
Begitupun dalam bahasa Inggris, sekalipun kalimat nya passive, tetap boleh menyebutkan pelakunya, misalkan Zaid is hitted by Bakr.
๐กTapi kalau dalam bahasa Arab ini benar-benar tidak boleh, tidak boleh kita menyebutkan fa'il.
Jadi pilihannya kalau kita mau membuat kalimat yang ada fa'il nya, bentuknya harus bentuk aktif (fi'il bina ma'lum).
Tapi kalau kita pakai fi'il bina majhul, wajib membuang fa'ilnya.
Makannya kalimat ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ , tidak diketahui siapa pelakunya.
Tahunya kita "Zaid dipukul", yang mukul nya siapa? Ini tidak tahu.
َู ُูุถْุฑَุจُ ุฒَْูุฏٌ،
Ini sama, cuma bentuknya fi'il mudhari, "Zaid sedang dipukul"
ุฃُْูุฑِู
َ ุนَู
ْุฑٌู،
"Amr dimuliakan".
ُْููุฑَู
ُ ุนَู
ْุฑٌู
"Amr sedang dimuliakan".
●● Penjelasan ●●
ุงَูุดَّุฑْุญُ: ุงَِْููุณَู
َ َูุงุฆِุจُ ุงَْููุงุนِِู - َูู
َุง ุงَْููุณَู
َ ุงَْููุงุนُِู - ุฅَِูู ุธَุงِูุฑٍ َู ู
ُุถْู
َุฑٍ
๐นJadi na'ibul fa'il ini terbagi sebagaimana pembagiannya fi'il. Ada na'ibul fa'il dzohir ada na'ibul fa'il dhomir
َูุงَู
َّุง ุงูุธَّุงِูุฑُ: ََููุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: (ุถُุฑِุจَ ู
َุซٌَู)
Ini dalam Surat Al Hajj ayat 73
َู َِِْูููู : (ُูุนْุฑَُู ุงْูู
ُุฌْุฑِู
َُْูู)
Dan juga firman Allah subhanahu wata'ala
Kalau orang mujrim, orang-orang yang berbuat kejahatan itu dikenal atau diketahui.
( Ini dalam Surat Ar Rahman dari ayat 41.)
ٌَُّููู ู
ِْู (ู
َุซٌَู، َูุงْูู
ُุฌْุฑِู
َُْูู) َูุงุฆِุจُ َูุงุนٍِู َู َُูู ู
َุฑُْْููุนٌ
Maka setiap dari kata ู
َุซٌَู, َูุงْูู
ُุฌْุฑِู
َُْูู dalam contoh :
รฆ๐ ุถُุฑِุจَ ู
َุซٌَู dan
รฆ๐ ُูุนْุฑَُู ุงْูู
ُุฌْุฑِู
ُْูู
Ini adalah Na'ibul fa'il dan dia itu di rofa'kan
ِูู َِِْูููู (ู
َุซٌَู) - ุจِุงูุถَّู
َّุฉِ، ِูุฃََُّูู ุงِุณْู
ٌ ู
ُْูุฑَุฏٌ،
Dalam firmannya ู
َุซٌَู dengan dhommah, kenapa rofa'nya dengan dhommah?
※» Karena disini adalah isim mufrod, isim mufrod itu marfu'nya dengan dhommah.
َู ู
َุฑُْْููุนٌ ِูู َِِْูููู: ( ุงْูู
ُุฌْุฑِู
َُْูู)- ุจِุงَْููุงِู; ِูุฃََُّูู ุฌَู
ْุนُ ู
ُุฐََّูุฑٍ ุณَุงِูู
ٌ
Dan ุงْูู
ُุฌْุฑِู
َُْูู ini marfu', tapi marfu'nya bukan dengan dhommah, kenapa?
※» Karena dia jamak mudzakar salim, sehingga marfu'nya dengan wawu.
__________________
َูุงَู (َู ุงْูู
ُุถْู
َุฑُ ุงุซَْูุง ุนَุดَุฑَ، َูุญُْู ََِْูููู ุถُุฑِุจْุชُ، ู ุถُุฑِุจَْูุง، َู ุถُุฑِุจْุชَ، ุถُุฑِุจْุชِ، َู ุถُุฑِุจْุชُู
َุง، َู ุถُุฑِุจْุชُู
ْ،َู ุถُุฑِุจْุชَُّู، َู ุถُุฑِุจَ، َู ุถُุฑِุจَุชْ، َู ุถُุฑِุจَุง َู ุถُุฑِุจُْูุง، َู ุถُุฑِุจَْู)
Mushonnif berkata, dan na'ibul fa'il yang dhomir ada 12 contohnya, ุถُุฑِุจْุชُ، ู ุถُุฑِุจَْูุง dan seterusnya.
Jadi waktu kita lagi belajar fa'il yang dhomir, kita sebutkan disana ุถَุฑَุจْุชُ ،ุถَุฑَุจْุชَ, ุถَุฑَุจْุชِ، ุถَุฑَุจَْู, dan seterusnya.
Tapi kalau na'ibul fa'il yang dhomir ini harus diubah dulu fi'ilnya.
๐กBeda artinya,
๐- kalau ุถَุฑَุจْุชُ itu artinya "saya memukul."
๐- Tapi kalau ุถُุฑِุจْุชُ "saya yang dipukul."
๐- dan ุถُุฑِุจَْูุง "kami dipukul"
๐- dan ุถُุฑِุจْุชُู
ْ "kalian dipukul".
๐- dan ุถُุฑِุจْุชِ "kamu wanita dipukul".
Jadi seperti itu. Jadi jangan terkecoh, kalau ุถَุฑَุจْุชُ saya memukul, tapi kalau ุถُุฑِุจْุชُ saya yang dipukul.
_______________________
●● Penjelasan ●●
ุขุงูุดَّุฑْุญُ : ุงَّْูููุนُ ุงูุซَุงِูู ู
ِْู ุฃَْูุณَุงู
ِ َูุงุฆِุจِ ุงَููุงุนِِู :
ุงูู
ُุถْู
َุฑُ :
Macam yang kedua dari jenis na'ibul fa'il adalah dhomir.
ََููุฏْ ู
َุซََّู َُูู ุงูู
ُุตَُِّูู ุจِุตَُูุฑِِู ุงูู
ُุฎْุชََِููุฉِ ุงَّูุชِْู َูุฑِุฏُ ุนَََูููุง ، َู َูุญُْู َูุฐُْูุฑُ ََูู ู
ِุซَุงูุงً ู
َِู ุงُููุฑْุงِู ุงَููุฑِْูู
ِ َู َูุนَ ِِْููู َูุงุฆِุจُ ุงَููุงุนِِู ู
ُุถْู
َุฑًุง ََُููู َُُْูููู ุชَุนَุงَูู :{ َู َูุฏْ ุฃُุฎْุฑِุฌَْูุง ู
ِْู ุฏَِูุงุฑَِูุง}
Dan sungguh yakni Mushonnif telah memberikan contoh dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda yang ada padanya, dan kami menyebutkan untukmu contoh-contoh dari Al Qur'an Al Kareem, yang disitu ada na'ibul fa'ilnya secara dhomir.
Dia adalah firman Allah subhanahu wata'ala :
{ ََููุฏْ ุฃُุฎْุฑِุฌَْูุง ู
ِْู ุฏَِูุงุฑَِูุง}
"Dan sungguh kami telah dikeluarkan... ".
๐Kalau ุฃَุฎْุฑَุฌَْูุง "kami mengeluarkan"
๐tapi karena kali ini ุฃُุฎْุฑِุฌَْูุง artinya "kami dikeluarkan"
ََููุฏْ ุฃُุฎْุฑِุฌَْูุง ู
ِْู ุฏَِูุงุฑَِูุง
"Dan sungguh kami telah dikeluarkan dari rumah-rumah kami"
(Ini dalam Surat Al Baqoroh dari ayat 246)
ََُُْููููู : (ุฃُุฎْุฑِุฌَْูุง) ِูุนٌْู ู
َุงุถٍ ู
ُุบََّูุฑُ ุงูุตِْูุบَุฉِ ู
َุจٌِْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ، َู َูุง : ุถَู
ِْูุฑٌ ู
ُุชَّุตٌِู ู
َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ِูู ู
َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุฆِุจُ َูุงุนٍِู
Insyaa Allah ini mudah.
َََูููุฐَุง َُููุงُู ِูู ุฅِุนْุฑَุงุจِ ุจََِّููุฉِ ุงูุถَّู
َุงุฆِุฑِ ุงَّูุชِْู ุฐََูุฑََูุง ุงูู
ُุตَُِّูู ،ََููุฏْ ุฐََูุฑْุชُ ุฏِูุงََูุฉَ ُِّูู ุถَู
ِْูุฑٍ ِูู ุจَุงุจِ ุงَููุงุนِِู
Dan begitu pula cara mengi'rob sisa dhomir yang telah disebutkan oleh Mushonnif, yakni dari ุถُุฑِุจْุชُ ، ุถُุฑِุจَْู dan seterusnya.
ََููุฏْ ุฐََูุฑْุชُ ุฏِูุงََูุฉَ ُِّูู ุถَู
ِْูุฑٍ ِูู ุจَุงุจِ ุงَููุงุนِِู
Dan aku telah menyebutkan petunjuk setiap dhomir di bab fa'il.
๐Jadi untuk mengetahui cara ngi'rob dari fi'il-fi'il ini, Silakan lihat contohnya pada bab Fa'il. Karena sama.
___________________
ََููุงุฆِุฏُ َู ุชَْูุจَِْููุงุชٌ :
*Faidah-faidah dan catatan khusus*
ูก. ุณََูุชَ ุงูู
ُุตَُِّูู ุนَْู ِูุนِْู ุงูุฃَู
ْุฑِ، ِูุฃََُّูู ูุงَ ُูุจَْูู ِْููู
َุฌُِْْููู.
1⃣. Kalau kita baca matannya Ajurrumiyah, disitu cuma dikatakan
๐َูุฅِْู َูุงَู ุงِููุนُْู ู
َุงุถًِูุง
Dan yang satu lagi
๐َูุฅِْู َูุงَู ู
ُุถَุฑِุนًุง،
Kenapa nggak disebut
๐ َูุฅِْู َูุงَู ุฃَู
ْุฑًุง ...؟
Karena yang namanya fi'il majhul, hanya terjadi untuk fi'il madhi dan fi'il mudhari saja.
Tidak bisa untuk fi'il Amr.
2⃣. Kemudian Faidah yang kedua,
ูข. ุงูุชَุนْุจِุฑُ ุจِ(ู
ُุบََّูุฑُ ุงูุตِّْูุบَุฉِ) ุงَุญْุณُู ู
ِู ََِููููุง (ู
َุจِْูู ِููู
َุฌُِْْููู)
Ta'bir atau istilah atau ungkapan
๐ dengan ู
ُุบََّูุฑُ ุงูุตِّْูุบَุฉِ lebih baik dari pada
๐ perkataan kita ู
َุจِْูู ِููู
َุฌُْْููู Dan ini yang lebih mahsyur.
Yang mahsyur kan dikitab-kitab nahwu itu
ِูุนٌْู ู
َุจِْูู ِููู
َุฌُْْููู
Tapi kata pengarang kitab Al-Mumti' ini, istilah ู
ُุบَِّูุฑُ ุงูุตِّْูุบَุฉ lebih baik, kenapa?
●●»» ِูุฃََُّูู َูุฏْ َُُْูููู ุงَููุงุนُِู ู
َุนُْْููู
ًุง ،
๐กKarena terkadang failnya itu diketahui, jadi nggak majhul. Kan definisi secara bahasa "majhul" itu artinya, sesuatu yang tidak diketahui. Makanya dibantah disini. Karena terkadang fail itu ma'lum.
ََُُْููููู ุชَุนَุงَูู : ( ุฎَُِูู ุงْูุฅِْูุณَุงُู)
Maka firman Allah subhanahu wata'ala ุฎَُِูู ุงْูุฅِْูุณَุงُู
"Manusia itu telah diciptakan".
ุงَููุงุนُِู ู
َุนُْْููู
ٌ
Fail disini jelas sudah diketahui,
ََُููู : (ุงّููู)
Siapa yang menciptakan manusia, Allah. Dan ini sudah diketahui, intinya siapapun mengetahui bahwasanya yang menciptakan manusia adalah Allah subhanahu wata'ala.
َََُِّููููู َูู
ْ َูุฐَْูุฑْ.
Akan tetapi memang Dia sengaja tidak disebutkan.
ُْููุธَุฑْ ุดَุฑْุญُ ุงูุงَุฌُุฑُู
َِูุฉِ ِูุงِุจِْู ุนُุซَْูู
َِْูู ุฑَุญِู
َُู ุงُููู
Silahkan lihat dalam kitab syarah Ajurrumiyah oleh Syaik Muhammad bin Utsaimin Rohimallahu ta'ala.
Jadi menurut pengarang kitab Al-Mumti' ini, nama yang lebih cocok untuk mabni majhul adalah ู
ُุบََّูุฑُ ุงูุตِّْูุบَุฉ.
Karena memang pada kenyataannya seperti itu, sudah dijelaskan bahwa terkadang kita tidak menyebutkan fa'il bukan karena kita tidak tahu.
๐นKita tahu, tapi kita ada alasan kenapa kita tidak ingin menyebutkan fa'ilnya.
Entah karena sudah dimaklumi bersama, atau karena kita takut menyebut namanya.
Barangkali cukup sampai disini untuk pembahasan na'ibul fa'il. Semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู
ุญู
ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู
ูุจุญู
ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Senin, 06 Maret 2017
Dars 31: Fail yang Dhomir
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 14
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 31 :: Fail yang Dhomir
⌛ Durasi audio :: 32.23 menit
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Ini adalah lanjutan dari pembahasan tentang Fail, pada rekaman sebelumnya kita sudah membahas tentang Fail dzohir maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas Fail yang Dhomir.
๐ ุซَุงًِููุง: ุงَููุงุนُِู ุงูู ُุถْู َุฑُ
♻ *Kedua : Fa'il yang dhomir*
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู:
Berkata pengarang kitab Al-aajurrumiyah :
❇ َูุงูู ُุถْู َุฑُ ุงุซَْูุง ุนَุดَุฑَ:
َูุญُْู ََِْูููู:
๐ธุถَุฑَุจْุชُ،๐ธ َูุถَุฑَุจَْูุง، ๐ธَูุถَุฑَุจْุชَ، ๐ธَูุถَุฑَุจْุชِ،
๐ธَูุถَุฑَุจْุชُู َุง،๐ธ َูุถَุฑَุจْุชُู ْ، ๐ธَูุถَุฑَุจْุชَُّู، ๐ธَูุถَุฑَุจَ،
๐ธَูุถَุฑَุจَุชْ،๐ธ َูุถَุฑَุจَุง،๐ธ َูุถَุฑَุจُูุง، ๐ธَูุถَุฑَุจَْู
Fail dhomir ada 12.
Kenapa? Karena mengikuti jumlah dhomir yang juga 12.
Contohnya adalah perkataanmu :
๐ธุถَุฑَุจْุชُ
Mana failnya? Tu-nya.
๐ธุถَุฑَุจَْูุง ← Dhomir naa-nya
๐ธَุถَุฑَุจْุชَ ← Dhomir ta-nya
๐ธุถَุฑَุจْุชِ ← Dhomir ti-nya
๐ธَุถَุฑَุจْุชُู َุง ← tumaa-nya
๐ธุถَุฑَุจْุชُู ْ ← tum-nya
๐ธุถَุฑَุจْุชَُّู ← tunna-nya
๐ธdhoroba َุถَุฑَุจَ dan ุถَุฑَุจَุชْ ada pembahasan khusus.
Jadi nanti ada dhomir yang nampak bisa kita lihat langsung tapi ada dhomir yang tidak nampak.
Insya Allah kita akan bahas istilah-istilah yang terkait dengan fail dhomir.
๐ธ َูุถَุฑَุจَุง dengan alifnya
๐ธ َูุถَุฑَุจُูุง، wawu-nya
๐ธَูุถَุฑَุจَْู nun-nya
*ุงูุดَุฑْุญُ*: َูู َّุง َูุฑَุบَ ุงูู ُุตَُِّูู ู َِู ุงََูููุงู ِ ุนََูู ุงَููุงุนِِู ุงูุธَّุงِูุฑِ ุดَุฑَุนَ ِูู ุฐِْูุฑِ ุงَููุงุนِِู ุงูู ُุถْู َุฑِ
๐ *Penjelasan*:
Setelah Mushonnif selesai menjelaskan tentang fail yang dzohir Mushonnif mulai menyebutkan fail yang dhomir.
َูุงَููุงุนُِู ุงูู ُุถْู َุฑُ ุฃَِู ุงูุถَّู ِْูุฑُ: َُููุงุณْู ٌ َُูููู ُ ู ََูุงู َ ุงَููุงุนِِู ุงูุธَّุงِูุฑِ.
Definisi dari fail dhomir adalah isim yang menempati tempat fail yang dzohir.
Jadi dhomir ini seperti dzohir cuma bentuknya berupa dhomir-dhomir. Yang ada 12 itu.
*ََُููู ุนََูู َْููุนَِْูู:*
Fail dhomir ada dua macam :
ุจَุงุฑِุฒٌ، َูู ُุณْุชَุชِุฑٌ.
1⃣ Ada dhomir bariz
2⃣ Ada dhomir mustatir
*Bariz dari sisi lughoh maknanya adalah jelas*.
*Mustatir maknanya adalah tersembunyi*
Jadi kalau dhomir bariz berarti dhomirnya jelas.
Kalau dhomir mustatir dhomirnya tidak nampak atau tersembunyi.
Kita bahas dari yang baariz dulu.
๐ ุงَููุงุนُِู ุงูุถَّู ِْูุฑُ ุงูุจَุงุฑِุฒُ ๐
ุฃَุชَู ุงูู ُุตَُِّูู ุจِุฃَู ْุซَِูุฉٍ َِูููุงุนِِู ุนِْูุฏَู َุง َُُْูููู ุถَู ِْูุฑًุง ุจَุงุฑِุฒًุง ู ُุชَّุตًِูุง ุจِِูุนِِْูู
ََُููู : ุชَุงุกُ ุงَููุงุนِِู، ََููุง ุงَููุงุนَِِْููู، َูุฃَُِูู ุงูุฅِุซَِْْููู، َูุงُู ุงูุฌَู َุงุนَุฉِ، َُُْูููู ุงِููุณَْูุฉِ.
Mushonnif mengatakan contoh-contoh bagi fail ketika ia bentuknya adalah dhomir baariz yang bersambung dengan fiilnya.
Jadi dhomir baariz itu dari namanya saja sudah jelas, dhomir yang nampak. Artinya kita bisa melihat bahwa itu adalah dhomirnya.
Apa saja yang termasuk dhomir baariz?
✴ ََُููู : ุชَุงุกُ ุงَููุงุนِِู،
Yaitu ta-fail
Apa itu ta-fail? Ta-fail adalah ta ุช dalam fiil yang berfungsi sebagai dhomir baariz.
Kalau dalam tashrif fiil madhi misalkan ุถุฑุจ maka yang disebut ta fail adalah mulai dari ุถَุฑَุจْุชٙ dari anta,
ุถุฑุจْุชٙ - ุถุฑุจْุชُู ุง - ุถุฑุจุชู - ุถุฑุจุชِ -ุถุฑุจْุชُู ุง - ุถุฑุจุชู -ุฑุจุชُ
Itu semuanya namanya ta fail.
✴ ََููุง ุงَููุงุนِِْููู
✴ Na-fail cuma satu
Yaitu yang dhomir nahnu => ุถุฑุจูุٙง na-nya na-fail.
✴ َูุฃَُِูู ุงูุฅِุซَِْْููู،
✴ Alif yang menunjukkan makna mutsanna.
Ini ada di dhomir humaa baik humaa mudzakkar ataupun dan humaa muannats. Yaitu :
ุถุฑุจุง & ุถุฑุจุชุง
✴ َูุงُู ุงูุฌَู َุงุนَุฉِ،
✴ Wawul jamaa'ah.
Wawu jamak yang bersambung dengan dhomir hum , seperti : ุถุฑุจูุง
✴ َُُْูููู ุงِููุณَْูุฉِ.
✴ Nun niswah
Yaitu yang ada pada dhomir hunna , َุถَุฑَุจْู
Fiil-fiil yang bersambung dengan ta'-fail , na-fail ,alif istnain, wawul jamaah , dan nun niswah, disebut sebagai fail yang baariz , nampak , jelas.
Kenapa dibilang jelas?
Karena dhorobta ุถุฑุจุชٙ , mana failnya? Ta'-nya.
ุถุฑุจุชู ุง --> ุชู ุง-nya
ุถุฑุจูุٙง --> ูุง-nya
ุถุฑุจُูุง --> ู nya
ุถุฑุจุง --> alifnya
ุถุฑุจุชุง --> alifnya
Jadi bisa jelas kalau dhomir baariz itu yang menjadi dhomir itu sudah jelas.
Jadi kalau kita simpulkan dari 14 wazan fiil madhi :
Dari ุถَุฑَุจَ - ุถَุฑَุจَุง - ุถَุฑَุจُูุง - ุถَุฑَุจَุชْ - ุถَุฑَุจَุชَุง - ุถَุฑَุจَْู -
sampai ุถَุฑَุจْุชُ - ุถَุฑَุจَْูุง
Itu dari 14 hanya dua yang belum jelas failnya. Yaitu : ุถَุฑَุจَ dan ุถَุฑَุจَุชْ .
Adapun ุถَุฑَุจَุง, alif failnya.
ุถَุฑَุจُูุง wawu failnya
ุถَุฑَุจَุชَุง Alif failnya
ุถَุฑَุจَْู nun failnya
Kemudian :
ุถَุฑَุจْุชَ - ุถَุฑَุจْุชُู َุง - ุถَุฑَุจْุชُู - ุถَุฑَุจْุชِ - ุถَุฑَุจْุชُู َุง - ุถَุฑَุจْุชَُّู - ุถَุฑَุจْุชُ - ุถَุฑَุจَْูุง
Itu yang diujung adalah sebagai failnya.
Ini sebagai dhomir baariz.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
๐ท ุชَุงุกُ ุงَููุงุนِِู :
ุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุชََِّููู ِ ุงَููุงุญِุฏِ، ุฃَْู ุงูู ُุชََِّููู َุฉِ ุงَููุงุญِุฏَุฉِ، َูุญُْู : ุฃََูุง ุถَุฑَุจْุชُ.
Ta fail itu ada yang datang untuk menunjukkan makna mutakallim (orang yang berbicara , istilah Indonesia kata ganti orang pertama)
ุงَููุงุญِุฏِ tunggal
ุฃَْู ุงูู ُุชََِّููู َุฉِ ุงَููุงุญِุฏَุฉِ،
Baik maksudnya untuk yang mudzakkar maupun muannats.
Seperti :
ุถَุฑَุจْุชُ (saya memukul)
Kalau yang _ngomong_ mudzakkar maka ia mudzakkar.
Jadi ุถَุฑَุจْุชُ bisa yang _ngomong_ mudzakkar bisa muannats.
☆ َูุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจِ،
Dan ta' Fail juga datang untuk menunjukkan makna mukhothob
َูุญُْู : ุฃَْูุชَ ุถَุฑَุจْุชَ.
mukhothob ini (kalau mutakallim kata ganti orang pertama) , mukhoothob kata ganti orang kedua yang diajak bicara.
Contohnya : ุฃَْูุชَ ุถَุฑَุจْุชَ
☆ ูุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจَุฉِ، َูุญُْู : ุฃَْูุชِ ุถَุฑَุจْุชِ.
Ta fail datang untuk menunjukkan makna mukhothobah (kata ganti orang kedua wanita)
☆ ุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจَِْูู ุฃَู ِุงูู ُุฎَุงุทَุจَุชَِْูู، َูุญُْู : ุฃَْูุชُู َุง ุถَุฑَุจْุชُู َุง.
Dan dia datang untuk menunjuki makna mukhothob untuk dua orang yang diajak bicara baik laki-laki ataupun perempuan.
Contohnya :
๐ธ๐ธุฃَْูุชُู َุง ุถَุฑَุจْุชُู َุง
☆ َู ุชَุฃْุชِْู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจَุฉِ ،َูุญُْู : ุฃَْูุชِ ุถَุฑَุจْุชِ
Ta-fail juga datang untuk menunjukkan makna jamak mukhothob , kata ganti orang kedua jamak mudzakkar.
Contohnya :
๐ธ๐ธุฃَْูุชُู ْ ุถَุฑَุจْุชُู ْ
☆ َูุชَุฃุชِู ِููุฏَّ ูุงََูุฉِ ุนََูู ุฌَู ْุนِ ุงูู ُุฎَุงุทَุจَุงุชِ، َูุญُْู: ุงٌَูุชَُّู ุถَุฑَุจٌุชُْู
Ta fail juga datang untuk menunjuki jamak atas makna jamak mukhothobat, kata ganti orang kedua jamak untuk wanita.
Contohnya :
๐ธ๐ธุงٌَูุชَُّู ุถَุฑَุจٌุชُْู
*Kesimpulan* :: Ta-fail paling banyak menjadi fail,hanya berbeda-beda ada yang tu, ada yang ta, ada yang ti, ada yang tumaa. Tapi intinya semuanya adalah ta fail.
๐ท ََููุง ุงَููุงุนَِِْููู ๐ท
ุชَุฃْุชِู ِْููู ُุชََِّููู ِ ุงุงู ُุชุٙนุٙฏِّุฏِ ِุฃَْู ุงَْููุงุญِุฏِ ุงูู ُุนَุธِّู ِ َْููุณَُู ،َูุญُْู:َูุญُْู ุถَุฑَุจَْูุง
Na-fail datang untuk mutakallim, baik mutakallim berbilang (banyak) ataupun satu.
Contohnya :
๐ธ๐ธَูุญُْู ุถَุฑَุจَْูุง
"Kami memukul"
Jadi dhorobnaa ุถَุฑَุจَْูุง untuk kata ganti orang pertama, muta'addid (yang banyak, lebih dari satu).
Atau bisa juga ุถَุฑَุจَْูุง digunakan untuk satu orang dengan tujuan : ุงูู ُุนَุธِّู ِ َْููุณَُู (untuk mengagungkan dirinya sendiri).
Seperti dalam ayat Al-Quran :
ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑَ َูุฅَِّูุง َُูู َูุญَุงِูุธَُูู
"Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan Al-Quran .."
Ayat => ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑ
=> tidak menunjukkan bahwasanya Allah itu banyak. Allah tidak disifati dengan sifat demikian. Waliyaadzubillaah. Allah itu tunggal.
Jadi ูุญู dalam ayat ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑ tidak menunjukkan bahwa Allah itu berbilang.
Tapi ini masyhur di kalangan orang Arab ketika ada seseorang yang menggunakan *Kami* untuk mengagungkan diri sendiri.
Seperti sebagian Khotib Jum'at pun terkadang mereka menggunakan kata Kami, padahal dia sendiri yang mengatakan itu.
Misalkan seorang Khatib mengungkapkan :
"Kami mengajak para jamaah ..."
Padahal yang mengajak dirinya sendiri. Kami disini bukan berarti bahwa khothib ini banyak tapi menunjukkan bentuk pengagungan dirinya.
Jadi ini untuk membantah sebagian orang yang mengatakan bahwasanya :
ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑَ
Sebagai dalil bahwasanya Allah itu berbilang. Ini menyelisihi aqidah Ahlussunah wal jama'ah dan aqidah Islam secara umum.
๐ท َูุฃَُِูู ุงูุงِุซَِْْููู ๐ท
☆ ุชَุฃْุชِْู ِููุฏَّูุงََูุฉِ ุนََูู ุงْูุบَุงุฆِุจَِْูู،َูุญُْู: ุงูุฒَْูุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุง
Alif itsnain datang untuk menunjukkan ghoib (kata ganti orang ketiga) mutsanna, contohnya :
๐ธ๐ธุงูุฒَْูุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุง
"Dua orang Zaid telah memukul"
☆ َูุชَุฃْุชِู ِููุฏَّูุงََูุฉِ ุนََูู ุงูุบَุง ุฆِุจَุชَِْูู ، َูุญُْู : ุงِْูููุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุชَุง
Dan juga bisa datang untuk Menunjuki kata ganti orang ketiga mutsanna muannats. Contohnya :
๐ธ๐ธ ุงِْูููุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุชَุง
"Dua orang Hindun telah memukul"
๐ท ََููุงُู ุงْูุฌَู َุงุนَุฉِ ๐ท
☆ ุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงْูุบَุงุฆِุจَِْูู،َูุญُْู: ุงูุฒَّْูุฏَُْูู ุถَุฑَุจُْูุง
Wawu jama'ah datang untuk menunjukkan atas kata ganti orang ketiga jamak mudzakkar, contohnya :
๐ธ๐ธุงูุฒَّْูุฏَُْูู ุถَุฑَุจُْูุง
Mana fail dari ุถَุฑَุจُْูุง, wawu-nya.
๐ท َู ُُْููู ุงูุฅَِูุงุซِ ๐ท
☆ ุชَุฃْุชِู ููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูุบَุงุฆِุจَุงุชِ ، َูุญُْู : ุงِْูููุฏَุงุชُ ุถَุฑَุจَْู.
Nun muannats ia datang untuk menunjuki atas kata ganti orang ketiga jamak muannats.
Contohnya :
๐ธ๐ธ ุงِْูููุฏَุงุชُ ุถَุฑَุจَْู.
"Banyak Hindun telah memukul"
Intinya dari pembahasan ini bahwa dari ke-14 dari tashrif lughowiy fiil madhi yang telah kita pelajari di pelajaran shorof hanya dua yang failnya belum jelas. Yaitu :
ุถุٙฑุٙจٙ & ุถุٙฑุٙจุٙชْ
Adapun sisanya :
ุถَุฑَุจَุง - ุถَุฑَุจُูุง - ุถَุฑَุจَุชَุง - ุถَุฑَุจَْู - ุถَุฑَุจْุชٙ sampai ุถَุฑَุจَْูุง
Ini semuanya sudah sepaket sama failnya , sudah nempel di ujungnya. Kalau kita lagi bicara fiil madhi.
َُُّููู ู َุง ุฐُِูุฑٙ ู َِู ุงูุถَّู َุงุฆِุฑِ ُูุนْุฑَุจُ ِْูู ู َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุนٌِู
Maka setiap apa yang disebutkan drpd dhomir-dhomir ini , ia dii'rob dalam keadaan rofa' menjadi failnya.
Jadi kalau kita mengi'rob : ุถุٙฑุٙจْุชُ misalkan ,
ุถุٙฑุٙจٙ ِูุนٌْู ู ุٙงุถٍ ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู *ูٙ ุชุٙงุกُ* ุถูٙ ْูุฑٌ ู ُุชّุٙตٌِู ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุถّูٙ ِّ ِูู ู َุญِّูٙ ุฑْูุٙนٍ َูุงุนُُِูู
Jadi semuanya begitu.
Begitupun ุถุٙฑุٙจุٙง kita katakan alif-nya adalah failnya.
Dhorobna , nun-nya failnya.
Dhorobuu ุถَุฑَุจُูุง wawu-nya failnya.
Ini cara irobnya.
ِูุฃَََّููุง ู َุจَِّْููุฉٌ ،
Karena dhomir itu mabniy.
Ini sesuai dengan yang sudah kita pelajari bahwasanya seluruh dhomir itu hukumnya mabniy.
ََِููู ุชُุจَْูู ุนََูู ู َุง ุณُู ِุนَุชْ ุนََِْููู :
Ia dimabniykan atas apa yang didengar darinya.
✒ ุนََูู ุงูุถَّู ِّ ุฅِْู َูุงَูุชْ ู َุถْู ُْูู َุฉً
Maksudnya kalau kita i'rob ini ,kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุถّูٙ ِّ
Kapan? Kalau kita dengarnya dia di-dhommahkan , seperti ุถุٙฑุٙจْุชُ maka ุถุٙฑุٙจْุชُ ini :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุถّูٙ ِّ
✒ َู ุนََูู ุงَููุชْุนِ ุฅِْู َูุงَูุชْ ู ََْูุชُْูุญَุฉً
Mabniy alal Fathi kalau memang fathah, seperti :
ุถุٙฑَุจْุชَ dhorobta
Dhorobta ini kita katakan :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
✒ َู ุนََูู ุงَููุณْุฑ ุฅِْู َูุงَูุชْ ู َْูุณُْูุฑَุฉً
Dan ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณุฑِ kalau dia maksuroh (dikasrohkan) seperti :
ุถَุฑَุจْุชِ dhorobti
Maka ti-nya kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณْุฑِ
✒ َู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ุฅِْู ََููุชْ ุณََِููุฉً (ูก)
Dan ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู kalau dia sukun , seperti :
ุถَุฑَุจُูุง
Wawu-nya sukun maka kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู
Begitupun ุถَุฑَุจَุง ini diakhiri alif maka disukun, kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู
=========================
๐ฃCatatan Kaki ๐ฃ
(ูก) ََููุฐَุง َُููุงُู ِْูู ุจََِّููุฉِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ุงูู َุจَِّْููุฉِ ุฅِุฐَุง ََููุนَุชْ ู َِْููุนُ ุงَููุงุนِِู
Begitupun sisanya (isim isim sisanya) cara i'rob nya itu, yang kita dengar apa :
⚠ ุถَุฑَุจْุชِ kasroh ←ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณْุฑِ
⚠ุถุٙฑَุจْุชَ - fathah ← ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
⚠ุถَุฑَุจَู - fathah ← ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
=========================
َูุชَُُْููู ِْูู ุฅุนْุฑَุงุจِ َูุญِْู : ุถَุฑَุจْุชُ
Maka engkau katakan ketika mengirob contohnya :
๐ธ๐ธุถَุฑَุจْุชُ
Cara i'rohnya :
๐ธ๐ธ ุถَุฑَุจْุชُ ِูุนٌْู ู َุงุถٍ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ،
Kenapa ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ? Dhorobtu ba-nya sukun.
َู ุงูุชَّุงุกُ : ุถَู ِْูุฑٌ ู ُุชَّุตٌِู ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถَّู ِّ ِْูู ู َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุนٌِู
Dan ta-nya dhomir muttashil dimabniykan atas dhommah ِْูู ู َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุนٌِู.
Kenapa ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถَّู ِّ? Karena ุถَุฑَุจْุชُ.
Kalau ุถَุฑَุจْุชِ
←ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณْุฑِ
Kalau ุถุٙฑَุจْุชَ
← ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
Kalau ุถَุฑَุจُْูุง karena wawu-nya sukun, misalkan ุถَุฑَุจُْูุง kita i'robnya :
※ ุถَุฑَุจَ ِูุนٌْู ู َุงุถٍ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถّูٙ ِّ ،
Ingat, bukan :
※ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ❌
Kalau ุถَุฑَุจْุชُ
※ ุถَุฑَุจَ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ،
Tapi kalau ุถَุฑَุจُْูุง, lihat ba-nya ada dhommahnya kita bilang :
ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถّูٙ ِّ
Ketika kita i'rob wawu-nya
※ َู ุงููุงُู : ุถَู ِْูุฑٌ ู ُุชَّุตِู ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู
Baru kita jelaskan disitu sukun. Kenapa? Karena wawu disitu sukun harokatnya.
Ini pembahasan fail dhomir yang baariz dhomirnya jelas.
●●●●●●●●●●●●●●●
Sekarang kita bahas dhomir mustatir.
๐ุงููุงَุนُِู ุงูุถَู ِْูุฑُ ุงูู ُุณْุชَุชِุฑُ๐
َูุฅِْู َูู ْ َُِููู ุงَููุงุนُِู ุงุณْู ًุง ุธَุงِูุฑًุง َููุง ุถَู ِْูุฑًุง ุจَุงุฑِุฒًุง ََُููู ุถَู ِْูุฑٌ ู ُุณْุชَุชِุฑٌ َْููุณَ َُูู َูุฌُْูุฏٌ ุธَุงِูุฑٌ ِْูู ุงََูููุงู ِ، َู ุฅَِّูู َุง َُููุฏَّุฑُ ุนََูู ุญَุณَุจِ ุงูู َุนَْูู
Maka apabila sebuah fail itu bukan isim dzohir , bukan pula dhomir baariz maka jelas dia adalah fail dhomir mustatir.
َْููุณَ َُูู ُูุฌُูุฏٌ ุธَุงِูุฑٌ ِْูู ุงََูููุงู ِ
Yang tidak nampak, tidak jelas penampakannya pada kalam.
َู ุฅَِّูู َุง َُููุฏَّุฑُ ุนََูู ุญَุณَุจِ ุงูู َุนَْูู
Hanya saja dhomir mustatir itu ditakdirkan kira-kira tergantung dari maknanya.
Contohnya :
»» ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ
Kalimat «ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ» artinya "Zaid itu telah pergi" , «ุฐََูุจَ» failnya adalah َُูู. Huwa-nya siapa disini? Kembali kepada Zaid. Ini yang dimaksud sebagai dhomir mustatir.
● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ ●
Seakan-akan kita ngomong "Zaid itu pergi dia". Siapa dia-nya? «Zaid».
● َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ ●
"Dan Hindun juga telah pergi"
Kalau kita katakan «ุฐََูุจْุชُ» misalnya, siapa yang pergi? Tidak lain tidak bukan «Saya».
รค ุถَุฑَุจْุชَ , siapa yang memukul? «Kamu»
รค ุถَุฑَุจَูุง , tidak lain adalah «nahnu»
Tapi kalau kita hanya mengatakan ุถَุฑَุจَ saja, Siapa yang pergi? «Dia». Dianya siapa? Belum jelas. Makanya bilangnya dhomir mustatir (tersembunyi ).
Begitupun ุถุٙฑุٙจุٙชْ "dia telah pergi". Siapa dia-nya? Tidak jelas, makanya ุถَุฑَุจَ & ุถَุฑَุจَุชْ harus menyebutkan failnya.
Contohnya :
● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ ●
ุฃَُّู: ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ (َُูู) ، َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ (َِูู)
Jadi kalau kita ngomong ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ seakan-akan kita ngomong ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ (َُูู) "Zaid itu pergi dia".
َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ (َِูู)
"Dan Hindun pergi dia"
Siapa yang pergi? «Dia». Siapa dia? «Hindun».
Kalau ● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ ●
Siapa yang pergi? «Dia». Siapa dia? «Zaidun»
Ini yang disebut dhomir mustatir tersembunyi.
Maka i'robnya :
★ َูุงَููุงุนُู ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ุฌََูุงุฒًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู َُูู َูุนُูุฏُ ุนูู ุฒَْูุฏٍ ِْูู ุงِููุนِْู ุงูุฃََِّูู َู ุชَْูุฏِْูุฑُُู (َُูู) َูุนُْูุฏُ ุนََูู ِْููุฏٍ َْูู ุงِููุนِْู ุงูุซَّุงِْูู
Jadi cara i'robnya kalau ● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ ● ,
๐นsetelah kita katakan « ุฒَْูุฏٌ » ini mubtada,
๐นdan «ุฐََูุจَ» ِูุนٌْู ู َุงุถٍ
๐นSetelah itu kita bilang :
★ ู ุงَููุงุนُู ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ููู ุฌََูุงุฒًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู (َُูู) َูุนُูุฏُ ุนูู ุฒَْูุฏٍ
Kalau ●ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ● bilangnya :
★ ุชَْูุฏِْูุฑُُู (َِูู) َูุนُْูุฏُ ุนََูู ِْููุฏٍ
ََููุง َูุฎْุฑُุฌُ ุชَْูุฏِْูุฑُ ุงูุถَّู َْูุฑِ ุงูู ُุณْุชَุชِุฑِ ุนَْู َูุฐَِْููู ِْูู ُِّูู ِูุนٍْู ู َุงุถٍ
Tidak keluar taqdir dhomir mustatir dari kedua jenis dhomir mustatir ini disetiap fiil madhi.
______________________
Tambahan
๐ฆ ََููุงุฆِุฏٌ َูุชَْูุจَِููุงุชٌ ๐ฆ
๐ง ูก- ุฅِุฐَุง ุชََูุฏَّู َ ุงَููุงุนُِู ุนََูู ِูุนِِْูู ุฎَุฑَุฌَ ุนَْู َِِูููู َูุงุนِูุงً ุฅَِูู َِِْูููู ู ُุจْุชَุฏَุกًุง.
َูุญُู؛ ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ
1⃣ Apabila fail didahulukan dari pada fiilnya maka dia keluar dari keadaannya (berupa fail) menjadi mubtada.
Contoh:
●ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ●
Jadi kalau kalimatnya «ุฐََูุจَ ุฒَูุฏٌ » ini namanya fiil dan fail.
Tapi kalau dibalik «ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ» jangan dibilang fail dan fiil. Tapi namanya jumlah ismiyyah. Karena definisi jumlah ismiyyah adalah kalimat yang diawali oleh isim.
Maka « ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ » itu bukan dibilang fail dan fiil tapi mubtada dan khobar. Dimana khabarnya ini fiil madhi. Fiil madhinya ini fail nya adalah huwa. Dimana huwa-nya kembali kepada Zaidun.
Ini adalah cara kita menjelaskan kalimat :
●ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ●
Kalau : «ุฐََูุจَ ุฒَْูุฏٌ »
«ุฐََูุจَ» fiil
«ุฒَْูุฏٌ» fail
Tapi kalau ●ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ● kita tidak bisa bilang :
«ุฒَْูุฏٌ»
==>(fail yg didahulukan )failnya muqoddam ❌
Yang benar : «ุฐََูุจَ» adalah fiilnya.
๐ง ูข- َูุงُูุฌَู َุงุนَุฉِ؛ ุชُุฎุชَุตُّ ุจุงِูุนَُููุงَุก ِู َِู ุงูุฐُُّููุฑِ،
2⃣ Wawu jamak dikhususkan untuk aqil mudzakkar.
َูู َِูุงูุฃَุฎْุทَุงุกِุงูุดَّุงุฆِุนَุฉِ َُُููููู ْ؛ ุงِّููุณَุงุกُ ุบَุณَُููุง ุงูุซَِّูุงุจَ،
Dan diantara perkataan mereka yang tersebar ,
(Jadi ini tanbih dari pengarang kitab Al-Mumthi') yang namanya wawu jamaa'ah, misalkan «ุถَุฑَุจُูุง»
Kalau :
«َูุชَุจَ» ==> َูุชَุจُูุง
Itu dikhususkan untuk aqil mudzakkar. Karena ia jamak mudzakkar salim.
Kenapa beliau ngomong begitu karena bisa jadi di Arab sana orang yang menggunakan ini juga buat jamak muannats salim , contoh:
★ ุงِّููุณَุงุกُ ุบَุณَُููุง ุงูุซَِّูุงุจَ
Padahal «ุงِّููุณَุงุกُ» muannats. Seharusnya tidak pakai «ุบَุณَُููุง» tapi «ุบَุณََูู»
Kalau mau disini jangan pakai «ุงِّููุณَุงุกُ» tapi pakai :
★ ุงูุฃุจَุงุกُ ุบَุณَُููุง ุงูุซَِّูุงุจَ
"Para bapak-bapak mencuci pakaian".
َูุงูุตََّูุงุจُ ุฃู َُููุงَู :
Yang benar itu dikatakan :
ุงِّููุณَุงุกُ ุบَุณََูู ุงูุซَِّูุงุจَ
๐ง ูฃ-ุงูุถَّู ِูุฑُ ุงูู ُุณุชَุชِุฑُ ِูู ุงِููุนِู ุงูู َุงุถِู ุชَูุฏِูุฑُُู؛(َُูู)ุฃَْู(َِูู)ุฏَุงุฆِู ًุง،َُููุณุชَุชَุฑُ ุฌََูุงุฒًุง.
3⃣ Dhomir mustatir pada fiil madhi taqdirnya itu selalu kalau tidak huwa ya hiya saja. Kenapa?
Karena kalau fiil madhi yang dhomitnya mustatir hanya yang huwa dan hiya.
Adapun sisa dhomirnya failnya sudah nempel sama fiilnya.
ََููุณْุชุชِุฑُ ุฌََูุงุฒًุง
Dan dia disembunyikan secara jawaz (boleh).
Nanti kalau dalam pembahasan fiil madhi semua dhomir mustatir semuanya mustatir ุฌََูุงุฒًุง. Karena boleh disembunyikan.
Tapi kalau sudah bahas fiil mudhoori' nanti ada lagi istilah dhomir mustatir wujub. Kalau wujub artinya : dia disembunyikan tapi failnya sudah jelas siapa.
Seperti misalkan ุฃَْูุชُุจُ "Saya menulis".
Kita tidak bisa bilang bahwa hamzah pd ุฃَْูุชُุจُ failnya, kita bilangnya ุฃَْูุชُุจُ itu failnya ุฃََูุง . Tapi mana ุฃََูุง nya? Disembunyikan.
Maka kita bilang :
ุฃَْูุชُุจُ ==> َู ุงَููุงุนُِู ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ُูุฌُْูุจًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู ุฃََูุง
Kenapa dibilang wajib?
Karena ุฃَْูุชُุจُ itu sekalipun dhomirnya mustatir tapi maknanya tidak mungkin selain ุฃََูุง. Pasti ุฃََูุง.
Tapi kalau misalkan ุฐََูุจَ
ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ุฌََูุงุฒًุง
Disembunyikan karena ุฌََูุงุฒًุง boleh, bukan ُูุฌُْูุจًุง (wajib).
Karena kalau ุฐََูุจَ yang jadi fail berarti bisa siapa saja, bisa Zaid, bisa Bakr, bisa Utsman .
Jadi bisa apapun makanya :
ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ุฌََูุงุฒًุง
๐ง ูค- ุงูุถَّู ِูุฑُ ุงูู ُุณุชَุชِุฑُ ِูุงِููุนู ِุงูุฃَู ْุฑِ ุชَูุฏِูุฑُُู (ุฃَูุชَ) ุฏَุงุฆِู ًุง، َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُูุจًุง.
4⃣ Adapun dhomir mustatir yang ada pada fiil amr taqdirnya selalu «ุฃَูุชَ» dan dia ditakdirkan secara wujub.
Maksudnya begini : fiil amr ada 6, misalkan:
ุงِุถْุฑِุจْ - ุงِุถْุฑِุจَุง - ุงِุถْุฑِุจُูุง - ุงِุถْุฑِุจِู- ุงِุถْุฑِุจَุง- ุงِุถْุฑِุจَْู
Yang mustatir hanya yang Anta saja, ุงِุถْุฑِุจْ saja.
Adapun
- ุงِุถْุฑِุจَุง alif failnya
- ุงِุถْุฑِุจُูุง wawu failnya
- ุงِุถْุฑِุจِู ya-nya
- ุงِุถْุฑِุจَْู nun-nya
Satu-satunya dhomir yang mustatir pada fiil amr adalah dhomir Anta ุงِุถْุฑِุจْ. Tapi mustatirnya wujub.
Kita bilang kalau ุงِุถْุฑِุจْ :
ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ُูุฌُْูุจًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู ุฃَูุชَ
๐ง ูฅ. ุงูุถَّู ِْูุฑُ ุงْูู ُุณْุชَุชِุฑُ ِْูู ุงِْููุนِْู ุงْูู ُุถَุงุฑِุนِ َูุฎْุชَُِูู ุจِุงุฎْุชَِูุงِู ุญَุฑِْู ุงْูู ُุถَุงุฑَุนَุฉِ:
5⃣ Dhomir mustatir pada fiil mudhoori' berbeda-beda. Dengan perbedaan huruf mudhooro'ah.
Kalau fiil madhi yang dhomirnya mustatir ada dua : yaitu yang huwa dan hiya.
Kalau fiil amr ada satu saja yaitu dhomirnya Anta.
Kalau fiil mudhoori' banyak kondisinya.
Kita baca :
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุงَููู ْุฒَุฉِ،َูุญُْู: ุฃَุถْุฑِุจُ ุชَْูุฏِْูุฑُُู( ุฃََูุง )،َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُْูุจًุง.
●● Maka yang diawali oleh hamzah (ุก) contoh : ุฃุถุฑุจُ taqdirnya adalah ุฃََูุง.
Ia disembunyikan secara wajib.
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุงُِّْูููู،َูุญُْู: َูุถْุฑِุจُ ุชَْูุฏِْูุฑُُู(َูุญُْู) َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُْูุจًุง.
●● Dan yang diawali oleh huruf nun , kita tahu bahwa huruf mudhooro'ah itu ุก،ู،ู & ุช
※ kalau yang diawali Hamzah taqdirnya Anaa
※ Diawali Nun taqdirnya nahnu (disembunyikan secara wujuuban )
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุงَููุงุกِ،َูุญُْู: َูุถْุฑِุจُ ุชَْูุฏِْูุฑُُู(َُูู)،َُููุณุชَุชَุฑُ ุฌََูุงุฒًุง.
●● Dan yang diawali oleh ya' contohnya : َูุถْุฑِุจُ
Taqdirnya adalah huwa.
Disembunyikan secara ุฌََูุงุฒًุง.
Kenapa ุฌََูุงุฒًุง? Karena berbeda dengan ุฃَุถْุฑِุจُ yang pasti Anaa dan َูุถْุฑِุจُ yang pasti nahnu , tapi kalau َูุถْุฑِุจُ failnya bisa apa saja, bisa siapa saja.
Ini yang dimaksud dengan ُูุฌُْูุจًุง dan ุฌََูุงุฒًุง.
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุชَุงุกِ ุงูุชَّุฃِْْููุซِ،َูุญُْู: ุชَุถْุฑِุจُ
● Dan yang diawali oleh ta' ta'nits ,contoh: ุชَุถْุฑِุจُ
ุชَْูุฏِْูุฑُُู(َِูู)، َُููุณุชَุชَุฑُ ุฌََูุงุฒًุง
Dan dia disembunyikan secara ุฌََูุงุฒًุง (boleh).
Jadi sama huwa dan hiya sama-sama mustatir ุฌََูุงุฒًุง.
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุชَุงุกِ ุงْูู ُุฎَุงุทَุจِ،َูุญُْู ุฃُุญِุจُ ุฃَْู ุชَุถْุฑِุจَ ุชَْูุฏِْูุฑَُู(ุฃَْูุชَ)، َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُْูุจًุง
● Dan yang diawali oleh ta mukhothob seperti : ุชَุถْุฑِุจَ taqdirnya adalah Anta.
Dan dia Disembunyikan secara wajib.
Jadi ini detail dari fiil mudhoori'.
Jadi kesimpulannya dari fiil mudhoori' yang ada 14 :
َูุถْุฑِุจُ - َูุถْุฑِุจَุงِู - َูุถْุฑِุจَُูู -ุชَุถْุฑِุจُ - ุชَุถْุฑِุจَุงِู - َูุถْุฑِุจَْู ... dst
Nanti ada dhomir yang baariz dan mustatir.
Yang baariz adalah fiil-fiil yang lima, fiil yang diakhiri nun niswah,ini fail nya baariz.
Kita urut saja dari pertama :
รข َูุถْุฑِุจُ => Failnya dhomir mustatir jawaazan
รข َูุถْุฑِุจَุงِู => Baariz , failnya alifnya.
รข َูุถْุฑِุจَُูู => Failnya wawunya (baariz)
รข ุชَุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir jawaazan
รข ุชَุถْุฑِุจَุงِู => alifnya
รข َูุถْุฑِุจَْู => nun-nya failnya
รข ุชَุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir wujub taqdirnya anta
รข َูุถْุฑِุจَุงِู => alif failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَُูู => waw failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَِูู => ya' failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَุงِู => alif failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَْู => nun failnya
รข ุฃَุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir tapi wujub Anaa
รข َูุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir wujub nahnu
Jadi ini kesimpulan mana yang dhomirnya Baariz dan mana yang dhomirnya mustatir, baik mustatirnya wujub dan mustatirnya jawaazan.
Jadi ini bisa kita lihat di bagan Halaman 88.
Disitu bahwasanya fail terbagi menjadi dua : ada dzohir ada dhomir.
Dzohir contohnya :
َูุงู َ ุฒَْูุฏٌ - َูุงู َ ุงูุฒูุฏุงِู - َูุงู َ ุงูุฒูุฏَูู
Kemudian fail yang dhomir, terbagi lagi menjadi dua,
1. Ada yang Mustatir
2. ada yang muttashil
Mustatir ada :
1. Mustatir wujuuban
2. Mustatir jawaazan
*Kalau dhomir yang muttashil itu berlaku hanya untuk fiil madhi saja*.
Yang tadi kita pelajari :
● Ta' fail, naa-fail, aliful istnain dan wawu jamaa'ah dan nun niswah.
Untuk i'robnya bisa dipelajari sendiri , kalau tidak jelas silakan ditanyakan karena tidak mungkin semuanya kita bahas.
Ini sudah pertemuan yang kesekian jadi harapannya sudah mulai bisa membaca sendiri-sendiri.
Thayyib , jadi kesimpulan dari pelajaran kali ini adalah bahwasanya diantara fail yang dhomir itu ada yang baariz (nampak jelas) mana failnya, ada yang dhomir mustatir (tersembunyi).
Baik yang tersembunyinya wujub (wajib) ataupun tersembunyi nya jawaz.
Kesimpulan :
๐น๐น Fail terbagi :
※ ada dzohir
※ ada dhomir
๐น๐นDhomir terbagi lagi menjadi :
√ dhomir baariz
√ dhomir mustatir
๐น๐นDhomir Mustatir terbagi lagi menjadi :
● mustatir wujub
● mustatir jawaazan
Thayyib barangkali cukup sampai disini. Semoga bermanfaat.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 14
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 31 :: Fail yang Dhomir
⌛ Durasi audio :: 32.23 menit
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Ini adalah lanjutan dari pembahasan tentang Fail, pada rekaman sebelumnya kita sudah membahas tentang Fail dzohir maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas Fail yang Dhomir.
๐ ุซَุงًِููุง: ุงَููุงุนُِู ุงูู ُุถْู َุฑُ
♻ *Kedua : Fa'il yang dhomir*
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู:
Berkata pengarang kitab Al-aajurrumiyah :
❇ َูุงูู ُุถْู َุฑُ ุงุซَْูุง ุนَุดَุฑَ:
َูุญُْู ََِْูููู:
๐ธุถَุฑَุจْุชُ،๐ธ َูุถَุฑَุจَْูุง، ๐ธَูุถَุฑَุจْุชَ، ๐ธَูุถَุฑَุจْุชِ،
๐ธَูุถَุฑَุจْุชُู َุง،๐ธ َูุถَุฑَุจْุชُู ْ، ๐ธَูุถَุฑَุจْุชَُّู، ๐ธَูุถَุฑَุจَ،
๐ธَูุถَุฑَุจَุชْ،๐ธ َูุถَุฑَุจَุง،๐ธ َูุถَุฑَุจُูุง، ๐ธَูุถَุฑَุจَْู
Fail dhomir ada 12.
Kenapa? Karena mengikuti jumlah dhomir yang juga 12.
Contohnya adalah perkataanmu :
๐ธุถَุฑَุจْุชُ
Mana failnya? Tu-nya.
๐ธุถَุฑَุจَْูุง ← Dhomir naa-nya
๐ธَุถَุฑَุจْุชَ ← Dhomir ta-nya
๐ธุถَุฑَุจْุชِ ← Dhomir ti-nya
๐ธَุถَุฑَุจْุชُู َุง ← tumaa-nya
๐ธุถَุฑَุจْุชُู ْ ← tum-nya
๐ธุถَุฑَุจْุชَُّู ← tunna-nya
๐ธdhoroba َุถَุฑَุจَ dan ุถَุฑَุจَุชْ ada pembahasan khusus.
Jadi nanti ada dhomir yang nampak bisa kita lihat langsung tapi ada dhomir yang tidak nampak.
Insya Allah kita akan bahas istilah-istilah yang terkait dengan fail dhomir.
๐ธ َูุถَุฑَุจَุง dengan alifnya
๐ธ َูุถَุฑَุจُูุง، wawu-nya
๐ธَูุถَุฑَุจَْู nun-nya
*ุงูุดَุฑْุญُ*: َูู َّุง َูุฑَุบَ ุงูู ُุตَُِّูู ู َِู ุงََูููุงู ِ ุนََูู ุงَููุงุนِِู ุงูุธَّุงِูุฑِ ุดَุฑَุนَ ِูู ุฐِْูุฑِ ุงَููุงุนِِู ุงูู ُุถْู َุฑِ
๐ *Penjelasan*:
Setelah Mushonnif selesai menjelaskan tentang fail yang dzohir Mushonnif mulai menyebutkan fail yang dhomir.
َูุงَููุงุนُِู ุงูู ُุถْู َุฑُ ุฃَِู ุงูุถَّู ِْูุฑُ: َُููุงุณْู ٌ َُูููู ُ ู ََูุงู َ ุงَููุงุนِِู ุงูุธَّุงِูุฑِ.
Definisi dari fail dhomir adalah isim yang menempati tempat fail yang dzohir.
Jadi dhomir ini seperti dzohir cuma bentuknya berupa dhomir-dhomir. Yang ada 12 itu.
*ََُููู ุนََูู َْููุนَِْูู:*
Fail dhomir ada dua macam :
ุจَุงุฑِุฒٌ، َูู ُุณْุชَุชِุฑٌ.
1⃣ Ada dhomir bariz
2⃣ Ada dhomir mustatir
*Bariz dari sisi lughoh maknanya adalah jelas*.
*Mustatir maknanya adalah tersembunyi*
Jadi kalau dhomir bariz berarti dhomirnya jelas.
Kalau dhomir mustatir dhomirnya tidak nampak atau tersembunyi.
Kita bahas dari yang baariz dulu.
๐ ุงَููุงุนُِู ุงูุถَّู ِْูุฑُ ุงูุจَุงุฑِุฒُ ๐
ุฃَุชَู ุงูู ُุตَُِّูู ุจِุฃَู ْุซَِูุฉٍ َِูููุงุนِِู ุนِْูุฏَู َุง َُُْูููู ุถَู ِْูุฑًุง ุจَุงุฑِุฒًุง ู ُุชَّุตًِูุง ุจِِูุนِِْูู
ََُููู : ุชَุงุกُ ุงَููุงุนِِู، ََููุง ุงَููุงุนَِِْููู، َูุฃَُِูู ุงูุฅِุซَِْْููู، َูุงُู ุงูุฌَู َุงุนَุฉِ، َُُْูููู ุงِููุณَْูุฉِ.
Mushonnif mengatakan contoh-contoh bagi fail ketika ia bentuknya adalah dhomir baariz yang bersambung dengan fiilnya.
Jadi dhomir baariz itu dari namanya saja sudah jelas, dhomir yang nampak. Artinya kita bisa melihat bahwa itu adalah dhomirnya.
Apa saja yang termasuk dhomir baariz?
✴ ََُููู : ุชَุงุกُ ุงَููุงุนِِู،
Yaitu ta-fail
Apa itu ta-fail? Ta-fail adalah ta ุช dalam fiil yang berfungsi sebagai dhomir baariz.
Kalau dalam tashrif fiil madhi misalkan ุถุฑุจ maka yang disebut ta fail adalah mulai dari ุถَุฑَุจْุชٙ dari anta,
ุถุฑุจْุชٙ - ุถุฑุจْุชُู ุง - ุถุฑุจุชู - ุถุฑุจุชِ -ุถุฑุจْุชُู ุง - ุถุฑุจุชู -ุฑุจุชُ
Itu semuanya namanya ta fail.
✴ ََููุง ุงَููุงุนِِْููู
✴ Na-fail cuma satu
Yaitu yang dhomir nahnu => ุถุฑุจูุٙง na-nya na-fail.
✴ َูุฃَُِูู ุงูุฅِุซَِْْููู،
✴ Alif yang menunjukkan makna mutsanna.
Ini ada di dhomir humaa baik humaa mudzakkar ataupun dan humaa muannats. Yaitu :
ุถุฑุจุง & ุถุฑุจุชุง
✴ َูุงُู ุงูุฌَู َุงุนَุฉِ،
✴ Wawul jamaa'ah.
Wawu jamak yang bersambung dengan dhomir hum , seperti : ุถุฑุจูุง
✴ َُُْูููู ุงِููุณَْูุฉِ.
✴ Nun niswah
Yaitu yang ada pada dhomir hunna , َุถَุฑَุจْู
Fiil-fiil yang bersambung dengan ta'-fail , na-fail ,alif istnain, wawul jamaah , dan nun niswah, disebut sebagai fail yang baariz , nampak , jelas.
Kenapa dibilang jelas?
Karena dhorobta ุถุฑุจุชٙ , mana failnya? Ta'-nya.
ุถุฑุจุชู ุง --> ุชู ุง-nya
ุถุฑุจูุٙง --> ูุง-nya
ุถุฑุจُูุง --> ู nya
ุถุฑุจุง --> alifnya
ุถุฑุจุชุง --> alifnya
Jadi bisa jelas kalau dhomir baariz itu yang menjadi dhomir itu sudah jelas.
Jadi kalau kita simpulkan dari 14 wazan fiil madhi :
Dari ุถَุฑَุจَ - ุถَุฑَุจَุง - ุถَุฑَุจُูุง - ุถَุฑَุจَุชْ - ุถَุฑَุจَุชَุง - ุถَุฑَุจَْู -
sampai ุถَุฑَุจْุชُ - ุถَุฑَุจَْูุง
Itu dari 14 hanya dua yang belum jelas failnya. Yaitu : ุถَุฑَุจَ dan ุถَุฑَุจَุชْ .
Adapun ุถَุฑَุจَุง, alif failnya.
ุถَุฑَุจُูุง wawu failnya
ุถَุฑَุจَุชَุง Alif failnya
ุถَุฑَุจَْู nun failnya
Kemudian :
ุถَุฑَุจْุชَ - ุถَุฑَุจْุชُู َุง - ุถَุฑَุจْุชُู - ุถَุฑَุจْุชِ - ุถَุฑَุจْุชُู َุง - ุถَุฑَุจْุชَُّู - ุถَุฑَุจْุชُ - ุถَุฑَุจَْูุง
Itu yang diujung adalah sebagai failnya.
Ini sebagai dhomir baariz.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
๐ท ุชَุงุกُ ุงَููุงุนِِู :
ุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุชََِّููู ِ ุงَููุงุญِุฏِ، ุฃَْู ุงูู ُุชََِّููู َุฉِ ุงَููุงุญِุฏَุฉِ، َูุญُْู : ุฃََูุง ุถَุฑَุจْุชُ.
Ta fail itu ada yang datang untuk menunjukkan makna mutakallim (orang yang berbicara , istilah Indonesia kata ganti orang pertama)
ุงَููุงุญِุฏِ tunggal
ุฃَْู ุงูู ُุชََِّููู َุฉِ ุงَููุงุญِุฏَุฉِ،
Baik maksudnya untuk yang mudzakkar maupun muannats.
Seperti :
ุถَุฑَุจْุชُ (saya memukul)
Kalau yang _ngomong_ mudzakkar maka ia mudzakkar.
Jadi ุถَุฑَุจْุชُ bisa yang _ngomong_ mudzakkar bisa muannats.
☆ َูุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจِ،
Dan ta' Fail juga datang untuk menunjukkan makna mukhothob
َูุญُْู : ุฃَْูุชَ ุถَุฑَุจْุชَ.
mukhothob ini (kalau mutakallim kata ganti orang pertama) , mukhoothob kata ganti orang kedua yang diajak bicara.
Contohnya : ุฃَْูุชَ ุถَุฑَุจْุชَ
☆ ูุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจَุฉِ، َูุญُْู : ุฃَْูุชِ ุถَุฑَุจْุชِ.
Ta fail datang untuk menunjukkan makna mukhothobah (kata ganti orang kedua wanita)
☆ ุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจَِْูู ุฃَู ِุงูู ُุฎَุงุทَุจَุชَِْูู، َูุญُْู : ุฃَْูุชُู َุง ุถَุฑَุจْุชُู َุง.
Dan dia datang untuk menunjuki makna mukhothob untuk dua orang yang diajak bicara baik laki-laki ataupun perempuan.
Contohnya :
๐ธ๐ธุฃَْูุชُู َุง ุถَุฑَุจْุชُู َุง
☆ َู ุชَุฃْุชِْู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูู ُุฎَุงุทَุจَุฉِ ،َูุญُْู : ุฃَْูุชِ ุถَุฑَุจْุชِ
Ta-fail juga datang untuk menunjukkan makna jamak mukhothob , kata ganti orang kedua jamak mudzakkar.
Contohnya :
๐ธ๐ธุฃَْูุชُู ْ ุถَุฑَุจْุชُู ْ
☆ َูุชَุฃุชِู ِููุฏَّ ูุงََูุฉِ ุนََูู ุฌَู ْุนِ ุงูู ُุฎَุงุทَุจَุงุชِ، َูุญُْู: ุงٌَูุชَُّู ุถَุฑَุจٌุชُْู
Ta fail juga datang untuk menunjuki jamak atas makna jamak mukhothobat, kata ganti orang kedua jamak untuk wanita.
Contohnya :
๐ธ๐ธุงٌَูุชَُّู ุถَุฑَุจٌุชُْู
*Kesimpulan* :: Ta-fail paling banyak menjadi fail,hanya berbeda-beda ada yang tu, ada yang ta, ada yang ti, ada yang tumaa. Tapi intinya semuanya adalah ta fail.
๐ท ََููุง ุงَููุงุนَِِْููู ๐ท
ุชَุฃْุชِู ِْููู ُุชََِّููู ِ ุงุงู ُุชุٙนุٙฏِّุฏِ ِุฃَْู ุงَْููุงุญِุฏِ ุงูู ُุนَุธِّู ِ َْููุณَُู ،َูุญُْู:َูุญُْู ุถَุฑَุจَْูุง
Na-fail datang untuk mutakallim, baik mutakallim berbilang (banyak) ataupun satu.
Contohnya :
๐ธ๐ธَูุญُْู ุถَุฑَุจَْูุง
"Kami memukul"
Jadi dhorobnaa ุถَุฑَุจَْูุง untuk kata ganti orang pertama, muta'addid (yang banyak, lebih dari satu).
Atau bisa juga ุถَุฑَุจَْูุง digunakan untuk satu orang dengan tujuan : ุงูู ُุนَุธِّู ِ َْููุณَُู (untuk mengagungkan dirinya sendiri).
Seperti dalam ayat Al-Quran :
ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑَ َูุฅَِّูุง َُูู َูุญَุงِูุธَُูู
"Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan Al-Quran .."
Ayat => ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑ
=> tidak menunjukkan bahwasanya Allah itu banyak. Allah tidak disifati dengan sifat demikian. Waliyaadzubillaah. Allah itu tunggal.
Jadi ูุญู dalam ayat ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑ tidak menunjukkan bahwa Allah itu berbilang.
Tapi ini masyhur di kalangan orang Arab ketika ada seseorang yang menggunakan *Kami* untuk mengagungkan diri sendiri.
Seperti sebagian Khotib Jum'at pun terkadang mereka menggunakan kata Kami, padahal dia sendiri yang mengatakan itu.
Misalkan seorang Khatib mengungkapkan :
"Kami mengajak para jamaah ..."
Padahal yang mengajak dirinya sendiri. Kami disini bukan berarti bahwa khothib ini banyak tapi menunjukkan bentuk pengagungan dirinya.
Jadi ini untuk membantah sebagian orang yang mengatakan bahwasanya :
ุฅَِّูุง َูุญُْู َูุฒََّْููุง ุงูุฐِّْูุฑَ
Sebagai dalil bahwasanya Allah itu berbilang. Ini menyelisihi aqidah Ahlussunah wal jama'ah dan aqidah Islam secara umum.
๐ท َูุฃَُِูู ุงูุงِุซَِْْููู ๐ท
☆ ุชَุฃْุชِْู ِููุฏَّูุงََูุฉِ ุนََูู ุงْูุบَุงุฆِุจَِْูู،َูุญُْู: ุงูุฒَْูุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุง
Alif itsnain datang untuk menunjukkan ghoib (kata ganti orang ketiga) mutsanna, contohnya :
๐ธ๐ธุงูุฒَْูุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุง
"Dua orang Zaid telah memukul"
☆ َูุชَุฃْุชِู ِููุฏَّูุงََูุฉِ ุนََูู ุงูุบَุง ุฆِุจَุชَِْูู ، َูุญُْู : ุงِْูููุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุชَุง
Dan juga bisa datang untuk Menunjuki kata ganti orang ketiga mutsanna muannats. Contohnya :
๐ธ๐ธ ุงِْูููุฏَุงِู ุถَุฑَุจَุชَุง
"Dua orang Hindun telah memukul"
๐ท ََููุงُู ุงْูุฌَู َุงุนَุฉِ ๐ท
☆ ุชَุฃْุชِู ِููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงْูุบَุงุฆِุจَِْูู،َูุญُْู: ุงูุฒَّْูุฏَُْูู ุถَุฑَุจُْูุง
Wawu jama'ah datang untuk menunjukkan atas kata ganti orang ketiga jamak mudzakkar, contohnya :
๐ธ๐ธุงูุฒَّْูุฏَُْูู ุถَุฑَุจُْูุง
Mana fail dari ุถَุฑَุจُْูุง, wawu-nya.
๐ท َู ُُْููู ุงูุฅَِูุงุซِ ๐ท
☆ ุชَุฃْุชِู ููุฏََّูุงَูุฉِ ุนََูู ุงูุบَุงุฆِุจَุงุชِ ، َูุญُْู : ุงِْูููุฏَุงุชُ ุถَุฑَุจَْู.
Nun muannats ia datang untuk menunjuki atas kata ganti orang ketiga jamak muannats.
Contohnya :
๐ธ๐ธ ุงِْูููุฏَุงุชُ ุถَุฑَุจَْู.
"Banyak Hindun telah memukul"
Intinya dari pembahasan ini bahwa dari ke-14 dari tashrif lughowiy fiil madhi yang telah kita pelajari di pelajaran shorof hanya dua yang failnya belum jelas. Yaitu :
ุถุٙฑุٙจٙ & ุถุٙฑุٙจุٙชْ
Adapun sisanya :
ุถَุฑَุจَุง - ุถَุฑَุจُูุง - ุถَุฑَุจَุชَุง - ุถَุฑَุจَْู - ุถَุฑَุจْุชٙ sampai ุถَุฑَุจَْูุง
Ini semuanya sudah sepaket sama failnya , sudah nempel di ujungnya. Kalau kita lagi bicara fiil madhi.
َُُّููู ู َุง ุฐُِูุฑٙ ู َِู ุงูุถَّู َุงุฆِุฑِ ُูุนْุฑَุจُ ِْูู ู َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุนٌِู
Maka setiap apa yang disebutkan drpd dhomir-dhomir ini , ia dii'rob dalam keadaan rofa' menjadi failnya.
Jadi kalau kita mengi'rob : ุถุٙฑุٙจْุชُ misalkan ,
ุถุٙฑุٙจٙ ِูุนٌْู ู ุٙงุถٍ ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู *ูٙ ุชุٙงุกُ* ุถูٙ ْูุฑٌ ู ُุชّุٙตٌِู ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุถّูٙ ِّ ِูู ู َุญِّูٙ ุฑْูุٙนٍ َูุงุนُُِูู
Jadi semuanya begitu.
Begitupun ุถุٙฑุٙจุٙง kita katakan alif-nya adalah failnya.
Dhorobna , nun-nya failnya.
Dhorobuu ุถَุฑَุจُูุง wawu-nya failnya.
Ini cara irobnya.
ِูุฃَََّููุง ู َุจَِّْููุฉٌ ،
Karena dhomir itu mabniy.
Ini sesuai dengan yang sudah kita pelajari bahwasanya seluruh dhomir itu hukumnya mabniy.
ََِููู ุชُุจَْูู ุนََูู ู َุง ุณُู ِุนَุชْ ุนََِْููู :
Ia dimabniykan atas apa yang didengar darinya.
✒ ุนََูู ุงูุถَّู ِّ ุฅِْู َูุงَูุชْ ู َุถْู ُْูู َุฉً
Maksudnya kalau kita i'rob ini ,kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุถّูٙ ِّ
Kapan? Kalau kita dengarnya dia di-dhommahkan , seperti ุถุٙฑุٙจْุชُ maka ุถุٙฑุٙจْุชُ ini :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุถّูٙ ِّ
✒ َู ุนََูู ุงَููุชْุนِ ุฅِْู َูุงَูุชْ ู ََْูุชُْูุญَุฉً
Mabniy alal Fathi kalau memang fathah, seperti :
ุถุٙฑَุจْุชَ dhorobta
Dhorobta ini kita katakan :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
✒ َู ุนََูู ุงَููุณْุฑ ุฅِْู َูุงَูุชْ ู َْูุณُْูุฑَุฉً
Dan ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณุฑِ kalau dia maksuroh (dikasrohkan) seperti :
ุถَุฑَุจْุชِ dhorobti
Maka ti-nya kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณْุฑِ
✒ َู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ุฅِْู ََููุชْ ุณََِููุฉً (ูก)
Dan ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู kalau dia sukun , seperti :
ุถَุฑَุจُูุง
Wawu-nya sukun maka kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู
Begitupun ุถَุฑَุจَุง ini diakhiri alif maka disukun, kita bilang :
ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงูุณُُِّููู
=========================
๐ฃCatatan Kaki ๐ฃ
(ูก) ََููุฐَุง َُููุงُู ِْูู ุจََِّููุฉِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ุงูู َุจَِّْููุฉِ ุฅِุฐَุง ََููุนَุชْ ู َِْููุนُ ุงَููุงุนِِู
Begitupun sisanya (isim isim sisanya) cara i'rob nya itu, yang kita dengar apa :
⚠ ุถَุฑَุจْุชِ kasroh ←ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณْุฑِ
⚠ุถุٙฑَุจْุชَ - fathah ← ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
⚠ุถَุฑَุจَู - fathah ← ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
=========================
َูุชَُُْููู ِْูู ุฅุนْุฑَุงุจِ َูุญِْู : ุถَุฑَุจْุชُ
Maka engkau katakan ketika mengirob contohnya :
๐ธ๐ธุถَุฑَุจْุชُ
Cara i'rohnya :
๐ธ๐ธ ุถَุฑَุจْุชُ ِูุนٌْู ู َุงุถٍ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ،
Kenapa ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ? Dhorobtu ba-nya sukun.
َู ุงูุชَّุงุกُ : ุถَู ِْูุฑٌ ู ُุชَّุตٌِู ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถَّู ِّ ِْูู ู َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุนٌِู
Dan ta-nya dhomir muttashil dimabniykan atas dhommah ِْูู ู َุญَِّู ุฑَْูุนٍ َูุงุนٌِู.
Kenapa ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถَّู ِّ? Karena ุถَุฑَุจْุชُ.
Kalau ุถَุฑَุจْุชِ
←ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุณْุฑِ
Kalau ุถุٙฑَุจْุชَ
← ู ุٙจٌِّْูู ุนูู ุงَููุชْุญِ
Kalau ุถَุฑَุจُْูุง karena wawu-nya sukun, misalkan ุถَุฑَุจُْูุง kita i'robnya :
※ ุถَุฑَุจَ ِูุนٌْู ู َุงุถٍ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถّูٙ ِّ ،
Ingat, bukan :
※ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ❌
Kalau ุถَุฑَุจْุชُ
※ ุถَุฑَุจَ ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู ،
Tapi kalau ุถَุฑَุจُْูุง, lihat ba-nya ada dhommahnya kita bilang :
ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุถّูٙ ِّ
Ketika kita i'rob wawu-nya
※ َู ุงููุงُู : ุถَู ِْูุฑٌ ู ُุชَّุตِู ู َุจٌِّْูู ุนََูู ุงูุณُُِّْููู
Baru kita jelaskan disitu sukun. Kenapa? Karena wawu disitu sukun harokatnya.
Ini pembahasan fail dhomir yang baariz dhomirnya jelas.
●●●●●●●●●●●●●●●
Sekarang kita bahas dhomir mustatir.
๐ุงููุงَุนُِู ุงูุถَู ِْูุฑُ ุงูู ُุณْุชَุชِุฑُ๐
َูุฅِْู َูู ْ َُِููู ุงَููุงุนُِู ุงุณْู ًุง ุธَุงِูุฑًุง َููุง ุถَู ِْูุฑًุง ุจَุงุฑِุฒًุง ََُููู ุถَู ِْูุฑٌ ู ُุณْุชَุชِุฑٌ َْููุณَ َُูู َูุฌُْูุฏٌ ุธَุงِูุฑٌ ِْูู ุงََูููุงู ِ، َู ุฅَِّูู َุง َُููุฏَّุฑُ ุนََูู ุญَุณَุจِ ุงูู َุนَْูู
Maka apabila sebuah fail itu bukan isim dzohir , bukan pula dhomir baariz maka jelas dia adalah fail dhomir mustatir.
َْููุณَ َُูู ُูุฌُูุฏٌ ุธَุงِูุฑٌ ِْูู ุงََูููุงู ِ
Yang tidak nampak, tidak jelas penampakannya pada kalam.
َู ุฅَِّูู َุง َُููุฏَّุฑُ ุนََูู ุญَุณَุจِ ุงูู َุนَْูู
Hanya saja dhomir mustatir itu ditakdirkan kira-kira tergantung dari maknanya.
Contohnya :
»» ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ
Kalimat «ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ» artinya "Zaid itu telah pergi" , «ุฐََูุจَ» failnya adalah َُูู. Huwa-nya siapa disini? Kembali kepada Zaid. Ini yang dimaksud sebagai dhomir mustatir.
● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ ●
Seakan-akan kita ngomong "Zaid itu pergi dia". Siapa dia-nya? «Zaid».
● َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ ●
"Dan Hindun juga telah pergi"
Kalau kita katakan «ุฐََูุจْุชُ» misalnya, siapa yang pergi? Tidak lain tidak bukan «Saya».
รค ุถَุฑَุจْุชَ , siapa yang memukul? «Kamu»
รค ุถَุฑَุจَูุง , tidak lain adalah «nahnu»
Tapi kalau kita hanya mengatakan ุถَุฑَุจَ saja, Siapa yang pergi? «Dia». Dianya siapa? Belum jelas. Makanya bilangnya dhomir mustatir (tersembunyi ).
Begitupun ุถุٙฑุٙจุٙชْ "dia telah pergi". Siapa dia-nya? Tidak jelas, makanya ุถَุฑَุจَ & ุถَุฑَุจَุชْ harus menyebutkan failnya.
Contohnya :
● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ ●
ุฃَُّู: ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ (َُูู) ، َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ (َِูู)
Jadi kalau kita ngomong ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ seakan-akan kita ngomong ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ (َُูู) "Zaid itu pergi dia".
َู ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ (َِูู)
"Dan Hindun pergi dia"
Siapa yang pergi? «Dia». Siapa dia? «Hindun».
Kalau ● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ ●
Siapa yang pergi? «Dia». Siapa dia? «Zaidun»
Ini yang disebut dhomir mustatir tersembunyi.
Maka i'robnya :
★ َูุงَููุงุนُู ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ุฌََูุงุฒًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู َُูู َูุนُูุฏُ ุนูู ุฒَْูุฏٍ ِْูู ุงِููุนِْู ุงูุฃََِّูู َู ุชَْูุฏِْูุฑُُู (َُูู) َูุนُْูุฏُ ุนََูู ِْููุฏٍ َْูู ุงِููุนِْู ุงูุซَّุงِْูู
Jadi cara i'robnya kalau ● ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ ● ,
๐นsetelah kita katakan « ุฒَْูุฏٌ » ini mubtada,
๐นdan «ุฐََูุจَ» ِูุนٌْู ู َุงุถٍ
๐นSetelah itu kita bilang :
★ ู ุงَููุงุนُู ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ููู ุฌََูุงุฒًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู (َُูู) َูุนُูุฏُ ุนูู ุฒَْูุฏٍ
Kalau ●ِْููุฏٌ ุฐََูุจَุชْ● bilangnya :
★ ุชَْูุฏِْูุฑُُู (َِูู) َูุนُْูุฏُ ุนََูู ِْููุฏٍ
ََููุง َูุฎْุฑُุฌُ ุชَْูุฏِْูุฑُ ุงูุถَّู َْูุฑِ ุงูู ُุณْุชَุชِุฑِ ุนَْู َูุฐَِْููู ِْูู ُِّูู ِูุนٍْู ู َุงุถٍ
Tidak keluar taqdir dhomir mustatir dari kedua jenis dhomir mustatir ini disetiap fiil madhi.
______________________
Tambahan
๐ฆ ََููุงุฆِุฏٌ َูุชَْูุจَِููุงุชٌ ๐ฆ
๐ง ูก- ุฅِุฐَุง ุชََูุฏَّู َ ุงَููุงุนُِู ุนََูู ِูุนِِْูู ุฎَุฑَุฌَ ุนَْู َِِูููู َูุงุนِูุงً ุฅَِูู َِِْูููู ู ُุจْุชَุฏَุกًุง.
َูุญُู؛ ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ
1⃣ Apabila fail didahulukan dari pada fiilnya maka dia keluar dari keadaannya (berupa fail) menjadi mubtada.
Contoh:
●ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ●
Jadi kalau kalimatnya «ุฐََูุจَ ุฒَูุฏٌ » ini namanya fiil dan fail.
Tapi kalau dibalik «ุฒَْูุฏٌ ุฐََูุจَ» jangan dibilang fail dan fiil. Tapi namanya jumlah ismiyyah. Karena definisi jumlah ismiyyah adalah kalimat yang diawali oleh isim.
Maka « ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ » itu bukan dibilang fail dan fiil tapi mubtada dan khobar. Dimana khabarnya ini fiil madhi. Fiil madhinya ini fail nya adalah huwa. Dimana huwa-nya kembali kepada Zaidun.
Ini adalah cara kita menjelaskan kalimat :
●ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ●
Kalau : «ุฐََูุจَ ุฒَْูุฏٌ »
«ุฐََูุจَ» fiil
«ุฒَْูุฏٌ» fail
Tapi kalau ●ุฒَูุฏٌ ุฐََูุจَ● kita tidak bisa bilang :
«ุฒَْูุฏٌ»
==>(fail yg didahulukan )failnya muqoddam ❌
Yang benar : «ุฐََูุจَ» adalah fiilnya.
๐ง ูข- َูุงُูุฌَู َุงุนَุฉِ؛ ุชُุฎุชَุตُّ ุจุงِูุนَُููุงَุก ِู َِู ุงูุฐُُّููุฑِ،
2⃣ Wawu jamak dikhususkan untuk aqil mudzakkar.
َูู َِูุงูุฃَุฎْุทَุงุกِุงูุดَّุงุฆِุนَุฉِ َُُููููู ْ؛ ุงِّููุณَุงุกُ ุบَุณَُููุง ุงูุซَِّูุงุจَ،
Dan diantara perkataan mereka yang tersebar ,
(Jadi ini tanbih dari pengarang kitab Al-Mumthi') yang namanya wawu jamaa'ah, misalkan «ุถَุฑَุจُูุง»
Kalau :
«َูุชَุจَ» ==> َูุชَุจُูุง
Itu dikhususkan untuk aqil mudzakkar. Karena ia jamak mudzakkar salim.
Kenapa beliau ngomong begitu karena bisa jadi di Arab sana orang yang menggunakan ini juga buat jamak muannats salim , contoh:
★ ุงِّููุณَุงุกُ ุบَุณَُููุง ุงูุซَِّูุงุจَ
Padahal «ุงِّููุณَุงุกُ» muannats. Seharusnya tidak pakai «ุบَุณَُููุง» tapi «ุบَุณََูู»
Kalau mau disini jangan pakai «ุงِّููุณَุงุกُ» tapi pakai :
★ ุงูุฃุจَุงุกُ ุบَุณَُููุง ุงูุซَِّูุงุจَ
"Para bapak-bapak mencuci pakaian".
َูุงูุตََّูุงุจُ ุฃู َُููุงَู :
Yang benar itu dikatakan :
ุงِّููุณَุงุกُ ุบَุณََูู ุงูุซَِّูุงุจَ
๐ง ูฃ-ุงูุถَّู ِูุฑُ ุงูู ُุณุชَุชِุฑُ ِูู ุงِููุนِู ุงูู َุงุถِู ุชَูุฏِูุฑُُู؛(َُูู)ุฃَْู(َِูู)ุฏَุงุฆِู ًุง،َُููุณุชَุชَุฑُ ุฌََูุงุฒًุง.
3⃣ Dhomir mustatir pada fiil madhi taqdirnya itu selalu kalau tidak huwa ya hiya saja. Kenapa?
Karena kalau fiil madhi yang dhomitnya mustatir hanya yang huwa dan hiya.
Adapun sisa dhomirnya failnya sudah nempel sama fiilnya.
ََููุณْุชุชِุฑُ ุฌََูุงุฒًุง
Dan dia disembunyikan secara jawaz (boleh).
Nanti kalau dalam pembahasan fiil madhi semua dhomir mustatir semuanya mustatir ุฌََูุงุฒًุง. Karena boleh disembunyikan.
Tapi kalau sudah bahas fiil mudhoori' nanti ada lagi istilah dhomir mustatir wujub. Kalau wujub artinya : dia disembunyikan tapi failnya sudah jelas siapa.
Seperti misalkan ุฃَْูุชُุจُ "Saya menulis".
Kita tidak bisa bilang bahwa hamzah pd ุฃَْูุชُุจُ failnya, kita bilangnya ุฃَْูุชُุจُ itu failnya ุฃََูุง . Tapi mana ุฃََูุง nya? Disembunyikan.
Maka kita bilang :
ุฃَْูุชُุจُ ==> َู ุงَููุงุนُِู ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ُูุฌُْูุจًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู ุฃََูุง
Kenapa dibilang wajib?
Karena ุฃَْูุชُุจُ itu sekalipun dhomirnya mustatir tapi maknanya tidak mungkin selain ุฃََูุง. Pasti ุฃََูุง.
Tapi kalau misalkan ุฐََูุจَ
ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ุฌََูุงุฒًุง
Disembunyikan karena ุฌََูุงุฒًุง boleh, bukan ُูุฌُْูุจًุง (wajib).
Karena kalau ุฐََูุจَ yang jadi fail berarti bisa siapa saja, bisa Zaid, bisa Bakr, bisa Utsman .
Jadi bisa apapun makanya :
ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ุฌََูุงุฒًุง
๐ง ูค- ุงูุถَّู ِูุฑُ ุงูู ُุณุชَุชِุฑُ ِูุงِููุนู ِุงูุฃَู ْุฑِ ุชَูุฏِูุฑُُู (ุฃَูุชَ) ุฏَุงุฆِู ًุง، َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُูุจًุง.
4⃣ Adapun dhomir mustatir yang ada pada fiil amr taqdirnya selalu «ุฃَูุชَ» dan dia ditakdirkan secara wujub.
Maksudnya begini : fiil amr ada 6, misalkan:
ุงِุถْุฑِุจْ - ุงِุถْุฑِุจَุง - ุงِุถْุฑِุจُูุง - ุงِุถْุฑِุจِู- ุงِุถْุฑِุจَุง- ุงِุถْุฑِุจَْู
Yang mustatir hanya yang Anta saja, ุงِุถْุฑِุจْ saja.
Adapun
- ุงِุถْุฑِุจَุง alif failnya
- ุงِุถْุฑِุจُูุง wawu failnya
- ุงِุถْุฑِุจِู ya-nya
- ุงِุถْุฑِุจَْู nun-nya
Satu-satunya dhomir yang mustatir pada fiil amr adalah dhomir Anta ุงِุถْุฑِุจْ. Tapi mustatirnya wujub.
Kita bilang kalau ุงِุถْุฑِุจْ :
ุถَู ูุฑٌ ู ُุณุชุชِุฑٌ ُูุฌُْูุจًุง ุชَْูุฏِูุฑُُู ุฃَูุชَ
๐ง ูฅ. ุงูุถَّู ِْูุฑُ ุงْูู ُุณْุชَุชِุฑُ ِْูู ุงِْููุนِْู ุงْูู ُุถَุงุฑِุนِ َูุฎْุชَُِูู ุจِุงุฎْุชَِูุงِู ุญَุฑِْู ุงْูู ُุถَุงุฑَุนَุฉِ:
5⃣ Dhomir mustatir pada fiil mudhoori' berbeda-beda. Dengan perbedaan huruf mudhooro'ah.
Kalau fiil madhi yang dhomirnya mustatir ada dua : yaitu yang huwa dan hiya.
Kalau fiil amr ada satu saja yaitu dhomirnya Anta.
Kalau fiil mudhoori' banyak kondisinya.
Kita baca :
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุงَููู ْุฒَุฉِ،َูุญُْู: ุฃَุถْุฑِุจُ ุชَْูุฏِْูุฑُُู( ุฃََูุง )،َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُْูุจًุง.
●● Maka yang diawali oleh hamzah (ุก) contoh : ุฃุถุฑุจُ taqdirnya adalah ุฃََูุง.
Ia disembunyikan secara wajib.
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุงُِّْูููู،َูุญُْู: َูุถْุฑِุจُ ุชَْูุฏِْูุฑُُู(َูุญُْู) َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُْูุจًุง.
●● Dan yang diawali oleh huruf nun , kita tahu bahwa huruf mudhooro'ah itu ุก،ู،ู & ุช
※ kalau yang diawali Hamzah taqdirnya Anaa
※ Diawali Nun taqdirnya nahnu (disembunyikan secara wujuuban )
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุงَููุงุกِ،َูุญُْู: َูุถْุฑِุจُ ุชَْูุฏِْูุฑُُู(َُูู)،َُููุณุชَุชَุฑُ ุฌََูุงุฒًุง.
●● Dan yang diawali oleh ya' contohnya : َูุถْุฑِุจُ
Taqdirnya adalah huwa.
Disembunyikan secara ุฌََูุงุฒًุง.
Kenapa ุฌََูุงุฒًุง? Karena berbeda dengan ุฃَุถْุฑِุจُ yang pasti Anaa dan َูุถْุฑِุจُ yang pasti nahnu , tapi kalau َูุถْุฑِุจُ failnya bisa apa saja, bisa siapa saja.
Ini yang dimaksud dengan ُูุฌُْูุจًุง dan ุฌََูุงุฒًุง.
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุชَุงุกِ ุงูุชَّุฃِْْููุซِ،َูุญُْู: ุชَุถْุฑِุจُ
● Dan yang diawali oleh ta' ta'nits ,contoh: ุชَุถْุฑِุจُ
ุชَْูุฏِْูุฑُُู(َِูู)، َُููุณุชَุชَุฑُ ุฌََูุงุฒًุง
Dan dia disembunyikan secara ุฌََูุงุฒًุง (boleh).
Jadi sama huwa dan hiya sama-sama mustatir ุฌََูุงุฒًุง.
●●• َูุงูู َุจْุฏُْูุกِ ุจِุชَุงุกِ ุงْูู ُุฎَุงุทَุจِ،َูุญُْู ุฃُุญِุจُ ุฃَْู ุชَุถْุฑِุจَ ุชَْูุฏِْูุฑَُู(ุฃَْูุชَ)، َُููุณุชَุชَุฑُ ُูุฌُْูุจًุง
● Dan yang diawali oleh ta mukhothob seperti : ุชَุถْุฑِุจَ taqdirnya adalah Anta.
Dan dia Disembunyikan secara wajib.
Jadi ini detail dari fiil mudhoori'.
Jadi kesimpulannya dari fiil mudhoori' yang ada 14 :
َูุถْุฑِุจُ - َูุถْุฑِุจَุงِู - َูุถْุฑِุจَُูู -ุชَุถْุฑِุจُ - ุชَุถْุฑِุจَุงِู - َูุถْุฑِุจَْู ... dst
Nanti ada dhomir yang baariz dan mustatir.
Yang baariz adalah fiil-fiil yang lima, fiil yang diakhiri nun niswah,ini fail nya baariz.
Kita urut saja dari pertama :
รข َูุถْุฑِุจُ => Failnya dhomir mustatir jawaazan
รข َูุถْุฑِุจَุงِู => Baariz , failnya alifnya.
รข َูุถْุฑِุจَُูู => Failnya wawunya (baariz)
รข ุชَุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir jawaazan
รข ุชَุถْุฑِุจَุงِู => alifnya
รข َูุถْุฑِุจَْู => nun-nya failnya
รข ุชَุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir wujub taqdirnya anta
รข َูุถْุฑِุจَุงِู => alif failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَُูู => waw failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَِูู => ya' failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَุงِู => alif failnya
รข ุชَุถْุฑِุจَْู => nun failnya
รข ุฃَุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir tapi wujub Anaa
รข َูุถْุฑِุจُ => dhomir mustatir wujub nahnu
Jadi ini kesimpulan mana yang dhomirnya Baariz dan mana yang dhomirnya mustatir, baik mustatirnya wujub dan mustatirnya jawaazan.
Jadi ini bisa kita lihat di bagan Halaman 88.
Disitu bahwasanya fail terbagi menjadi dua : ada dzohir ada dhomir.
Dzohir contohnya :
َูุงู َ ุฒَْูุฏٌ - َูุงู َ ุงูุฒูุฏุงِู - َูุงู َ ุงูุฒูุฏَูู
Kemudian fail yang dhomir, terbagi lagi menjadi dua,
1. Ada yang Mustatir
2. ada yang muttashil
Mustatir ada :
1. Mustatir wujuuban
2. Mustatir jawaazan
*Kalau dhomir yang muttashil itu berlaku hanya untuk fiil madhi saja*.
Yang tadi kita pelajari :
● Ta' fail, naa-fail, aliful istnain dan wawu jamaa'ah dan nun niswah.
Untuk i'robnya bisa dipelajari sendiri , kalau tidak jelas silakan ditanyakan karena tidak mungkin semuanya kita bahas.
Ini sudah pertemuan yang kesekian jadi harapannya sudah mulai bisa membaca sendiri-sendiri.
Thayyib , jadi kesimpulan dari pelajaran kali ini adalah bahwasanya diantara fail yang dhomir itu ada yang baariz (nampak jelas) mana failnya, ada yang dhomir mustatir (tersembunyi).
Baik yang tersembunyinya wujub (wajib) ataupun tersembunyi nya jawaz.
Kesimpulan :
๐น๐น Fail terbagi :
※ ada dzohir
※ ada dhomir
๐น๐นDhomir terbagi lagi menjadi :
√ dhomir baariz
√ dhomir mustatir
๐น๐นDhomir Mustatir terbagi lagi menjadi :
● mustatir wujub
● mustatir jawaazan
Thayyib barangkali cukup sampai disini. Semoga bermanfaat.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Dars 30: Fail Dzohir
❀━━━••❃❃••━━━❀
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 14
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 30 :: Fail Dzohir
⌛ Durasi audio :: 15.05 menit
❀━━━••❃❃••━━━❀
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita telah sampai pembahasan kitab Al-Mumthi' fii Syarhil Ajurrumiyyah dalam pembahasan ุจَุงุจُ ุงَููุงุนِِู bab tentang Fail.
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู :
(ุจَุงุจُ ุงَููุงุนِِู: ุงِููุนُْู َُูู ุงูุงِุณْู ُ ุงูู َุฑُْْููุนُ ุงูู َุฐُْْููุฑُ َูุจَُْูู ِูุนُُْูู،
Berkata Al-Mushonnif : bab tentang fail :
๐น*fail adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya (sebelum fail),
fiilnya*.
Definisi yang sangat sederhana, fail adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya fiilnya.
Jadi ada fiil, kalau setelahnya ada isim yang dirofa'kan maka Isim itu adalah fail namanya.
ََُููู ุนََูู ِูุณْู َِْูู: ุธَุงِูุฑٍ ،َูู ُุถْู َุฑٍ،
Fail ada dua macam :::
1. Dzohir (ada yang sifatnya nampak)
2. Mudhmar (ada fail yang sifatnya dhomir)
Apa itu dzohir dan apa itu dhomir?
Beliau memberi contoh :
َูุงูุธَّุงِูุฑُ َูุญُْู ََِْูููู :
Maka fail yang dzohir itu seperti perkataan :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒَْูุฏٌ
๐ธ๐ธ"Zaid telah berdiri"
Lihat, Zaid disini dzohir (nampak) disebut namanya. Itulah kenapa disebut dzohir , kalau dhomir berupa dhomir. Kita kenal ada 14. Jadi kalau bukan dhomir itu namanya dzohir.
๐ธ๐ธ َู َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ
๐ธ๐ธ "Zaid sedang berdiri"
๐ธ๐ธ َู َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَุงِู
๐ธ๐ธ"Dua orang Zaid telah berdiri"
*Perhatikan*
Ketika Zaid-nya sendiri → َูุงู َ ุฒَْูุฏٌ , tanpa Alif Lam karena memang nama itu sudah ma'rifat dan tidak boleh lagi ditambah AL ta'rif.
Jadi tidak boleh
❌ َูุงู َ ุงูุฒّูุٙฏُ ❌
Tidak bisa diberi AL.
Kecuali nama-nama yang memang secara sama-iy diberikan AL. Itupun bukan AL ta'rif tetpi AL ziyadah (AL tambahan) yang biasanya kalau nempel pada nama itu bermakna ุงูุชูุงุฆู (optimisme atau harapan baik).
Misalkan diantara nama yang dikasih AL adalah :
๐ธ๐ธุงูุญุٙณُูٙ (cucu Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู )
Al-Hasan, AL pada nama al-Hasan bukan menunjukkan AL ta'rif (yang membuat kata menjadi ma'rifah) karena nama sudah ma'rifat.
Tetapi AL pada contoh nama AL-HASAN merupakan ุงูุชูุงุฆู , AL yang bermakna optimisme.
Karena Hasan kan artinya *Baik* harapannya orang yang bernama Hasan itu AL-Hasan _baik beneran_.
Jadi al-Hasan semacam kita memanggil orang sekaligus mendoakannya.
"Wahai orang baik"
al-Hasan itu sekaligus doa.
Seperti misalkan nama yang boleh dikasih AL ,
ูุٙงุถِู ← "punya keutamaan"
Kalau kita memanggil orang yg namanya ุงููุٙงุถู sekaligus doa.
Kita berharap orang yang namanya Fadhil itu "Fadhil beneran" mempunyai keutamaan beneran.
Sebagaimana orang yang punya Hasan , Hasan beneran.
Jadi ini AL pembahasan pada nama.
Kenapa ketika ุงูุฒูุฏุงِู ada AL-nya?
๐ธ๐ธ َู َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَุงِู
Disini AL-nya , untuk membedakan mana yang menunjukkan makna mutsanna, mana menunjukkan makna mufrod.
Kalau kita bacanya :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒูุฏุงِู tanpa AL
Maka ini ada orang yang namanya Zaidaani. Tapi kalau kita kasih AL disitu
๐ธ๐ธَูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَุงِู
Ini menunjukkan bahwa ุงูุฒَّْูุฏَุงِู ini → ุฒูุٙฏٌ ู ุฒูุฏٌ
"Telah berdiri dua orang Zaid"
Kalau kita hilangkan AL-nya :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒูุฏุงِู
"Telah berdiri seorang Zaidaani"
Jadi ada nama orang namanya Zaidaani.
Ini kaidahnya pemberian AL pada nama.
๐ธ๐ธ َู َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَُْูู،
"Banyak Zaid telah berdiri"
๐ธ๐ธ ََُْููููู ُ ุงูุฒَّْูุฏَُْูู
"Banyak Zaid sedang berdiri"
๐ธ๐ธَู َูุงู َ ุงูุฑِّุฌَุงُู
"Para laki-laki telah berdiri"
๐ธ๐ธََُْููููู ُ ุงูุฑِّุฌَุงُู
"Para laki-laki sedang berdiri"
๐ธ๐ธََููุงู َุชْ ِْููุฏٌ
"Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธ َูุชَُْููู ُ ِْููุฏٌ،
"Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธ ََููุงู َุชِ ุงِْูููุฏَุงِู،
"Dua orang Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธَูุชَُْููู ُ ุงِْูููุฏَุงِู،
"Dua orang Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธ ََููุงู َุชِ ุงِْูููุฏَุงุชُ،
"Banyak Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธ َูุชَُْููู ُ ุงِْูููุฏَุงุชُ،
"Banyak Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธََููุงู َุชِ ุงُُْููููุฏُ،
"Banyak Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธَูุชَُْููู ُ ุงُُْููููุฏُ،
"Banyak Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธََููุงู َ ุฃَุฎَُْูู،
"Saudaramu telah berdiri"
๐ธ๐ธََُْููููู ُ ุฃَุฎَُْูู،
"Saudaramu sedang berdiri"
๐ธ๐ธ ََููุงู َ ุบَُูุงู ِู،
"Telah berdiri pembantuku"
๐ธ๐ธََُْููููู ُ ุบَُูุงู ِู،
"Dan sedang berdiri pembantuku"
َูู َุง ุฃَุดْุจََู ุฐََِูู.
Dan apa yang menyerupai demikian (dsb).
Inilah jalan yang diperoleh oleh Ibnu Aajurrum Ash-Shonhajiy ketika menjelaskan sesuatu beliau tidak ingin bertele-tele dalam berteori.
Maka ketika menjelaskan apa itu isim fail, beliau hanya menyebutkan fail itu adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya fiilnya.
Sederhana sekali.
Begitu juga ketika menjelaskan fail ada Dua ada dzohir dan dhomir, beliau tidak memberikan definisi tapi langsung contoh.
Ketika beliau memberi contoh :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒَْูุฏٌ , َู َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ dst
Dari contoh ini kita dapat melihat bahwa beliau ingin memberikan kaidah:
√ bagaimana kalau dalilnya mufrod ,
√ bagaimana kalau failnya mutsanna,
√ bagaimana kalau failnya jamak mudzakar Salim
√ bagaimana kalau failnya jamak taksir
√ bagaimana kalau failnya mufrod muannats , mustanna muannats, jamak muannats
√ bagaimana kalau failnya isim yang lima
√ bagaimana kalau failnya diidhofahkan kepada ya' mutakallim
Jadi dengan melihat contoh-contoh yang beliau berikan kita bisa membuat kaidah, menyimpulkan kaidah.
Ketika misalkan failnya mufrod maka rofa'nya dengan dhommah.
๐ธ๐ธูุงู ٙ ุฒูุٙฏٌ
Kalau failnya mutsanna mudzakkar maka failnya dengan Alif.
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒูุฏุงِู
Kalau jamak mudzakkar salim maka failnya dengan wawu ,
๐ธ๐ธَ َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَُْูู،
Kalau failnya jamak taksir dhommah :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุงูุฑِّุฌَุงُู
Kalau dia mufrod muannats dengan dhommah :
๐ธ๐ธََููุงู َุชْ ِْููุฏٌ
Kalau jamak muannats salim dengan dhommah :
๐ธ๐ธََูุงู َุชِ ุงِْูููุฏَุงุชُ،
Kalau isim yang lima :
๐ธ๐ธََููุงู َ ุฃَุฎَُْูู، (bukan akhiika)
Kalau failnya bersambung dengan ya' mutakallim dibacanya :
๐ธ๐ธ ََููุงู َ ุบَُูุงู ِู، (bukan ghulamuy)
Kelebihan kitab ini tidak panjang berteori tapi banyak memberikan contoh dan dari contohnya kita dapat mengambil semacam kesimpulan.
(Semoga Allah memberkahi ilmu dari Ibnu Aajurrum Ash-Shonhajiy)
-------------------------------------------------------
๐ถ ุงูุดَّุฑْุญُ : ุงَููุงุนُِู ๐ถ
ุชَุนْุฑُُِْููู ُูุบَุฉً : َُูู ู َْู ุฃَْูุฌَุฏَ ุงِููุนَْู.
Definisi fail secara bahasa ُูุบَุฉً
~ َُูู ู َْู ุฃَْูุฌَุฏَ ุงِููุนَْู.
"Adalah orang yang melakukan sebuah perbuatan"
~~~~~~~
Kalau Antum nanya kenapa dibaca :
~ ุชَุนْุฑُُِْููู ُูุบَุฉً
Ini adalah ูุงุฆุจ ุงูุธุฑู atau istilah lainnya :
ู ูุตูุจ ุจِูุฒุนِ ุงูุฎุงูุถِ
Asalnya ~> ุชَุนْุฑُُِْููู ูู ُูุบَุฉ , "Ta'rif nya dari sisi lughoh/bahasa".
Tapi ูู nya dibuang jadi lughotan ُูุบَุฉً jadilah dia manshub. Namanya naib dzorof ูุงุฆุจ ุงูุธุฑู.
Dia menjadi dzorof disebabkan karena ada huruf fii ูู yg dibuang.
~~~~~~~
َูุงุตْุทَِูุงุญًุง : َُูู ุงูุงุณْู ُ ุงูู َุฑُْْููุนُ ุงูู َุฐُْْููุฑُ َูุจَُْูู ِูุนُُْูู.
Adapun makna fail secara istilah : adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya fiilnya.
ู ِุซَุงُُูู : َูุงู َ ุฒَْูุฏٌ.
ุฅِุนْุฑَุงุจُُู : َูุงู َ : ِูุนٌْู ู َุงุถٍ، ุฒَْูุฏٌ : َูุงุนٌِู. ََُููู ุงุณْู ٌ ู َุฑُْْููุนٌ ุฐُِูุฑَ َูุจَُْูู ِูุนٌْู َูุงِูุนٌ ู ُِْูู.
Contohnya :
๐ธQooma َูุงู َ adalah fiil madhi
๐ธZaidun ุฒَْูุฏٌ adalah fail
๐ธZaidun ุฒَْูุฏٌ adalah isim yang dirofa'kan disebutkan sebelumnya fiil yang ia kerjakan.
๐ท ุฃَْููุนُُู : ุธَุงِูุฑٌ َูู ُุถْู َุฑٌ
๐ท Macam-macam Fail ada Dua :
1. Ada Fail yang dzohir
2. Ada Fail yang dhomir (mudhmar)
1⃣ *ุฃًََّููุง : ุงَููุงุนُِู ุงูุธَّุงِูุฑُ*
1⃣ *Pertama : Fa'il yang dzohir*
๐ ََُููู ُูุฑَْูุนُ ุจِุงูุถَّู َّุฉِ
ุฅِุฐَุงَูุงَู ู ُْูุฑَุฏًุง، َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: (َูุฌَุขุกَ ุฑَุจَُّู ) (ูก)
Fail yang dzohir itu dirofa'kan dengan dhommah , kapan?
๐ Apabila ia mufrod.
Contohnya , firman Allah ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู
(َูุฌَุขุกَ ุฑَุจَُّู ) (ูก)
Robbu disini adalah mufrod.
Jamaknya => ุฃุฑْุจุงุจٌ
(Ini dalam surat Al-Fajr ayat 22)
Kemudian dirofa'kan dengan dhommah ,
ุฃَْู ุฌَู ْูุนَ ู ُุคََّูุซٍ ุณَุงِูู ًุง َูุญُْู َِِْูููู: (ุฅِุฐَุง ุฌَุขุกَُูู ُ ุงูู ُุคْู َِูุชُ) (ูข)
Pertama dirofa'kan dengan dhommah :
๐ Pertama Mufrod
๐ Kedua jamak muannats salim
Contohnya , firman Allah ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู :
ุฅِุฐَุง ุฌَุขุกَُูู ُ ุงูู ُุคْู َِูุชُ (ูข)
"Apabila banyak wanita beriman mendatangi kalian"
Maka ุงูู ُุคْู َِูุชُ dhommah. Kenapa? Karena jamak muannats salim kaidahnya marfu' dengan dhommah.
๐ Ketiga : Jamak Taksir
ุฃَْูุฌَู ْุนَ ุชَْูุณِุฑٍ، َูุญُْู َِِْูููู
← (َูุงَูุชِ ุงูุฃَุนْุฑَุงุจُ) (ูฃ)
"Telah berkata orang Arab"
Dalam surat Al Hujurot ayat 14.
Lihat, ุงูุฃَุนْุฑَุงุจُ dhommah. Karena jamak taksir.
Jadi kesimpulannya fail yang dzohir marfu' dengan dhommah kalau dia mufrod, jamak muannats salim, dan ketiga jamak taksir.
๐ َُููุฑَْูุนُ ุจِุงَููุงِู
ุฅِุฐَ َูุงَู ุฌَู ْุนَ ู ُุฐََّูุฑٍ ุณَุงِูู ุงً،َูุญُْู َِِْูููู : (َูุงَู ุงูุญََูุงุฑَُِّْููู) (ูค)
Dirofa'kan dengan wawu. Fail dzohir itu dirofa'kan dengan wawu, kapan?
๐ Pertama ~> ุฅِุฐَ َูุงَู ุฌَู ْุนَ ู ُุฐََّูุฑِ ุณَุงِูู ุงً apabila ia dalam bentuk jamak mudzakkar salim
Contohnya , firman Allah ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู :
(َูุงَู ุงูุญََูุงุฑَُِّْููู) (ูค)
Jadi tidak :
❌َูุงَู ุงูุญََูุงุฑِِّูููٙ ❌
Tapi dengan dhommah.
๐ Kedua ~>
ุฃْْู ู َِู ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ุงูุฎَู ْุณَุฉِ،َูุญَُِِْْููููู: (َูุงَู ุฃَุจُُْููู ْ) (ูฅ)
Atau kalau dia termasuk isim yang lima.
َูุญَُِِْْููููู: َูุงَู ุฃَุจُُْููู ْ (ูฅ)
"Telah berkata Bapak mereka"
Jadi ada dua fail dzohir yang rofa'nya itu dengan wawu.
Karena sudah sepakat bahwa yang namanya fail pasti marfu'.
Cuma ada yang marfu'-nya dengan dhommah (sudah disebutkan ada tiga mufrod-jamak muannats salim - jamak taksir) , kemudian kita bahas ada dua yang marfu'-nya dengan wawu (jamak mudzakkar salim dan isim yang lima).
Sebenarnya ini mengulang pelajaran kita di bab
ู ุนุฑูุฉ ุงูุนูู ุฉ ุงูุฅุนุฑุงุจ
๐ َُููุฑَْูุนُ ุจِุงูุฃَِِูู
๐ Di rofa kan dengan Alif , kapan?
๐ ุฅِุฐَุง َูุงَู ู ُุซََّูู ، َูุญُْู َِِْูููู: َูุงَู ุฑَุฌَُูุงِู
Dalam surat Al-Maidah ayat 23.
Jadi fail itu sudah pasti marfu'. Marfu'-nya ada yang dengan dhommah, wawu dan Alif.
Apa yang ketika marfu' dengan Alif?
Adalah mustanna.
Contohnya :
َูุงَู ุฑَุฌَُูุงِู
Bukan :
َูุงَู ุฑَุฌَُِููู
Kesimpulan ::
Fail ada yang dzohir dan ada dhomir.
Fail yang dzohir adalah fail yang jelas disebutkan nama pelakunya.
Fail itu marfu', dan marfu'-nya ada yang dengan dhommah, dengan wawu, dan dengan Alif.
Jadi ini kesimpulan dari pelajaran yang pertama dari baabul Fail.
Semoga bermanfaat.
❀━━━••❃❃••━━━❀
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 14
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 30 :: Fail Dzohir
⌛ Durasi audio :: 15.05 menit
❀━━━••❃❃••━━━❀
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita telah sampai pembahasan kitab Al-Mumthi' fii Syarhil Ajurrumiyyah dalam pembahasan ุจَุงุจُ ุงَููุงุนِِู bab tentang Fail.
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู :
(ุจَุงุจُ ุงَููุงุนِِู: ุงِููุนُْู َُูู ุงูุงِุณْู ُ ุงูู َุฑُْْููุนُ ุงูู َุฐُْْููุฑُ َูุจَُْูู ِูุนُُْูู،
Berkata Al-Mushonnif : bab tentang fail :
๐น*fail adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya (sebelum fail),
fiilnya*.
Definisi yang sangat sederhana, fail adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya fiilnya.
Jadi ada fiil, kalau setelahnya ada isim yang dirofa'kan maka Isim itu adalah fail namanya.
ََُููู ุนََูู ِูุณْู َِْูู: ุธَุงِูุฑٍ ،َูู ُุถْู َุฑٍ،
Fail ada dua macam :::
1. Dzohir (ada yang sifatnya nampak)
2. Mudhmar (ada fail yang sifatnya dhomir)
Apa itu dzohir dan apa itu dhomir?
Beliau memberi contoh :
َูุงูุธَّุงِูุฑُ َูุญُْู ََِْูููู :
Maka fail yang dzohir itu seperti perkataan :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒَْูุฏٌ
๐ธ๐ธ"Zaid telah berdiri"
Lihat, Zaid disini dzohir (nampak) disebut namanya. Itulah kenapa disebut dzohir , kalau dhomir berupa dhomir. Kita kenal ada 14. Jadi kalau bukan dhomir itu namanya dzohir.
๐ธ๐ธ َู َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ
๐ธ๐ธ "Zaid sedang berdiri"
๐ธ๐ธ َู َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَุงِู
๐ธ๐ธ"Dua orang Zaid telah berdiri"
*Perhatikan*
Ketika Zaid-nya sendiri → َูุงู َ ุฒَْูุฏٌ , tanpa Alif Lam karena memang nama itu sudah ma'rifat dan tidak boleh lagi ditambah AL ta'rif.
Jadi tidak boleh
❌ َูุงู َ ุงูุฒّูุٙฏُ ❌
Tidak bisa diberi AL.
Kecuali nama-nama yang memang secara sama-iy diberikan AL. Itupun bukan AL ta'rif tetpi AL ziyadah (AL tambahan) yang biasanya kalau nempel pada nama itu bermakna ุงูุชูุงุฆู (optimisme atau harapan baik).
Misalkan diantara nama yang dikasih AL adalah :
๐ธ๐ธุงูุญุٙณُูٙ (cucu Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู )
Al-Hasan, AL pada nama al-Hasan bukan menunjukkan AL ta'rif (yang membuat kata menjadi ma'rifah) karena nama sudah ma'rifat.
Tetapi AL pada contoh nama AL-HASAN merupakan ุงูุชูุงุฆู , AL yang bermakna optimisme.
Karena Hasan kan artinya *Baik* harapannya orang yang bernama Hasan itu AL-Hasan _baik beneran_.
Jadi al-Hasan semacam kita memanggil orang sekaligus mendoakannya.
"Wahai orang baik"
al-Hasan itu sekaligus doa.
Seperti misalkan nama yang boleh dikasih AL ,
ูุٙงุถِู ← "punya keutamaan"
Kalau kita memanggil orang yg namanya ุงููุٙงุถู sekaligus doa.
Kita berharap orang yang namanya Fadhil itu "Fadhil beneran" mempunyai keutamaan beneran.
Sebagaimana orang yang punya Hasan , Hasan beneran.
Jadi ini AL pembahasan pada nama.
Kenapa ketika ุงูุฒูุฏุงِู ada AL-nya?
๐ธ๐ธ َู َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَุงِู
Disini AL-nya , untuk membedakan mana yang menunjukkan makna mutsanna, mana menunjukkan makna mufrod.
Kalau kita bacanya :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒูุฏุงِู tanpa AL
Maka ini ada orang yang namanya Zaidaani. Tapi kalau kita kasih AL disitu
๐ธ๐ธَูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَุงِู
Ini menunjukkan bahwa ุงูุฒَّْูุฏَุงِู ini → ุฒูุٙฏٌ ู ุฒูุฏٌ
"Telah berdiri dua orang Zaid"
Kalau kita hilangkan AL-nya :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒูุฏุงِู
"Telah berdiri seorang Zaidaani"
Jadi ada nama orang namanya Zaidaani.
Ini kaidahnya pemberian AL pada nama.
๐ธ๐ธ َู َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَُْูู،
"Banyak Zaid telah berdiri"
๐ธ๐ธ ََُْููููู ُ ุงูุฒَّْูุฏَُْูู
"Banyak Zaid sedang berdiri"
๐ธ๐ธَู َูุงู َ ุงูุฑِّุฌَุงُู
"Para laki-laki telah berdiri"
๐ธ๐ธََُْููููู ُ ุงูุฑِّุฌَุงُู
"Para laki-laki sedang berdiri"
๐ธ๐ธََููุงู َุชْ ِْููุฏٌ
"Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธ َูุชَُْููู ُ ِْููุฏٌ،
"Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธ ََููุงู َุชِ ุงِْูููุฏَุงِู،
"Dua orang Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธَูุชَُْููู ُ ุงِْูููุฏَุงِู،
"Dua orang Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธ ََููุงู َุชِ ุงِْูููุฏَุงุชُ،
"Banyak Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธ َูุชَُْููู ُ ุงِْูููุฏَุงุชُ،
"Banyak Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธََููุงู َุชِ ุงُُْููููุฏُ،
"Banyak Hindun telah berdiri"
๐ธ๐ธَูุชَُْููู ُ ุงُُْููููุฏُ،
"Banyak Hindun sedang berdiri"
๐ธ๐ธََููุงู َ ุฃَุฎَُْูู،
"Saudaramu telah berdiri"
๐ธ๐ธََُْููููู ُ ุฃَุฎَُْูู،
"Saudaramu sedang berdiri"
๐ธ๐ธ ََููุงู َ ุบَُูุงู ِู،
"Telah berdiri pembantuku"
๐ธ๐ธََُْููููู ُ ุบَُูุงู ِู،
"Dan sedang berdiri pembantuku"
َูู َุง ุฃَุดْุจََู ุฐََِูู.
Dan apa yang menyerupai demikian (dsb).
Inilah jalan yang diperoleh oleh Ibnu Aajurrum Ash-Shonhajiy ketika menjelaskan sesuatu beliau tidak ingin bertele-tele dalam berteori.
Maka ketika menjelaskan apa itu isim fail, beliau hanya menyebutkan fail itu adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya fiilnya.
Sederhana sekali.
Begitu juga ketika menjelaskan fail ada Dua ada dzohir dan dhomir, beliau tidak memberikan definisi tapi langsung contoh.
Ketika beliau memberi contoh :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒَْูุฏٌ , َู َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ dst
Dari contoh ini kita dapat melihat bahwa beliau ingin memberikan kaidah:
√ bagaimana kalau dalilnya mufrod ,
√ bagaimana kalau failnya mutsanna,
√ bagaimana kalau failnya jamak mudzakar Salim
√ bagaimana kalau failnya jamak taksir
√ bagaimana kalau failnya mufrod muannats , mustanna muannats, jamak muannats
√ bagaimana kalau failnya isim yang lima
√ bagaimana kalau failnya diidhofahkan kepada ya' mutakallim
Jadi dengan melihat contoh-contoh yang beliau berikan kita bisa membuat kaidah, menyimpulkan kaidah.
Ketika misalkan failnya mufrod maka rofa'nya dengan dhommah.
๐ธ๐ธูุงู ٙ ุฒูุٙฏٌ
Kalau failnya mutsanna mudzakkar maka failnya dengan Alif.
๐ธ๐ธَูุงู َ ุฒูุฏุงِู
Kalau jamak mudzakkar salim maka failnya dengan wawu ,
๐ธ๐ธَ َูุงู َ ุงูุฒَّْูุฏَُْูู،
Kalau failnya jamak taksir dhommah :
๐ธ๐ธَูุงู َ ุงูุฑِّุฌَุงُู
Kalau dia mufrod muannats dengan dhommah :
๐ธ๐ธََููุงู َุชْ ِْููุฏٌ
Kalau jamak muannats salim dengan dhommah :
๐ธ๐ธََูุงู َุชِ ุงِْูููุฏَุงุชُ،
Kalau isim yang lima :
๐ธ๐ธََููุงู َ ุฃَุฎَُْูู، (bukan akhiika)
Kalau failnya bersambung dengan ya' mutakallim dibacanya :
๐ธ๐ธ ََููุงู َ ุบَُูุงู ِู، (bukan ghulamuy)
Kelebihan kitab ini tidak panjang berteori tapi banyak memberikan contoh dan dari contohnya kita dapat mengambil semacam kesimpulan.
(Semoga Allah memberkahi ilmu dari Ibnu Aajurrum Ash-Shonhajiy)
-------------------------------------------------------
๐ถ ุงูุดَّุฑْุญُ : ุงَููุงุนُِู ๐ถ
ุชَุนْุฑُُِْููู ُูุบَุฉً : َُูู ู َْู ุฃَْูุฌَุฏَ ุงِููุนَْู.
Definisi fail secara bahasa ُูุบَุฉً
~ َُูู ู َْู ุฃَْูุฌَุฏَ ุงِููุนَْู.
"Adalah orang yang melakukan sebuah perbuatan"
~~~~~~~
Kalau Antum nanya kenapa dibaca :
~ ุชَุนْุฑُُِْููู ُูุบَุฉً
Ini adalah ูุงุฆุจ ุงูุธุฑู atau istilah lainnya :
ู ูุตูุจ ุจِูุฒุนِ ุงูุฎุงูุถِ
Asalnya ~> ุชَุนْุฑُُِْููู ูู ُูุบَุฉ , "Ta'rif nya dari sisi lughoh/bahasa".
Tapi ูู nya dibuang jadi lughotan ُูุบَุฉً jadilah dia manshub. Namanya naib dzorof ูุงุฆุจ ุงูุธุฑู.
Dia menjadi dzorof disebabkan karena ada huruf fii ูู yg dibuang.
~~~~~~~
َูุงุตْุทَِูุงุญًุง : َُูู ุงูุงุณْู ُ ุงูู َุฑُْْููุนُ ุงูู َุฐُْْููุฑُ َูุจَُْูู ِูุนُُْูู.
Adapun makna fail secara istilah : adalah isim yang dirofa'kan yang disebutkan sebelumnya fiilnya.
ู ِุซَุงُُูู : َูุงู َ ุฒَْูุฏٌ.
ุฅِุนْุฑَุงุจُُู : َูุงู َ : ِูุนٌْู ู َุงุถٍ، ุฒَْูุฏٌ : َูุงุนٌِู. ََُููู ุงุณْู ٌ ู َุฑُْْููุนٌ ุฐُِูุฑَ َูุจَُْูู ِูุนٌْู َูุงِูุนٌ ู ُِْูู.
Contohnya :
๐ธQooma َูุงู َ adalah fiil madhi
๐ธZaidun ุฒَْูุฏٌ adalah fail
๐ธZaidun ุฒَْูุฏٌ adalah isim yang dirofa'kan disebutkan sebelumnya fiil yang ia kerjakan.
๐ท ุฃَْููุนُُู : ุธَุงِูุฑٌ َูู ُุถْู َุฑٌ
๐ท Macam-macam Fail ada Dua :
1. Ada Fail yang dzohir
2. Ada Fail yang dhomir (mudhmar)
1⃣ *ุฃًََّููุง : ุงَููุงุนُِู ุงูุธَّุงِูุฑُ*
1⃣ *Pertama : Fa'il yang dzohir*
๐ ََُููู ُูุฑَْูุนُ ุจِุงูุถَّู َّุฉِ
ุฅِุฐَุงَูุงَู ู ُْูุฑَุฏًุง، َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: (َูุฌَุขุกَ ุฑَุจَُّู ) (ูก)
Fail yang dzohir itu dirofa'kan dengan dhommah , kapan?
๐ Apabila ia mufrod.
Contohnya , firman Allah ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู
(َูุฌَุขุกَ ุฑَุจَُّู ) (ูก)
Robbu disini adalah mufrod.
Jamaknya => ุฃุฑْุจุงุจٌ
(Ini dalam surat Al-Fajr ayat 22)
Kemudian dirofa'kan dengan dhommah ,
ุฃَْู ุฌَู ْูุนَ ู ُุคََّูุซٍ ุณَุงِูู ًุง َูุญُْู َِِْูููู: (ุฅِุฐَุง ุฌَุขุกَُูู ُ ุงูู ُุคْู َِูุชُ) (ูข)
Pertama dirofa'kan dengan dhommah :
๐ Pertama Mufrod
๐ Kedua jamak muannats salim
Contohnya , firman Allah ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู :
ุฅِุฐَุง ุฌَุขุกَُูู ُ ุงูู ُุคْู َِูุชُ (ูข)
"Apabila banyak wanita beriman mendatangi kalian"
Maka ุงูู ُุคْู َِูุชُ dhommah. Kenapa? Karena jamak muannats salim kaidahnya marfu' dengan dhommah.
๐ Ketiga : Jamak Taksir
ุฃَْูุฌَู ْุนَ ุชَْูุณِุฑٍ، َูุญُْู َِِْูููู
← (َูุงَูุชِ ุงูุฃَุนْุฑَุงุจُ) (ูฃ)
"Telah berkata orang Arab"
Dalam surat Al Hujurot ayat 14.
Lihat, ุงูุฃَุนْุฑَุงุจُ dhommah. Karena jamak taksir.
Jadi kesimpulannya fail yang dzohir marfu' dengan dhommah kalau dia mufrod, jamak muannats salim, dan ketiga jamak taksir.
๐ َُููุฑَْูุนُ ุจِุงَููุงِู
ุฅِุฐَ َูุงَู ุฌَู ْุนَ ู ُุฐََّูุฑٍ ุณَุงِูู ุงً،َูุญُْู َِِْูููู : (َูุงَู ุงูุญََูุงุฑَُِّْููู) (ูค)
Dirofa'kan dengan wawu. Fail dzohir itu dirofa'kan dengan wawu, kapan?
๐ Pertama ~> ุฅِุฐَ َูุงَู ุฌَู ْุนَ ู ُุฐََّูุฑِ ุณَุงِูู ุงً apabila ia dalam bentuk jamak mudzakkar salim
Contohnya , firman Allah ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู :
(َูุงَู ุงูุญََูุงุฑَُِّْููู) (ูค)
Jadi tidak :
❌َูุงَู ุงูุญََูุงุฑِِّูููٙ ❌
Tapi dengan dhommah.
๐ Kedua ~>
ุฃْْู ู َِู ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ุงูุฎَู ْุณَุฉِ،َูุญَُِِْْููููู: (َูุงَู ุฃَุจُُْููู ْ) (ูฅ)
Atau kalau dia termasuk isim yang lima.
َูุญَُِِْْููููู: َูุงَู ุฃَุจُُْููู ْ (ูฅ)
"Telah berkata Bapak mereka"
Jadi ada dua fail dzohir yang rofa'nya itu dengan wawu.
Karena sudah sepakat bahwa yang namanya fail pasti marfu'.
Cuma ada yang marfu'-nya dengan dhommah (sudah disebutkan ada tiga mufrod-jamak muannats salim - jamak taksir) , kemudian kita bahas ada dua yang marfu'-nya dengan wawu (jamak mudzakkar salim dan isim yang lima).
Sebenarnya ini mengulang pelajaran kita di bab
ู ุนุฑูุฉ ุงูุนูู ุฉ ุงูุฅุนุฑุงุจ
๐ َُููุฑَْูุนُ ุจِุงูุฃَِِูู
๐ Di rofa kan dengan Alif , kapan?
๐ ุฅِุฐَุง َูุงَู ู ُุซََّูู ، َูุญُْู َِِْูููู: َูุงَู ุฑَุฌَُูุงِู
Dalam surat Al-Maidah ayat 23.
Jadi fail itu sudah pasti marfu'. Marfu'-nya ada yang dengan dhommah, wawu dan Alif.
Apa yang ketika marfu' dengan Alif?
Adalah mustanna.
Contohnya :
َูุงَู ุฑَุฌَُูุงِู
Bukan :
َูุงَู ุฑَุฌَُِููู
Kesimpulan ::
Fail ada yang dzohir dan ada dhomir.
Fail yang dzohir adalah fail yang jelas disebutkan nama pelakunya.
Fail itu marfu', dan marfu'-nya ada yang dengan dhommah, dengan wawu, dan dengan Alif.
Jadi ini kesimpulan dari pelajaran yang pertama dari baabul Fail.
Semoga bermanfaat.
❀━━━••❃❃••━━━❀
Dars 29: Marfuat Al Asma
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 13
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 29 :: Bab Marfuat Al Asmaa
⌛ Durasi audio :: 11.48 menit
-----------------------------------------------------------------
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita masih melanjutkan pembahasan dari Kitab Al Mumti’ Fii Syarhil Ajurrumiyyah, dan Alhamdulillah kita sudah sampai ke pembahasan ุจَุงุจُ ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ bab tentang isim-isim yang dirofa’kan.
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู ุฑุญู ู ุงููู ูุชุนุงูู:
Berkata pengarang kitab Al Ajurrumiyyah yaitu Ibnu Ajurum Ash-Shanhaji
ุจَุงุจُ ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ :
*Bab tentang isim-isim yang dirofa’kan.*
ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ ุณَุจْุนَุฉٌ
isim yang dirofa’kan itu ada 7.
Maksud dari ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ adalah, yang dirofa’kan disini maksudnya adalah kedudukan isim dalam kalimat bahasa arab yang wajib rofa’ itu ada 7. Jadi, kedudukan kata dalam kalimat bahasa arab yang wajib rofa’ itu ada 7. Sebagaimana yang sering kita pelajari, kalau kita belajar jumlah fi’liyyah misalkan. Disitu ada fiil ada fail. Dimana fail harus marfu’. Maka fail termasuk yang marfu’at, dari yang 7 itu. Kemudian ketika kita belajar mubtada dan khobar. Kita tahu bahwasannya mubtada dan khobar ini harus marfu’.
Berarti fail kemudian mubtada, yang ketiga khobar. Dia termasuk dari 7 kedudukan kata dalam bahasa arab yang wajib marfu’.
Jadi Alhamdulillah dalam bab ini kita akan pelajari apa saja kedudukan kata dalam kalimat yang wajib marfu’.
Thoyyib
Kita baca lagi…
ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ ุณَุจْุนَุฉٌ
yang dirofa’kan itu ada 7.
َู َِูู : ุงَููุงุนُِู،
1⃣ yang pertama : *Fail*
Ini jelas.
Contohnya
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏٌ
Kenapa ุฒَْูุฏٌ disini kita baca marfu’? Karena dia fail dan kaidahnya fail itu harus marfu’, makanya bacanya
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏٌ
bukan
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏً
atau
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏٍ.
2⃣ Kemudian yang kedua
َู ุงูู َْูุนُُْูู ุงَّูุฐِู َูู ْ ُูุณَู َّ َูุงุนُُِูู،
yang kedua kedudukan kata yang wajib marfu’ adalah *maf’ul yang tidak disebut failnya*. Ini adalah istilah lain dari *naibul fail*.
Apa itu naibul fail? Naibul fail adalah pengganti fail dan ini kita temukan pada fiil yang majhul pada fiil binaa majhul dimana kalau kita bahas fiil binaa ma’lum, maka kita mencari mana failnya, mana pelakunya. tapi kalau kita membahas fiil binaa majhul yang kita cari bukan failnya tapi naibul fail, pengganti failnya. Jadi yang kedua kedudukan kata dalam bahasa arab yang harus marfu’ adalah naibul fail.
Contohnya misalkan
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ ✅
Zaid telah dipukul.
Kenapa
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ
enggak
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏًุง ❌
enggak
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٍ. ❌
Karena kaidahnya bahwa naibul fail itu marfu’, seperti itu.
Jadi cara memahami bab ini adalah seperti itu.
Kemudian selanjutnya
3⃣ dan 4⃣
َูุงูู ُุจْุชَุฏَุฃُ َู ุฎَุจَุฑُُู،
dan *mubtada beserta khobarnya*. Nah ini kita hitung satu-satu.
Jadi :
yang Pertama fail
Kedua naibul fail
Ketiga mubtada
Keempat khobar mubtada
Jadi kedudukan kata dalam bahasa arab yang wajib marfu’ selain fail, kemudian naibul fail, yang ketiga adalah mubtada, yang keempat adalah khobar.
Dan ini adalah ma’ruf. insyaAllah kita semua sudah paham bahwa mubtada dan khobar keduanya harus marfu’.
Seperti misalkan
ุฒَْูุฏٌ ู ُุฏَุฑِّุณٌ
kenapa
ุฒَْูุฏٌ ✅
enggak
ุฒَْูุฏًุง ❌
enggak
ุฒَْูุฏٍ ❌
begitupula kenapa
ู ُุฏَุฑِّุณٌ ✅
enggak
ู ُุฏَุฑِّุณًุง ❌
enggak
ู ُุฏَุฑِّุณٍ ❌
karena kaidahnya yang namanya mubtada dan khobar ini harus marfu’.
Ini yang ketiga dan keempat.
5⃣ Kemudian yang *kelima*
َูุงุณْู ُ َูุงَู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง ،
Yang kelima adalah *isim َูุงَู dan saudara-saudaranya.*
Apa yang dimaksud dengan isim َูุงَู? Ini kita sudah bahas di program ilmu nahwu untuk pemula. Kita tahu bahwasannya َูุงَู ini termasuk aamil nawasikh yaitu aamil perusak. Kenapa dinamakan nawasikh? karena dia merusak hukum mubtada dan khobar.
๐นMubtada dan khobar yang asalnya marfu’ keduanya, ketika ada َูุงَู maka dia:
ุชَุฑَูุนُ ุงูุงุณู َ َูุชَูุตِุจُ ุงูุฎَุจَุฑَ
_merofa’kan isim atau merofa’kan mubtada dan menashobkan khobar._
Jadi yang marfu’ itu adalah isimnya, Isimnya َูุงَู, adapun khobarnya dia manshub.
Makanya disini dibilangnya
َูุงุณْู ُ َูุงَู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง
dan isimnya َูุงَู, bukan khobarnya َูุงَู. Karena khobarnya َูุงَู manshub. Yang harus marfu’ adalah isimnya َูุงَู dan saudara-saudaranya. Maksudnya saudara-saudaranya َูุงَู, isim saudaranya َูุงَู seperti :
ุฃَู ْุณَู, ุฃَุตْุจَุญَ, ุฃَุถْุญَู, ุถََّู, ุจَุงุชَ, ุตَุงุฑَ, َْููุณَ,
dan sebagainya.
Contohnya misalkan
َูุงَู ุนُุซْู َุงُู ู ُุฏَุฑِّุณًุง
kenapa
ุนُุซْู َุงُู ✅
enggak
ุนُุซْู َุงَู ❌
karena Usman dalam kalimat
َูุงَู ุนُุซْู َุงُู ู ُุฏَุฑِّุณًุง
ini isimnya َูุงَู, dan kaidahnya isimnya َูุงَู itu harus marfu’.
Misalkan dari saudaranya َูุงَู, misalkan kita ambil contoh ุฃَุตْุจَุญَ, artinya memasuki waktu shubuh.
Kita katakan misalkan
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏُ ุดَุฏِูุฏًุง
di waktu shubuh, dingin itu terasa sangat dingin. Di waktu shubuh sangat dingin.
Nah kenapa
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏُ ✅
enggak
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏًุง ❌
karena
ุงูุจَุฑْุฏُ
dalam kalimat
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏُ ุดَุฏِูุฏًุง
ini merupakan isimnya ุฃَุตْุจَุญَ dan kaidahnya, isimnya saudara َูุงَู itu seperti isim َูุงَู dimana dia harus marfu’. Ini yang kelima.
6⃣ Kemudian *yang keenam*
َู ุฎَุจَุฑُ ุฅَِّู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง،
*khobarnya ุฅَِّู dan saudara-saudaranya.*
Jadi ini ุฅَِّู kebalikannya atau lawannya dari َูุงَู.
Kalau َูุงَู yang marfu’ itu isimnya. Kalau ุฅَِّู yang marfu’ itu khobarnya. ๐นKarena kalau َูุงَู:
ุชَุฑَูุนُ ุงูุงุณู َ َูุชَูุตِุจُ ุงูุฎَุจَุฑَ
_merofa’kan isim dan menashobkan khobar._
๐นAdapun ุฅَِّู lawannya
ุชَูุตِุจُ ุงูุงุณู َ َูุชَุฑَูุนُ ุงูุฎَุจَุฑَ
_menashobkan isim dan merofa’kan khobar_
sehingga yang marfu’ adalah khobarnya.
Contohnya
ุฅَِّู ุจَْูุฑًุง ู ُุฌْุชَِูุฏٌ
sesungguhnya Bakr itu bersungguh-sungguh,
maka kenapa dia dibacanya
ู ُุฌْุชَِูุฏٌ
karena
ู ُุฌْุชَِูุฏٌ
disini sebagai khobarnya ุฅَِّู.
Dimana khobarnya ุฅَِّู , kaidahnya dia harus marfu’. Begitupun dengan teman-temannya ุฅَِّู. Seperti
ุฃََّู, ََِّููู , َْููุชَ, َูุนََّู
ini semua juga khobarnya marfu’. Seperti itu.
7⃣ Kemudian *yang ketujuh*.
Kan tadi disebutkan bahwa kedudukan yang wajib marfu’ dalam bahasa arab itu ada 7. Dan ini adalah yang ketujuh.
َูุงูุชَّุงุจِุนُ ِْููู َุฑُْْููุนِ؛
dan *yang mengikuti bagi yang dirofa’kan.*
Jadi ini ada istilah taabi’. Dan Alhamdulillah kita sudah belajar program nahwu untuk pemula. _Taabi’ atau jamaknya tawabbi_ merupakan kelompok kedudukan dalam bahasa arab yang i’robnya ini tidak mutlak. Ya seperti kalau fail kan harus marfu’. Mubtada harus marfu’. Khobar harus marfu’. Naibul fail harus marfu’. Tapi kalau naat, athof, taukid, dan badal ini ga harus marfu. Tergantung kalau yang diikuti marfu’, maka dia marfu’. Kalau yang diikuti manshub, ya manshub. Kalau yang diikuti majrur ya majrur. Begitupun kalau majzum ya majzum. Jadi inilah kenapa naat, athof, taukid, dan badal disebut sebagai taabi’ (pengikut).
ََُููู ุฃَุฑْุจَุนَุฉُ ุฃَุดَْูุงุกَ
dan yang namanya taabi’ itu tawaabi ada empat:
1⃣- ุงَّููุนْุชُ
sifat
2⃣- َูุงูุนَุทُْู
athof kata sambung
3⃣- َูุงูุชَِّْْูููุฏُ،
penguat kalimat
4⃣- َูุงูุจَุฏَُู
keterangan pengganti.
Jadi inilah 7 kedudukan dalam kalimat bahasa arab yang harus marfu’. Kita ulangi:
☄Yang pertama adalah fail
☄ Yang kedua naibul fail
☄Yang ketiga mubtada
☄Yang keempat khobar
☄Yang kelima isimnya َูุงَู dan saudaranya
☄Yang keenam khobarnya ุฅَِّู dan saudaranya
☄Yang ketujuh attawaabi
ุงูุดَّุฑْุญُ :
Penjelasan,
ini cukup ringkas karena
ุจَุงุจُ ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ
ini sebagai muqoddimah saja. Setelahnya baru dijelaskan secara rinci, 7 ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ini.
ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ َِูู : ุงَููุงุนُِู، َู ุงูู َْูุนُُْูู ุงَّูุฐِู َูู ْ ُูุณَู َّ َูุงุนُُِูู، َูุงูู ُุจْุชَุฏَุฃُ َู ุฎَุจَุฑُُู، َูุงุณْู ُ َูุงَู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง، َู ุฎَุจَุฑُ ุฅَِّู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง، َูุงูุชَّุงุจِุนُ ِْููู َุฑُْْููุนِ؛
Ini hanya mengulangi saja, kata pengarang kitab Al Mumti,
Penjelasannya, kedudukannya harus marfu’ dalam kalimat bahasa arab itu adalah:
๐1. fail,
๐2. kedua ุงูู َْูุนُُْูู ุงَّูุฐِู َูู ْ ُูุณَู َّ, yang disingkat sebagai naibul fail,
๐3. yang ketiga mubtada,
๐4. yang keempat khobar,
๐5. yang kelima isimnya َูุงَู dan saudara-saudaranya,
๐6. yang keenam khobarnya ุฅَِّู dan saudara-saudaranya,
๐7. yang ketujuh attawaabi’.
َูู َุชَู ََููุนَ ุงูุงِุณْู ُ ِْูู ุฃَุญَุฏِ َูุฐِِู ุงูู ََูุงุถِุนِ َูุญُْูู ُُู ุงูุฑِّْูุนُ َูุณَุชَู َุฑُّ ุจَِู ู َُูุตََّูุฉً ุจَุงุจًุง ุจَุงุจًุง ุจِุฅِุฐِْูุงَِّููู ุชَุนَุงَูู
Maka kapanpun ada isim yang menempati, salah satu dari beberapa kedudukan ini, maka hukumnya adalah rofa’. Jadi kalau ada isim yang menempati misalkan fail, maka dia harus marfu’. Misalkan ุฒَْูุฏٌ kalau dia sebagai pelaku, maka dia harus dibaca ุฒَْูุฏٌ.
َู ุณَุชَู َุฑُّ ุจَِู ู َُูุตََّูุฉً ุจَุงุจًุง ุจَุงุจًุง
dan insyaaAllah akan selanjutnya yakni setelah dijelaskan tentang bab ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ini selanjutnya akan ada penjelasannya secara terperinci bab demi bab. Biidznillahi ta’alaa dengan izin Allah Subhanahu wa ta’alaa. Jadi ini merupakan bab yang sangat ringkas karena ini sebagai muqoddimah saja, dan nanti setelah bab ini, akan ada penjelasan yag lebih rinci. Jadi nanti fail akan dibahas secara detail begitupun naibul fail, mubtada, khobar dan seterusnya. Dan ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh kitab Al Ajurrumiyyah. Beliau yakni Ibnu Ajurum Ash-Shanhaji memulas sesuatu dengan gambaran besar, kemudian setelah itu dibahas secara rinci. Dan ini merupakan salah satu kelebihan dari kitab ini. Thoyyib barangkali cukup sampai disini, semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู ูุจุญู ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 29 :: Bab Marfuat Al Asmaa
⌛ Durasi audio :: 11.48 menit
-----------------------------------------------------------------
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita masih melanjutkan pembahasan dari Kitab Al Mumti’ Fii Syarhil Ajurrumiyyah, dan Alhamdulillah kita sudah sampai ke pembahasan ุจَุงุจُ ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ bab tentang isim-isim yang dirofa’kan.
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู ุฑุญู ู ุงููู ูุชุนุงูู:
Berkata pengarang kitab Al Ajurrumiyyah yaitu Ibnu Ajurum Ash-Shanhaji
ุจَุงุจُ ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ :
*Bab tentang isim-isim yang dirofa’kan.*
ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ ุณَุจْุนَุฉٌ
isim yang dirofa’kan itu ada 7.
Maksud dari ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ adalah, yang dirofa’kan disini maksudnya adalah kedudukan isim dalam kalimat bahasa arab yang wajib rofa’ itu ada 7. Jadi, kedudukan kata dalam kalimat bahasa arab yang wajib rofa’ itu ada 7. Sebagaimana yang sering kita pelajari, kalau kita belajar jumlah fi’liyyah misalkan. Disitu ada fiil ada fail. Dimana fail harus marfu’. Maka fail termasuk yang marfu’at, dari yang 7 itu. Kemudian ketika kita belajar mubtada dan khobar. Kita tahu bahwasannya mubtada dan khobar ini harus marfu’.
Berarti fail kemudian mubtada, yang ketiga khobar. Dia termasuk dari 7 kedudukan kata dalam bahasa arab yang wajib marfu’.
Jadi Alhamdulillah dalam bab ini kita akan pelajari apa saja kedudukan kata dalam kalimat yang wajib marfu’.
Thoyyib
Kita baca lagi…
ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ ุณَุจْุนَุฉٌ
yang dirofa’kan itu ada 7.
َู َِูู : ุงَููุงุนُِู،
1⃣ yang pertama : *Fail*
Ini jelas.
Contohnya
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏٌ
Kenapa ุฒَْูุฏٌ disini kita baca marfu’? Karena dia fail dan kaidahnya fail itu harus marfu’, makanya bacanya
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏٌ
bukan
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏً
atau
ุฌَุงุกَ ุฒَْูุฏٍ.
2⃣ Kemudian yang kedua
َู ุงูู َْูุนُُْูู ุงَّูุฐِู َูู ْ ُูุณَู َّ َูุงุนُُِูู،
yang kedua kedudukan kata yang wajib marfu’ adalah *maf’ul yang tidak disebut failnya*. Ini adalah istilah lain dari *naibul fail*.
Apa itu naibul fail? Naibul fail adalah pengganti fail dan ini kita temukan pada fiil yang majhul pada fiil binaa majhul dimana kalau kita bahas fiil binaa ma’lum, maka kita mencari mana failnya, mana pelakunya. tapi kalau kita membahas fiil binaa majhul yang kita cari bukan failnya tapi naibul fail, pengganti failnya. Jadi yang kedua kedudukan kata dalam bahasa arab yang harus marfu’ adalah naibul fail.
Contohnya misalkan
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ ✅
Zaid telah dipukul.
Kenapa
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٌ
enggak
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏًุง ❌
enggak
ุถُุฑِุจَ ุฒَْูุฏٍ. ❌
Karena kaidahnya bahwa naibul fail itu marfu’, seperti itu.
Jadi cara memahami bab ini adalah seperti itu.
Kemudian selanjutnya
3⃣ dan 4⃣
َูุงูู ُุจْุชَุฏَุฃُ َู ุฎَุจَุฑُُู،
dan *mubtada beserta khobarnya*. Nah ini kita hitung satu-satu.
Jadi :
yang Pertama fail
Kedua naibul fail
Ketiga mubtada
Keempat khobar mubtada
Jadi kedudukan kata dalam bahasa arab yang wajib marfu’ selain fail, kemudian naibul fail, yang ketiga adalah mubtada, yang keempat adalah khobar.
Dan ini adalah ma’ruf. insyaAllah kita semua sudah paham bahwa mubtada dan khobar keduanya harus marfu’.
Seperti misalkan
ุฒَْูุฏٌ ู ُุฏَุฑِّุณٌ
kenapa
ุฒَْูุฏٌ ✅
enggak
ุฒَْูุฏًุง ❌
enggak
ุฒَْูุฏٍ ❌
begitupula kenapa
ู ُุฏَุฑِّุณٌ ✅
enggak
ู ُุฏَุฑِّุณًุง ❌
enggak
ู ُุฏَุฑِّุณٍ ❌
karena kaidahnya yang namanya mubtada dan khobar ini harus marfu’.
Ini yang ketiga dan keempat.
5⃣ Kemudian yang *kelima*
َูุงุณْู ُ َูุงَู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง ،
Yang kelima adalah *isim َูุงَู dan saudara-saudaranya.*
Apa yang dimaksud dengan isim َูุงَู? Ini kita sudah bahas di program ilmu nahwu untuk pemula. Kita tahu bahwasannya َูุงَู ini termasuk aamil nawasikh yaitu aamil perusak. Kenapa dinamakan nawasikh? karena dia merusak hukum mubtada dan khobar.
๐นMubtada dan khobar yang asalnya marfu’ keduanya, ketika ada َูุงَู maka dia:
ุชَุฑَูุนُ ุงูุงุณู َ َูุชَูุตِุจُ ุงูุฎَุจَุฑَ
_merofa’kan isim atau merofa’kan mubtada dan menashobkan khobar._
Jadi yang marfu’ itu adalah isimnya, Isimnya َูุงَู, adapun khobarnya dia manshub.
Makanya disini dibilangnya
َูุงุณْู ُ َูุงَู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง
dan isimnya َูุงَู, bukan khobarnya َูุงَู. Karena khobarnya َูุงَู manshub. Yang harus marfu’ adalah isimnya َูุงَู dan saudara-saudaranya. Maksudnya saudara-saudaranya َูุงَู, isim saudaranya َูุงَู seperti :
ุฃَู ْุณَู, ุฃَุตْุจَุญَ, ุฃَุถْุญَู, ุถََّู, ุจَุงุชَ, ุตَุงุฑَ, َْููุณَ,
dan sebagainya.
Contohnya misalkan
َูุงَู ุนُุซْู َุงُู ู ُุฏَุฑِّุณًุง
kenapa
ุนُุซْู َุงُู ✅
enggak
ุนُุซْู َุงَู ❌
karena Usman dalam kalimat
َูุงَู ุนُุซْู َุงُู ู ُุฏَุฑِّุณًุง
ini isimnya َูุงَู, dan kaidahnya isimnya َูุงَู itu harus marfu’.
Misalkan dari saudaranya َูุงَู, misalkan kita ambil contoh ุฃَุตْุจَุญَ, artinya memasuki waktu shubuh.
Kita katakan misalkan
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏُ ุดَุฏِูุฏًุง
di waktu shubuh, dingin itu terasa sangat dingin. Di waktu shubuh sangat dingin.
Nah kenapa
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏُ ✅
enggak
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏًุง ❌
karena
ุงูุจَุฑْุฏُ
dalam kalimat
ุฃَุตْุจَุญَ ุงูุจَุฑْุฏُ ุดَุฏِูุฏًุง
ini merupakan isimnya ุฃَุตْุจَุญَ dan kaidahnya, isimnya saudara َูุงَู itu seperti isim َูุงَู dimana dia harus marfu’. Ini yang kelima.
6⃣ Kemudian *yang keenam*
َู ุฎَุจَุฑُ ุฅَِّู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง،
*khobarnya ุฅَِّู dan saudara-saudaranya.*
Jadi ini ุฅَِّู kebalikannya atau lawannya dari َูุงَู.
Kalau َูุงَู yang marfu’ itu isimnya. Kalau ุฅَِّู yang marfu’ itu khobarnya. ๐นKarena kalau َูุงَู:
ุชَุฑَูุนُ ุงูุงุณู َ َูุชَูุตِุจُ ุงูุฎَุจَุฑَ
_merofa’kan isim dan menashobkan khobar._
๐นAdapun ุฅَِّู lawannya
ุชَูุตِุจُ ุงูุงุณู َ َูุชَุฑَูุนُ ุงูุฎَุจَุฑَ
_menashobkan isim dan merofa’kan khobar_
sehingga yang marfu’ adalah khobarnya.
Contohnya
ุฅَِّู ุจَْูุฑًุง ู ُุฌْุชَِูุฏٌ
sesungguhnya Bakr itu bersungguh-sungguh,
maka kenapa dia dibacanya
ู ُุฌْุชَِูุฏٌ
karena
ู ُุฌْุชَِูุฏٌ
disini sebagai khobarnya ุฅَِّู.
Dimana khobarnya ุฅَِّู , kaidahnya dia harus marfu’. Begitupun dengan teman-temannya ุฅَِّู. Seperti
ุฃََّู, ََِّููู , َْููุชَ, َูุนََّู
ini semua juga khobarnya marfu’. Seperti itu.
7⃣ Kemudian *yang ketujuh*.
Kan tadi disebutkan bahwa kedudukan yang wajib marfu’ dalam bahasa arab itu ada 7. Dan ini adalah yang ketujuh.
َูุงูุชَّุงุจِุนُ ِْููู َุฑُْْููุนِ؛
dan *yang mengikuti bagi yang dirofa’kan.*
Jadi ini ada istilah taabi’. Dan Alhamdulillah kita sudah belajar program nahwu untuk pemula. _Taabi’ atau jamaknya tawabbi_ merupakan kelompok kedudukan dalam bahasa arab yang i’robnya ini tidak mutlak. Ya seperti kalau fail kan harus marfu’. Mubtada harus marfu’. Khobar harus marfu’. Naibul fail harus marfu’. Tapi kalau naat, athof, taukid, dan badal ini ga harus marfu. Tergantung kalau yang diikuti marfu’, maka dia marfu’. Kalau yang diikuti manshub, ya manshub. Kalau yang diikuti majrur ya majrur. Begitupun kalau majzum ya majzum. Jadi inilah kenapa naat, athof, taukid, dan badal disebut sebagai taabi’ (pengikut).
ََُููู ุฃَุฑْุจَุนَุฉُ ุฃَุดَْูุงุกَ
dan yang namanya taabi’ itu tawaabi ada empat:
1⃣- ุงَّููุนْุชُ
sifat
2⃣- َูุงูุนَุทُْู
athof kata sambung
3⃣- َูุงูุชَِّْْูููุฏُ،
penguat kalimat
4⃣- َูุงูุจَุฏَُู
keterangan pengganti.
Jadi inilah 7 kedudukan dalam kalimat bahasa arab yang harus marfu’. Kita ulangi:
☄Yang pertama adalah fail
☄ Yang kedua naibul fail
☄Yang ketiga mubtada
☄Yang keempat khobar
☄Yang kelima isimnya َูุงَู dan saudaranya
☄Yang keenam khobarnya ุฅَِّู dan saudaranya
☄Yang ketujuh attawaabi
ุงูุดَّุฑْุญُ :
Penjelasan,
ini cukup ringkas karena
ุจَุงุจُ ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ
ini sebagai muqoddimah saja. Setelahnya baru dijelaskan secara rinci, 7 ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ini.
ุงูู َุฑُْْููุนَุงุชُ َِูู : ุงَููุงุนُِู، َู ุงูู َْูุนُُْูู ุงَّูุฐِู َูู ْ ُูุณَู َّ َูุงุนُُِูู، َูุงูู ُุจْุชَุฏَุฃُ َู ุฎَุจَุฑُُู، َูุงุณْู ُ َูุงَู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง، َู ุฎَุจَุฑُ ุฅَِّู َู ุฃَุฎََูุงุชَِูุง، َูุงูุชَّุงุจِุนُ ِْููู َุฑُْْููุนِ؛
Ini hanya mengulangi saja, kata pengarang kitab Al Mumti,
Penjelasannya, kedudukannya harus marfu’ dalam kalimat bahasa arab itu adalah:
๐1. fail,
๐2. kedua ุงูู َْูุนُُْูู ุงَّูุฐِู َูู ْ ُูุณَู َّ, yang disingkat sebagai naibul fail,
๐3. yang ketiga mubtada,
๐4. yang keempat khobar,
๐5. yang kelima isimnya َูุงَู dan saudara-saudaranya,
๐6. yang keenam khobarnya ุฅَِّู dan saudara-saudaranya,
๐7. yang ketujuh attawaabi’.
َูู َุชَู ََููุนَ ุงูุงِุณْู ُ ِْูู ุฃَุญَุฏِ َูุฐِِู ุงูู ََูุงุถِุนِ َูุญُْูู ُُู ุงูุฑِّْูุนُ َูุณَุชَู َุฑُّ ุจَِู ู َُูุตََّูุฉً ุจَุงุจًุง ุจَุงุจًุง ุจِุฅِุฐِْูุงَِّููู ุชَุนَุงَูู
Maka kapanpun ada isim yang menempati, salah satu dari beberapa kedudukan ini, maka hukumnya adalah rofa’. Jadi kalau ada isim yang menempati misalkan fail, maka dia harus marfu’. Misalkan ุฒَْูุฏٌ kalau dia sebagai pelaku, maka dia harus dibaca ุฒَْูุฏٌ.
َู ุณَุชَู َุฑُّ ุจَِู ู َُูุตََّูุฉً ุจَุงุจًุง ุจَุงุจًุง
dan insyaaAllah akan selanjutnya yakni setelah dijelaskan tentang bab ู َุฑُْْููุนَุงุชِ ุงูุฃَุณْู َุงุกِ ini selanjutnya akan ada penjelasannya secara terperinci bab demi bab. Biidznillahi ta’alaa dengan izin Allah Subhanahu wa ta’alaa. Jadi ini merupakan bab yang sangat ringkas karena ini sebagai muqoddimah saja, dan nanti setelah bab ini, akan ada penjelasan yag lebih rinci. Jadi nanti fail akan dibahas secara detail begitupun naibul fail, mubtada, khobar dan seterusnya. Dan ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh kitab Al Ajurrumiyyah. Beliau yakni Ibnu Ajurum Ash-Shanhaji memulas sesuatu dengan gambaran besar, kemudian setelah itu dibahas secara rinci. Dan ini merupakan salah satu kelebihan dari kitab ini. Thoyyib barangkali cukup sampai disini, semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู ูุจุญู ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
Dars 27: Amil Jazm
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 13
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 27 :: Aamil Jazm : Yang Menjazmkan 1 Fi'il
⌛ Durasi audio :: 21.51 menit
---------------------------------------
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita masih melanjutkan kembali pelajaran kita dari kitab al-mumti Fii Syaril Ajurrumiyyah, dan kita masih di pembahasan ุจَุงุจُ ุงูุฃูุนَู. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang *ุฌََูุงุฒِู ُ ุงูู ُุถَุงุฑِุนِ* halaman 77
Tentang yang menjazmkan fi'il mudhari .
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู ุฑุญู ุงููู ุชุนุงูู : (َู ุงูุฌََูุงุฒِู ُ ุซَู َุงَِููุฉَ ุนَุดَุฑَ، ََِููู : َูู ْ، ََููู َّุง، َูุฃََูู ْ، َูุฃََูู َّุง، ََููุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ َู ุงูุฏُّุนَุงุกِ، ََููุงَูู ุงَِّْูููู َูุงูุฏُّุนَุงุกِ ، َูุฅِْู، َูู َุง، َูู َْู، َูู َْูู َุง، َูุฅِุฐْู َุง، َูุฃٌَّู، َูู َุชَู، َูุฃََّูุงَู، َูุฃََْูู، َูุฃََّูู، َูุญَْูุซُู َุง، َََْููููู َุง، َูุฅِุฐَุง ِْูู ุงูุดِّุนْุฑِ ุฎَุงุตَّุฉً )
Berkata Mushonnif yakni Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji (semoga Allah merahmatinya)
َู ุงูุฌََูุงุฒِู ُ ุซَู َุงَِููุฉَ ุนَุดَุฑَ،
Jadi yang menjazmkan, atau amil jazm itu ada 18.
♻ Alhamdulillah kemaren kita sudah belajar tentang amil nashab, amil nashab ada 10, yaitu:
( ุฃَْู، ََْููู، َูุฅِุฐَْู، ََْููู، َู ูุงَู ُ َْูู، َููุงَู ُ ุงูุฌُุญُْูุฏِ، َูุญَุชَّู، َูุงูุฌََูุงุจُ ุจِุงَููุงุกِ َูุงَููุงِู َูุฃَْู)
๐นDan sekarang kita membahas apa saja amil-amil jazm. Disini disebutkan ada 18, yaitu :
๐َูู ْ
๐َูู َّุง
๐ุงََูู ْ
๐ุงََูู َّุง
๐َูุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ
๐َูุงู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ
๐َูุงَูู ุงَِّْูููู
๐َูุงَูู ุงูุฏُّุนَุงุก ِ
๐ุฅِْู
๐ู َุง
๐ู َْู
๐ู َْูู َุง
๐ุฅِุฐْู َุง
๐ุฃٌَّู
๐ู َุชَู
๐ุฃََّูุงَูุง
๐ุฃََْูู
๐ุฃََّูู
๐ุญَْูุซُู َุง
๐ََْูููู َุง
๐ ุฅِุฐَุง
Idza yang artinya apabila
ِْูู ุงูุดِّุนْุฑِ ุฎَุงุตَّุฉً
Khusus pada syair saja.
ุงูุดَّุฑُْู :
Penjelasan.
ุจَุนْุฏَ ุฃَْู َูุฑَุบَ ุงูู ُุตَُِّูู ุฑَุญِู َُู ุงُّٰููู ู ِْู ุฐِْูุฑِ ุงََّูููุงุตِุจِ ุดَุฑَุนَ ِْูู ุฐِْูุฑِ ุงูุฌََูุงุฒِู ِ.
Setelah Mushonif ini Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji, selesai menyebutkan amil-amil penashab, beliau yakni Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji mulai menyebutkan amil-amil penjazm.
َูุงูุฃَุตُْู ِْูู ุฌَุฒْู ِ ุงِููุนِْู ุฃَْู ََُْูููู ุจِุงูุณُُِّْููู،
Dan hukum asal ketika menjazmkan fi'il tandanya adalah sukun. Hukum asal jazm itu adalah sukun.
َู َُْูููุจَ ุนَُْูู ุญَุฐُْู ุงُِّْูููู ِْูู ุงูุฃَْูุนَุงِู ุงูุฎَู ْุณَุฉِ ،
Dan sukunnya ini diganti dengan membuang nun pada fi'il yang lima. Jadi kalau selain fi'il yang lima, jazm nya dengan sukun.
Contoh nya misalkan, asalnya
a๐ َูุฐَْูุจُ ุฒَْูุฏٌ , menjadi
a๐ َูู ْ َูุฐَْูุจْ ุฒَْูุฏٌ
Asalnya َูุฐَْูุจُ dhommah marfu', ketika ada َูู ْ menjadi majzum dengan sukun ٌَูู ْ َูุฐَْูุจْ ุฒَْูุฏ
Tapi kalau fiil yang lima, dia jazm nya bukan dengan sukun tapi dengan membuang nun. Misalnya:
a๐ ุงูุทَُّّูุงุจُ َูุฐَْูุจَُْูู ุฅูู ุงูุฌَุงู ِุนَุฉِ
Ketika ada َูู ْ
a๐ ِุงูุทَُّّูุงุจُ َูู ْ َูุฐَْูุจُْูุง ุฅูู ุงูุฌَุงู ِุนَุฉ
Asalnya َูุฐَْูุจَُْูู, tapi ketika ada َูู ْ nun nya dibuang.
menjadi َูู ْ َูุฐَْูุจُْูุง
َู ุญَุฐُْู ุญَุฑِْู ุงูุนَِّูุฉِ ِْูู ุงِููุนِْู ุงูู ُุนْุชَِّู ุงูุขุฎِุฑِ،
Dan sukunnya ini diganti juga dengan membuang huruf ilat, kapan? Yaitu pada fiil yang diakhiri dengan huruf ilat.
Jadi kalau fi'il yang lima, yang dibuang adalah nunnya. Tapi kalau fi'il yang diakhiri oleh huruf ilat, yang dibuang adalah huruf ilat nya. Fi'il yang diakhiri oleh huruf ilat, misalnya َูุฏْุนُู
kita katakan misalnya :
๐ asalnya َูุฏْุนُู ุงَููุงِูุฑُ
"seorang kafir berdoa"
Asalnya َูุฏْุนُู ada ู nya disitu, Ketika ada َْูู di depan nya
☘menjadi َูู ْ َูุฏْุนُ ุงَููุงِูุฑُ
Langsung dibuang ู nya jadi pendek dibacanya
َูู ْ َูุฏْุนُ ุงَููุงِูุฑُ
Ini contoh fiil yang diakhiri oleh huruf ilat.
Baik huruf ilatnya wawu seperti➡ َูุฏْุนُู,
maka dibuang wawu nya ➡ َُูู ْ َูุฏْุน ,
Atau ya' seperti➡ َูุฑْู ِู
maka dibuang ya' nya menjadi➡ َูู ْ َูุฑْู ِ,
Ataupun yang diakhiri alif seperti➡ َูุฎْุดَู,
maka dibuang alif nya menjadi➡ َูู ْ َูุฎْุดَ
ََُููู ُูุฌْุฒَู ُ ุฅِุฐَุง ุณَุจََُูู ุฃَุญَุฏُ ุงูุฃَุฏََูุงุชِ ุงูุฌَุงุฒِู َุฉِ.
Dan fi'il mudhari itu dijazmkan apabila didahului oleh salah satu dari adat-adat, atau huruf-huruf, atau amil-amil jazm.
ََِููู ุนََูู ِูุณْู َِْูู :
Dan amil jazm itu bisa kita bagi menjadi dua kelompok.
ุงِููุณْู ُ ุงูุฃََّูู
1⃣ Kelompok yang pertama.
ูก- ู َุงَูุฌْุฒِู ُ ِูุนْูุงً َูุญِุฏًุง،
Yaitu Amil yang menjazmkan satu fiil saja. Jadi kalau pake yang pertama, amil jazm yang menjazmkan hanya satu fi'il saja.
ََِููู : َูู ْ، ََููู َّุง، َููุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ، َููุงَِูู ุงَِّْูููู، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ.
Tadikan disebutkan bahwasanya amil jazm itu ada 18 dari َูู ْ sampai ุฅِุฐَุง , kemudian disini dijelaskan bahwasanya dari 18 amil jazm itu, bisa kita bagi menjadi dua kelompok.
๐นKelompok yang pertama yang menjazmkan satu buah fi'il saja, tidak lebih. Yaitu :
1.๐ร. َูู ْ tidak
2.๐ร. َูู َّุง belum
3.๐ร. ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑ = lam yang maknanya perintah
4.๐ร. ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ= lam yang maknanya harapan
5.๐ร. ูุงَِูู ุงَِّْูููู = laa yang artinya jangan, ูู ุงَِّْูููู pada larangan. Atau
6.๐ร. ูุงَِูู ุงูุฏُّุนَุงุกِ = laa pada permohonan.
Nanti kita akan jelaskan
apa bedanya ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑ sama ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุก,
Kemudian bedanya ูุงَِูู ุงَِّْูููู sama ูุงَِูู ุงูุฏُّุนَุงุกِ.
----------------------------------------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki untuk pembahasan ini
َูุฃَู َّุง (ุฃََูู ْ، َูุฃَูู َّุง) َูุฃَุตُُْููู َุง (َูู ْ، ََููู َّุง) َูุฅَِّูู َุง ุฒِْูุฏَุชْ ุนََِْูููู َุง َูู ْุฒْุฉُ ุงูุฅِุณْุชَِْููุงู ِ
Adapun ุฃََูู ْ dan ุฃََูู َّุง , sebenarnya aslinya adalah َูู ْ dan َูู َّ . Hanya saja ุฃََูู ْ dan ุฃََูู َّุง ini adalah ْูู sama َูู َّุง yang ditambah pada keduanya hamzah istifham, jadi hukumnya mengikuti َูู ْ dan َูู َّุง. Jadi kesimpulannya dari 18 itu, yang masuk ke kelompok pertama adalah :
๐น- َูู ْ , َูู َّุง
dan juga turunannya َูู ْ dan َูู َّุง , yaitu
๐น- ุฃََูู ْ dan ุฃََูู َّุง
Kemudian
๐น- ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ،
๐น- َููุงَِูู ุงَِّْูููู، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ.
Jadi memang urutannya sudah disusun sedemikian rupa, sehingga bisa langsung kita kelompokkan. Bahwasanya dari
َูู ْ، ََููู َّุง، ุฃََูู ْ، َูุฃَูู َّุง, َููุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ، َููุงَِูู ุงَِّْูููู، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ.
Ini semua termasuk amil jazm yang menjazmkan satu buah fi'il saja.
------------------------------------------
ุงِููุณْู ُ ุงูุซَّุงِูู
2⃣ kelompok yang ke dua
ู َุง َูุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู ، ََِููู ุงูุจَِู
Yaitu amil jazm yang menjazmkan dua fi'il. Jadi bukan hanya menjazmkan satu fiil saja, tapi dua fiil, ََِููู ุงูุจَِู dan dia adalah sisanya. Maksudnya tadi kan kita sebutkan ada 18, maka sisanya itu adalah kelompok yang kedua. Dari mulai ุฅْู
ุฅِْู ، َูู َุง ، َูู َْู ، َูู َْูู َุง ، َูุฅِุถْู َุง ، َูุฃٌَّู ، َูู َุชَู ، َูุฃََّูุง َู ، َูุฃََْูู ، َูุฃََّูู ، َูุญَْูุซُู َุง، َََْููููู َุง، َูุฅِุฐَุง
Ini semua menjazmkan dua fi'il.
Kemudian setelah itu, setelah kita dikenakan bahwasanya amil jazm ada 18. Kemudian dari 18 amil jazm dibagi lagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang pertama yang menjazmkan satu fi'il, kelompok kedua yang menjazmkan dua fi'il.
Disini beliau (pengarang kitab al-Mumti') mulai menguraikan makna dari setiap huruf dan juga contoh-contohnya.
1⃣. Yang pertama َูู ْ , َูู ْ itu artinya tidak atau belum.
َูู ْ : ََِููู ุญَุฑُْู ٍَْููู َูุฌَุฒْู ٍ ََْูููุจٍ َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: {َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُْูููุฏْ}
Lam adalah
ุญَุฑُْู ٍَْููู
- huruf nafi', nafi' itu artinya peniadaan (tidak).
َูุฌَุฒْู ٍ
- jazm, artinya menjadikan fi'il mudhari itu majzum.
ََْูููุจٍ
- qolbin, qolbin ini membalik.
---------------------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki apa yang dimaksud dengan "membalik" yaitu َูู ْ ini membalik dari fi'il mudhari menjadi makna madhi. Sehingga kalo kita menggunakan َูู ْ ini berarti artinya memang "tidak"
---------------------------
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู:
Contohnya adalah firman Allah Subhanahu wa ta'ala
{َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُْูููุฏْ}
"Tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan".
๐Asalnya َِููุฏُ dan َُููุฏُ ketika ada َูู ْ
☘jadi sukun َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُْูููุฏْ
2⃣. Kemudian hurf jazm yang kedua
ََููู َّุง : ََِููู ุญَุฑُْู ٍَْููู َูุฌَุฒْู ٍ ََْูููุจٍ
Lamma juga sama seperti َูู ْ kalau kita ngirab nanti, cara bacanya seperti ini :
َูู ْ ุญَุฑُْู ٍَْููู َูุฌَุฒْู ٍ ََْูููุจٍ
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: {َูู َّุง َْููุญَُّْููุง ุจِِูู ْ}
Ini dalam surat al-Jumu'ah ayat 3
Kemudian yang َูู َّุง َْููุญَُّْููุง ุจِِูู ْ
๐ Asalnya َْููุญَُّْููุงَู , ketika ada َูู َّุง dibuang
nun nya
☘ menjadi َูู َّุง َْููุญَُّْููุง ุจِِูู ْ
Ini dalam surat al-Jumu'ah ayat 3.
-----------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki yang menerangkan masalah َูู َّุง .
jadi َูู َّุง ini ู ِุซُْู َูู ْ , Seperti َูู ْ
ََููุงุฑََูุชَْูุง ِูู ุจَุนْุถِ ุงูุฃُู ُْูุฑِ،
Akan tetapi َูู َّุง ini berbeda dengan َูู ْ pada sebagian perkara (hal)
ู َِْููุง:ุฃََّู ุงูู ََِْููู ุจَِูุง ู ُุชَََّููุนُ ุญُุตُِِْููู
Diantaranya yang membedakan antara َูู ْ dan َูู َّุง bahwasanya yang dinafi'kan, sesuatu yang di negasikan (yang ditiadakan) terjadi hasilnya (ู ُุชَََّููุนُ ุญُุตُِِْููู).
๐ก Jadi bedanya kalau kita ngomong pake َูู َّุง, ini artinya belum saja. Tapi pada kemudian hari, in syaa Allah akan terjadi.
Seperti ketika Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
َูู َّุง َูุฐُُูููุง ุนَุฐَุงุจَ
"Mereka belum merasakan adzab".
Ini belum saja, nanti pun akan merasakan adzabnya. Jadi ini bedanya َูู ْ sama َูู َّุง.
Jadi kalau kita mengatakan
َูู َّุง ุฃَุฃُْْูู
"Saya belum makan".
Setelah dia ngomong mungkin dia akan makan.
Jadi ini bedanya َูู ْ sama َูู َّุง.
---------------------------
3⃣. Kemudian huruf jazm yang ketiga. َููุงَู ُ ุงูุฃَู ًุฑ lam yang menunjukkan makna perintah.
َููุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ: ََِููู ุงَّูุชِู ُูุทَْูุจُ ุจَِูุง ุงِْููุนُْู ،
Dan ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ adalah lam yang dengan lam nya ini, menuntut (meminta) adanya perbuatan.
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู:
Contohnya firman Allah Subhanahu wa ta'ala
{ُِِْْููููู ุฐُْู ุณَุนَุฉٍ}
"Hendaknya orang-orang yang memiliki keluasan, berinfaq".
๐ Asalnya ُُِْูููู , ketika ada ู Disini, maka menjadi majzum. Karena lamnya adalah lam yang bermakna perintah.
Dan ini harus kita bedakan antara ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ sama َูุงู ُ َْูู .
- Kalo َูุงู ُ َْูู itu menjadikan fi'il mudhari setelahnya menjadi manshub.
- Tapi kalau ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ menjadikan fi'il setelahnya majzum.
Dan lihat karena ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ sama َูุงู ُ َْูู ini sama-sama li, kalau nempel sama fi'il mudhari, dia bentuknya li ( ُِِْْููููู )
Misalkan.
ุฌِุฆْุชُ ِูุฃْูุฑَุกَ
๐กUntuk membedakan mana yang ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ dengan َูุงู ُ َْูู, lihat konteks kalimatnya. Tentu kalau kita mengatakan ุฌِุฆْุชُ ِูุฃْูุฑَุกَ maka lam disini adalah lam yang menyatakan tujuan atau supaya.
✅ "Saya datang supaya bisa membaca"
Tidak mungkin kalau kita membaca ุฌِุฆْุชُ ِูุฃْูุฑَุกَ maksudnya
❌ "Saya datang agar saya / hendaknya saya membaca". Ini gak mungkin sebagai perintah.
Jadi untuk membedakan antara ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ dengan َูุงู ُ َْูู, dilihat dari konteks kalimatnya.
:{ُِِْْููููู ุฐُْู ุณَุนَุฉٍ}
Ini surat ath-Tholaq ayat 7.
َูุชَุฃَุชِู ِููุฏُّุนَุงَุกِ ุนِْูุฏَู َุง َُُْูููู ุงูุทَِّูุจُ ู َِู ุงَِّููู، َูุญُู َِِْูููู ุชَุนََูู: {َِْูููุถِ ุนَََْูููุง ุฑَุจَُّู}
Dan ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ ini digunakan juga untuk doa (untuk permohonan).
Ketika permohonan nya itu ditujukan kepada Allah, maka kita gak boleh mengatakan ini perintah. Tapi kita mengatakan ini do'a.
Jadi kalau kita ngomong nya sama manusia, misalkan bos kepada bawahannya, itu namanya memerintahkan. Si bos memerintahkan bawahannya untuk mengerjakan sesuatu. Tapi kalau dari bawahan ke bos, tentu kita gak mungkin mengatakan "bawahannya memerintah kepada bosnya", tapi kita katakan bahwa "bawahannya meminta tolong kepada bosnya".
๐ก Begitupun hubungan antara kita dengan Allah, kalau khitob-khitob dalam Al-Quran kepada manusia, kepada orang islam, itu disebut dengan perintah. Tapi kalau permohonan kita kepada Allah tidak boleh dikatakan ini ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ , tapi kita katakan ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุก lam sebagai bentuk permohonan.
Disini contohnya,
{َِْูููุถِ ุนَََْูููุง ุฑَุจَُّู}
Ini surat az-Zukhruf ayat 77
"Hendaknya Tuhan mu itu memutuskan atas kami (memutuskan tentang perkara kami)".
Karena ini berkaitan dengan Tuhan, tentu kita tidak boleh mengatakan ini perintah, karena Allah itu tidak bisa diperintah. Adapun kalau dari Allah kepada manusia, atau dari manusia yang lebih tinggi derajatnya kepada yang lebih rendah derajatnya, ini disebut dengan ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ .
๐ก Jadi pada hakikatnya ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ sama ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุก sama, bedanya hanya dari sisi siapa yang memerintah dan siapa yang diperintah.
4⃣. Kemudian huruf jazm yang keempat laa nahiyah.
ََููุงุงَّููุงَِููุฉُ: ََِููู ุงَّูุชِู ُูุทَْูุจُ ุจَِูุง ุชَุฑُْู ุงِููุนِْู ،
๐นJadi kalau ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ itu meminta dilakukannya sesuatu,
๐น kalo َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ meminta ditinggalkannya sesuatu. Jadi permintaan untuk meninggalkan sebuah perbuatan disebut sebagai َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ .
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: {َูุงุชَุญْุฒَْู}
Contohnya firman Allah Subhanahu wa ta'ala َูุงุชَุญْุฒَْู "janganlah kamu bersedih!".
Ini dalam surat at-Taubah ayat 40
َูุชَุฃَุชِู ِููุฏُّุนَุงุกِ َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู:{ุฑَุจََّูุง َูุงุชُุคَุงุฎِุฐَْูุข}
๐ Dan َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ ini digunakan juga untuk doa (permohonan).
Contohnya firman Allah Subhanahu wa ta'ala :
ุฑَุจََّูุง َูุงุชُุคَุงุฎِุฐَْูุข
"Tuhan kami, janganlah engkau anggap dari kami".
Tentu karena ุฑَุจََّูุง disini kita sedang berbicara kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kita tidak boleh mengatakan bahwa ini adalah َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ (laa larangan), tapi kita katakan َูุง ูู ุงูุฏُّุนَุงุก laa yang bermakna permohonan, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar tidak menganggap perbuatan yang kita lakukan atau kita lupa.
Ini dalam surat Al-Baqarah ayat 286.
---------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki
َُْููู ุงูู ُุตَُِّูู:(ََููุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ َูุงูุฏُّุนَุงุกِ، ََููุงِูู ุงٍَِّูููู َูุงูุฏُّุนَุงุกِ) ุฅِุดَุงุฑَุฉٌ ุฅَِูู ุฃََّู َูุงุชَِْูู ุงูุฃَุฏَุงุชَِْูู ู َุนَ ุงِููู ุชَุนَุงَูู َูุง ุชََِْูููุงِู ุฅَِّูุง ุฃَْู ุชََُْูููุง ِููุฏُّุนَุงุกِ، َูุงَُّููู َูุง ُูุนْู َุฑُ ََููุง َُْูููู
Perkataan Mushonnif : adalah isyarat bahwasanya Kedua macam amil jazm ini, tidak layak kita sandingkan dengan kalimat Allah Subhanahu wa ta'ala, kecuali kalo itu bentuknya adalah permohonan.
๐กJadi gak mungkin kita mengatakan istilah ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ dan َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ untuk Allah. Karena yang mungkin bagi seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa ta'ala adalah memohonnya. Jadi,
♻ Tidak ada istilah َูุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ , adanya istilah َูุงู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ
♻ Tidak ada istilah َูุง ุงَّููุงَِููุฉ , adanya istilah َูุง ูู ุงูุฏُّุนَุงุก
๐Jadi ini salah satu adzab ulama kita terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala, tidak hanya memikirkan masalah penggunaan istilah saja, bahkan penggunaan istilahnya pun itu diperhatikan, mana yang cocok untuk manusia dan mana yang selayaknya kita sematkan (kita sandingkan) bersamaan dengan nama Allah yang maha besar.
َูุงَُّููู َูุงُูุนْู َุฑُ ََููุงَُْูููู
Maka Allah itu tidak diperintah dan tidak pula dilarang.
Jadi sebagai bentuk adab kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala kita bedakan istilahnya.
๐น Kalau untuk Allah istilahnya َูุงู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ
๐น sama َูุง ูู ุงูุฏُّุนَุงุก
َูุฃَู َّุง ู َุนَ ุบَْูุฑِุงَِّููู ุฅِุฐَุง َูุงَู ู ِْู ุฃَุฏَْูู ุฅَِูู ุฃَุนَْูู َُููุณَู ُِّْููู َุง ุณُุคَุงًูุง َูุง ุฏُุนَุงุกً.
Adapun kalau pembahasan ini terkait dengan hal selain Allah, apabila dari yang lebih rendah kedudukannya kepada yang lebih tinggi kedudukannya, maka kita namakan dia sebagai ุณُุคَุงًูุง sebagai permohonan (sebagai permintaan), bukan do'a.
๐ก
Jadi kalau kita bicara dengan sesama manusia, dari orang yang lebih rendah kedudukannya, misalkan dari anak buah kepada bosnya, ini istilahnya adalah su'al (ุณَุคَุงًูุง), jadi bukan do'a juga.
Jadi ada perbedaan istilah, do'a itu istilah khusus yang hanya digunakan antara hamba dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Tapi kalau sesama manusia istilahnya bukan do'a, tapi istilahnya adalah su'al (permohonan).
ُْููุธَุฑُ ุดَุฑْุญُ ุงุจِْู ุนُุซَْูู ُِْูู ุนََูู ุฃَุฌُุฑُّْูู َِّูุฉِ،
Silahkan dilihat syarih Ibnu Utsaimin alal al-Ajurrumiyah
Bahwasanya Ibnu Utsaimin mempunyai Syarah dari kitab Ajurrumiyah, dan beliau membahas tentang masalah ini
َูุนََูู ุงูุฃُุตُِْูู ู ِْู ุนِْูู ِ ุงูุฃُุตُِْูู.
Dan juga kitab Ibnu Utsaimin yang lain, al-Ushuul min 'ilmil-Ushuul.
Barangkali untuk sesi yang pertama dicukupkan sampai disini dulu, karena ini sudah lumayan panjang pembahasannya.
semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู ูุจุญู ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
--------------------------------------
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 27 :: Aamil Jazm : Yang Menjazmkan 1 Fi'il
⌛ Durasi audio :: 21.51 menit
---------------------------------------
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita masih melanjutkan kembali pelajaran kita dari kitab al-mumti Fii Syaril Ajurrumiyyah, dan kita masih di pembahasan ุจَุงุจُ ุงูุฃูุนَู. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang *ุฌََูุงุฒِู ُ ุงูู ُุถَุงุฑِุนِ* halaman 77
Tentang yang menjazmkan fi'il mudhari .
َูุงَู ุงูู ُุตَُِّูู ุฑุญู ุงููู ุชุนุงูู : (َู ุงูุฌََูุงุฒِู ُ ุซَู َุงَِููุฉَ ุนَุดَุฑَ، ََِููู : َูู ْ، ََููู َّุง، َูุฃََูู ْ، َูุฃََูู َّุง، ََููุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ َู ุงูุฏُّุนَุงุกِ، ََููุงَูู ุงَِّْูููู َูุงูุฏُّุนَุงุกِ ، َูุฅِْู، َูู َุง، َูู َْู، َูู َْูู َุง، َูุฅِุฐْู َุง، َูุฃٌَّู، َูู َุชَู، َูุฃََّูุงَู، َูุฃََْูู، َูุฃََّูู، َูุญَْูุซُู َุง، َََْููููู َุง، َูุฅِุฐَุง ِْูู ุงูุดِّุนْุฑِ ุฎَุงุตَّุฉً )
Berkata Mushonnif yakni Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji (semoga Allah merahmatinya)
َู ุงูุฌََูุงุฒِู ُ ุซَู َุงَِููุฉَ ุนَุดَุฑَ،
Jadi yang menjazmkan, atau amil jazm itu ada 18.
♻ Alhamdulillah kemaren kita sudah belajar tentang amil nashab, amil nashab ada 10, yaitu:
( ุฃَْู، ََْููู، َูุฅِุฐَْู، ََْููู، َู ูุงَู ُ َْูู، َููุงَู ُ ุงูุฌُุญُْูุฏِ، َูุญَุชَّู، َูุงูุฌََูุงุจُ ุจِุงَููุงุกِ َูุงَููุงِู َูุฃَْู)
๐นDan sekarang kita membahas apa saja amil-amil jazm. Disini disebutkan ada 18, yaitu :
๐َูู ْ
๐َูู َّุง
๐ุงََูู ْ
๐ุงََูู َّุง
๐َูุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ
๐َูุงู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ
๐َูุงَูู ุงَِّْูููู
๐َูุงَูู ุงูุฏُّุนَุงุก ِ
๐ุฅِْู
๐ู َุง
๐ู َْู
๐ู َْูู َุง
๐ุฅِุฐْู َุง
๐ุฃٌَّู
๐ู َุชَู
๐ุฃََّูุงَูุง
๐ุฃََْูู
๐ุฃََّูู
๐ุญَْูุซُู َุง
๐ََْูููู َุง
๐ ุฅِุฐَุง
Idza yang artinya apabila
ِْูู ุงูุดِّุนْุฑِ ุฎَุงุตَّุฉً
Khusus pada syair saja.
ุงูุดَّุฑُْู :
Penjelasan.
ุจَุนْุฏَ ุฃَْู َูุฑَุบَ ุงูู ُุตَُِّูู ุฑَุญِู َُู ุงُّٰููู ู ِْู ุฐِْูุฑِ ุงََّูููุงุตِุจِ ุดَุฑَุนَ ِْูู ุฐِْูุฑِ ุงูุฌََูุงุฒِู ِ.
Setelah Mushonif ini Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji, selesai menyebutkan amil-amil penashab, beliau yakni Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji mulai menyebutkan amil-amil penjazm.
َูุงูุฃَุตُْู ِْูู ุฌَุฒْู ِ ุงِููุนِْู ุฃَْู ََُْูููู ุจِุงูุณُُِّْููู،
Dan hukum asal ketika menjazmkan fi'il tandanya adalah sukun. Hukum asal jazm itu adalah sukun.
َู َُْูููุจَ ุนَُْูู ุญَุฐُْู ุงُِّْูููู ِْูู ุงูุฃَْูุนَุงِู ุงูุฎَู ْุณَุฉِ ،
Dan sukunnya ini diganti dengan membuang nun pada fi'il yang lima. Jadi kalau selain fi'il yang lima, jazm nya dengan sukun.
Contoh nya misalkan, asalnya
a๐ َูุฐَْูุจُ ุฒَْูุฏٌ , menjadi
a๐ َูู ْ َูุฐَْูุจْ ุฒَْูุฏٌ
Asalnya َูุฐَْูุจُ dhommah marfu', ketika ada َูู ْ menjadi majzum dengan sukun ٌَูู ْ َูุฐَْูุจْ ุฒَْูุฏ
Tapi kalau fiil yang lima, dia jazm nya bukan dengan sukun tapi dengan membuang nun. Misalnya:
a๐ ุงูุทَُّّูุงุจُ َูุฐَْูุจَُْูู ุฅูู ุงูุฌَุงู ِุนَุฉِ
Ketika ada َูู ْ
a๐ ِุงูุทَُّّูุงุจُ َูู ْ َูุฐَْูุจُْูุง ุฅูู ุงูุฌَุงู ِุนَุฉ
Asalnya َูุฐَْูุจَُْูู, tapi ketika ada َูู ْ nun nya dibuang.
menjadi َูู ْ َูุฐَْูุจُْูุง
َู ุญَุฐُْู ุญَุฑِْู ุงูุนَِّูุฉِ ِْูู ุงِููุนِْู ุงูู ُุนْุชَِّู ุงูุขุฎِุฑِ،
Dan sukunnya ini diganti juga dengan membuang huruf ilat, kapan? Yaitu pada fiil yang diakhiri dengan huruf ilat.
Jadi kalau fi'il yang lima, yang dibuang adalah nunnya. Tapi kalau fi'il yang diakhiri oleh huruf ilat, yang dibuang adalah huruf ilat nya. Fi'il yang diakhiri oleh huruf ilat, misalnya َูุฏْุนُู
kita katakan misalnya :
๐ asalnya َูุฏْุนُู ุงَููุงِูุฑُ
"seorang kafir berdoa"
Asalnya َูุฏْุนُู ada ู nya disitu, Ketika ada َْูู di depan nya
☘menjadi َูู ْ َูุฏْุนُ ุงَููุงِูุฑُ
Langsung dibuang ู nya jadi pendek dibacanya
َูู ْ َูุฏْุนُ ุงَููุงِูุฑُ
Ini contoh fiil yang diakhiri oleh huruf ilat.
Baik huruf ilatnya wawu seperti➡ َูุฏْุนُู,
maka dibuang wawu nya ➡ َُูู ْ َูุฏْุน ,
Atau ya' seperti➡ َูุฑْู ِู
maka dibuang ya' nya menjadi➡ َูู ْ َูุฑْู ِ,
Ataupun yang diakhiri alif seperti➡ َูุฎْุดَู,
maka dibuang alif nya menjadi➡ َูู ْ َูุฎْุดَ
ََُููู ُูุฌْุฒَู ُ ุฅِุฐَุง ุณَุจََُูู ุฃَุญَุฏُ ุงูุฃَุฏََูุงุชِ ุงูุฌَุงุฒِู َุฉِ.
Dan fi'il mudhari itu dijazmkan apabila didahului oleh salah satu dari adat-adat, atau huruf-huruf, atau amil-amil jazm.
ََِููู ุนََูู ِูุณْู َِْูู :
Dan amil jazm itu bisa kita bagi menjadi dua kelompok.
ุงِููุณْู ُ ุงูุฃََّูู
1⃣ Kelompok yang pertama.
ูก- ู َุงَูุฌْุฒِู ُ ِูุนْูุงً َูุญِุฏًุง،
Yaitu Amil yang menjazmkan satu fiil saja. Jadi kalau pake yang pertama, amil jazm yang menjazmkan hanya satu fi'il saja.
ََِููู : َูู ْ، ََููู َّุง، َููุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ، َููุงَِูู ุงَِّْูููู، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ.
Tadikan disebutkan bahwasanya amil jazm itu ada 18 dari َูู ْ sampai ุฅِุฐَุง , kemudian disini dijelaskan bahwasanya dari 18 amil jazm itu, bisa kita bagi menjadi dua kelompok.
๐นKelompok yang pertama yang menjazmkan satu buah fi'il saja, tidak lebih. Yaitu :
1.๐ร. َูู ْ tidak
2.๐ร. َูู َّุง belum
3.๐ร. ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑ = lam yang maknanya perintah
4.๐ร. ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ= lam yang maknanya harapan
5.๐ร. ูุงَِูู ุงَِّْูููู = laa yang artinya jangan, ูู ุงَِّْูููู pada larangan. Atau
6.๐ร. ูุงَِูู ุงูุฏُّุนَุงุกِ = laa pada permohonan.
Nanti kita akan jelaskan
apa bedanya ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑ sama ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุก,
Kemudian bedanya ูุงَِูู ุงَِّْูููู sama ูุงَِูู ุงูุฏُّุนَุงุกِ.
----------------------------------------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki untuk pembahasan ini
َูุฃَู َّุง (ุฃََูู ْ، َูุฃَูู َّุง) َูุฃَุตُُْููู َุง (َูู ْ، ََููู َّุง) َูุฅَِّูู َุง ุฒِْูุฏَุชْ ุนََِْูููู َุง َูู ْุฒْุฉُ ุงูุฅِุณْุชَِْููุงู ِ
Adapun ุฃََูู ْ dan ุฃََูู َّุง , sebenarnya aslinya adalah َูู ْ dan َูู َّ . Hanya saja ุฃََูู ْ dan ุฃََูู َّุง ini adalah ْูู sama َูู َّุง yang ditambah pada keduanya hamzah istifham, jadi hukumnya mengikuti َูู ْ dan َูู َّุง. Jadi kesimpulannya dari 18 itu, yang masuk ke kelompok pertama adalah :
๐น- َูู ْ , َูู َّุง
dan juga turunannya َูู ْ dan َูู َّุง , yaitu
๐น- ุฃََูู ْ dan ุฃََูู َّุง
Kemudian
๐น- ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ،
๐น- َููุงَِูู ุงَِّْูููู، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ.
Jadi memang urutannya sudah disusun sedemikian rupa, sehingga bisa langsung kita kelompokkan. Bahwasanya dari
َูู ْ، ََููู َّุง، ุฃََูู ْ، َูุฃَูู َّุง, َููุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ، َููุงَِูู ุงَِّْูููู، َูุงูุฏُّุนَุงุกِ.
Ini semua termasuk amil jazm yang menjazmkan satu buah fi'il saja.
------------------------------------------
ุงِููุณْู ُ ุงูุซَّุงِูู
2⃣ kelompok yang ke dua
ู َุง َูุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู ، ََِููู ุงูุจَِู
Yaitu amil jazm yang menjazmkan dua fi'il. Jadi bukan hanya menjazmkan satu fiil saja, tapi dua fiil, ََِููู ุงูุจَِู dan dia adalah sisanya. Maksudnya tadi kan kita sebutkan ada 18, maka sisanya itu adalah kelompok yang kedua. Dari mulai ุฅْู
ุฅِْู ، َูู َุง ، َูู َْู ، َูู َْูู َุง ، َูุฅِุถْู َุง ، َูุฃٌَّู ، َูู َุชَู ، َูุฃََّูุง َู ، َูุฃََْูู ، َูุฃََّูู ، َูุญَْูุซُู َุง، َََْููููู َุง، َูุฅِุฐَุง
Ini semua menjazmkan dua fi'il.
Kemudian setelah itu, setelah kita dikenakan bahwasanya amil jazm ada 18. Kemudian dari 18 amil jazm dibagi lagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang pertama yang menjazmkan satu fi'il, kelompok kedua yang menjazmkan dua fi'il.
Disini beliau (pengarang kitab al-Mumti') mulai menguraikan makna dari setiap huruf dan juga contoh-contohnya.
1⃣. Yang pertama َูู ْ , َูู ْ itu artinya tidak atau belum.
َูู ْ : ََِููู ุญَุฑُْู ٍَْููู َูุฌَุฒْู ٍ ََْูููุจٍ َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: {َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُْูููุฏْ}
Lam adalah
ุญَุฑُْู ٍَْููู
- huruf nafi', nafi' itu artinya peniadaan (tidak).
َูุฌَุฒْู ٍ
- jazm, artinya menjadikan fi'il mudhari itu majzum.
ََْูููุจٍ
- qolbin, qolbin ini membalik.
---------------------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki apa yang dimaksud dengan "membalik" yaitu َูู ْ ini membalik dari fi'il mudhari menjadi makna madhi. Sehingga kalo kita menggunakan َูู ْ ini berarti artinya memang "tidak"
---------------------------
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู:
Contohnya adalah firman Allah Subhanahu wa ta'ala
{َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُْูููุฏْ}
"Tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan".
๐Asalnya َِููุฏُ dan َُููุฏُ ketika ada َูู ْ
☘jadi sukun َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُْูููุฏْ
2⃣. Kemudian hurf jazm yang kedua
ََููู َّุง : ََِููู ุญَุฑُْู ٍَْููู َูุฌَุฒْู ٍ ََْูููุจٍ
Lamma juga sama seperti َูู ْ kalau kita ngirab nanti, cara bacanya seperti ini :
َูู ْ ุญَุฑُْู ٍَْููู َูุฌَุฒْู ٍ ََْูููุจٍ
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: {َูู َّุง َْููุญَُّْููุง ุจِِูู ْ}
Ini dalam surat al-Jumu'ah ayat 3
Kemudian yang َูู َّุง َْููุญَُّْููุง ุจِِูู ْ
๐ Asalnya َْููุญَُّْููุงَู , ketika ada َูู َّุง dibuang
nun nya
☘ menjadi َูู َّุง َْููุญَُّْููุง ุจِِูู ْ
Ini dalam surat al-Jumu'ah ayat 3.
-----------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki yang menerangkan masalah َูู َّุง .
jadi َูู َّุง ini ู ِุซُْู َูู ْ , Seperti َูู ْ
ََููุงุฑََูุชَْูุง ِูู ุจَุนْุถِ ุงูุฃُู ُْูุฑِ،
Akan tetapi َูู َّุง ini berbeda dengan َูู ْ pada sebagian perkara (hal)
ู َِْููุง:ุฃََّู ุงูู ََِْููู ุจَِูุง ู ُุชَََّููุนُ ุญُุตُِِْููู
Diantaranya yang membedakan antara َูู ْ dan َูู َّุง bahwasanya yang dinafi'kan, sesuatu yang di negasikan (yang ditiadakan) terjadi hasilnya (ู ُุชَََّููุนُ ุญُุตُِِْููู).
๐ก Jadi bedanya kalau kita ngomong pake َูู َّุง, ini artinya belum saja. Tapi pada kemudian hari, in syaa Allah akan terjadi.
Seperti ketika Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
َูู َّุง َูุฐُُูููุง ุนَุฐَุงุจَ
"Mereka belum merasakan adzab".
Ini belum saja, nanti pun akan merasakan adzabnya. Jadi ini bedanya َูู ْ sama َูู َّุง.
Jadi kalau kita mengatakan
َูู َّุง ุฃَุฃُْْูู
"Saya belum makan".
Setelah dia ngomong mungkin dia akan makan.
Jadi ini bedanya َูู ْ sama َูู َّุง.
---------------------------
3⃣. Kemudian huruf jazm yang ketiga. َููุงَู ُ ุงูุฃَู ًุฑ lam yang menunjukkan makna perintah.
َููุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ: ََِููู ุงَّูุชِู ُูุทَْูุจُ ุจَِูุง ุงِْููุนُْู ،
Dan ูุงَู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ adalah lam yang dengan lam nya ini, menuntut (meminta) adanya perbuatan.
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู:
Contohnya firman Allah Subhanahu wa ta'ala
{ُِِْْููููู ุฐُْู ุณَุนَุฉٍ}
"Hendaknya orang-orang yang memiliki keluasan, berinfaq".
๐ Asalnya ُُِْูููู , ketika ada ู Disini, maka menjadi majzum. Karena lamnya adalah lam yang bermakna perintah.
Dan ini harus kita bedakan antara ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ sama َูุงู ُ َْูู .
- Kalo َูุงู ُ َْูู itu menjadikan fi'il mudhari setelahnya menjadi manshub.
- Tapi kalau ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ menjadikan fi'il setelahnya majzum.
Dan lihat karena ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ sama َูุงู ُ َْูู ini sama-sama li, kalau nempel sama fi'il mudhari, dia bentuknya li ( ُِِْْููููู )
Misalkan.
ุฌِุฆْุชُ ِูุฃْูุฑَุกَ
๐กUntuk membedakan mana yang ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ dengan َูุงู ُ َْูู, lihat konteks kalimatnya. Tentu kalau kita mengatakan ุฌِุฆْุชُ ِูุฃْูุฑَุกَ maka lam disini adalah lam yang menyatakan tujuan atau supaya.
✅ "Saya datang supaya bisa membaca"
Tidak mungkin kalau kita membaca ุฌِุฆْุชُ ِูุฃْูุฑَุกَ maksudnya
❌ "Saya datang agar saya / hendaknya saya membaca". Ini gak mungkin sebagai perintah.
Jadi untuk membedakan antara ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ dengan َูุงู ُ َْูู, dilihat dari konteks kalimatnya.
:{ُِِْْููููู ุฐُْู ุณَุนَุฉٍ}
Ini surat ath-Tholaq ayat 7.
َูุชَุฃَุชِู ِููุฏُّุนَุงَุกِ ุนِْูุฏَู َุง َُُْูููู ุงูุทَِّูุจُ ู َِู ุงَِّููู، َูุญُู َِِْูููู ุชَุนََูู: {َِْูููุถِ ุนَََْูููุง ุฑَุจَُّู}
Dan ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ ini digunakan juga untuk doa (untuk permohonan).
Ketika permohonan nya itu ditujukan kepada Allah, maka kita gak boleh mengatakan ini perintah. Tapi kita mengatakan ini do'a.
Jadi kalau kita ngomong nya sama manusia, misalkan bos kepada bawahannya, itu namanya memerintahkan. Si bos memerintahkan bawahannya untuk mengerjakan sesuatu. Tapi kalau dari bawahan ke bos, tentu kita gak mungkin mengatakan "bawahannya memerintah kepada bosnya", tapi kita katakan bahwa "bawahannya meminta tolong kepada bosnya".
๐ก Begitupun hubungan antara kita dengan Allah, kalau khitob-khitob dalam Al-Quran kepada manusia, kepada orang islam, itu disebut dengan perintah. Tapi kalau permohonan kita kepada Allah tidak boleh dikatakan ini ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ , tapi kita katakan ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุก lam sebagai bentuk permohonan.
Disini contohnya,
{َِْูููุถِ ุนَََْูููุง ุฑَุจَُّู}
Ini surat az-Zukhruf ayat 77
"Hendaknya Tuhan mu itu memutuskan atas kami (memutuskan tentang perkara kami)".
Karena ini berkaitan dengan Tuhan, tentu kita tidak boleh mengatakan ini perintah, karena Allah itu tidak bisa diperintah. Adapun kalau dari Allah kepada manusia, atau dari manusia yang lebih tinggi derajatnya kepada yang lebih rendah derajatnya, ini disebut dengan ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ .
๐ก Jadi pada hakikatnya ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ sama ูุงَู ُ ุงูุฏُّุนَุงุก sama, bedanya hanya dari sisi siapa yang memerintah dan siapa yang diperintah.
4⃣. Kemudian huruf jazm yang keempat laa nahiyah.
ََููุงุงَّููุงَِููุฉُ: ََِููู ุงَّูุชِู ُูุทَْูุจُ ุจَِูุง ุชَุฑُْู ุงِููุนِْู ،
๐นJadi kalau ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ itu meminta dilakukannya sesuatu,
๐น kalo َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ meminta ditinggalkannya sesuatu. Jadi permintaan untuk meninggalkan sebuah perbuatan disebut sebagai َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ .
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู: {َูุงุชَุญْุฒَْู}
Contohnya firman Allah Subhanahu wa ta'ala َูุงุชَุญْุฒَْู "janganlah kamu bersedih!".
Ini dalam surat at-Taubah ayat 40
َูุชَุฃَุชِู ِููุฏُّุนَุงุกِ َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู:{ุฑَุจََّูุง َูุงุชُุคَุงุฎِุฐَْูุข}
๐ Dan َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ ini digunakan juga untuk doa (permohonan).
Contohnya firman Allah Subhanahu wa ta'ala :
ุฑَุจََّูุง َูุงุชُุคَุงุฎِุฐَْูุข
"Tuhan kami, janganlah engkau anggap dari kami".
Tentu karena ุฑَุจََّูุง disini kita sedang berbicara kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kita tidak boleh mengatakan bahwa ini adalah َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ (laa larangan), tapi kita katakan َูุง ูู ุงูุฏُّุนَุงุก laa yang bermakna permohonan, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar tidak menganggap perbuatan yang kita lakukan atau kita lupa.
Ini dalam surat Al-Baqarah ayat 286.
---------------
๐๐ฃ
Disini ada catatan kaki
َُْููู ุงูู ُุตَُِّูู:(ََููุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ َูุงูุฏُّุนَุงุกِ، ََููุงِูู ุงٍَِّูููู َูุงูุฏُّุนَุงุกِ) ุฅِุดَุงุฑَุฉٌ ุฅَِูู ุฃََّู َูุงุชَِْูู ุงูุฃَุฏَุงุชَِْูู ู َุนَ ุงِููู ุชَุนَุงَูู َูุง ุชََِْูููุงِู ุฅَِّูุง ุฃَْู ุชََُْูููุง ِููุฏُّุนَุงุกِ، َูุงَُّููู َูุง ُูุนْู َุฑُ ََููุง َُْูููู
Perkataan Mushonnif : adalah isyarat bahwasanya Kedua macam amil jazm ini, tidak layak kita sandingkan dengan kalimat Allah Subhanahu wa ta'ala, kecuali kalo itu bentuknya adalah permohonan.
๐กJadi gak mungkin kita mengatakan istilah ูุงَู ُ ุงูุฃَู ุฑ dan َูุง ุงَّููุงَِููุฉُ untuk Allah. Karena yang mungkin bagi seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa ta'ala adalah memohonnya. Jadi,
♻ Tidak ada istilah َูุงู ُ ุงูุฃَู ْุฑِ , adanya istilah َูุงู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ
♻ Tidak ada istilah َูุง ุงَّููุงَِููุฉ , adanya istilah َูุง ูู ุงูุฏُّุนَุงุก
๐Jadi ini salah satu adzab ulama kita terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala, tidak hanya memikirkan masalah penggunaan istilah saja, bahkan penggunaan istilahnya pun itu diperhatikan, mana yang cocok untuk manusia dan mana yang selayaknya kita sematkan (kita sandingkan) bersamaan dengan nama Allah yang maha besar.
َูุงَُّููู َูุงُูุนْู َุฑُ ََููุงَُْูููู
Maka Allah itu tidak diperintah dan tidak pula dilarang.
Jadi sebagai bentuk adab kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala kita bedakan istilahnya.
๐น Kalau untuk Allah istilahnya َูุงู ُ ุงูุฏُّุนَุงุกِ
๐น sama َูุง ูู ุงูุฏُّุนَุงุก
َูุฃَู َّุง ู َุนَ ุบَْูุฑِุงَِّููู ุฅِุฐَุง َูุงَู ู ِْู ุฃَุฏَْูู ุฅَِูู ุฃَุนَْูู َُููุณَู ُِّْููู َุง ุณُุคَุงًูุง َูุง ุฏُุนَุงุกً.
Adapun kalau pembahasan ini terkait dengan hal selain Allah, apabila dari yang lebih rendah kedudukannya kepada yang lebih tinggi kedudukannya, maka kita namakan dia sebagai ุณُุคَุงًูุง sebagai permohonan (sebagai permintaan), bukan do'a.
๐ก
Jadi kalau kita bicara dengan sesama manusia, dari orang yang lebih rendah kedudukannya, misalkan dari anak buah kepada bosnya, ini istilahnya adalah su'al (ุณَุคَุงًูุง), jadi bukan do'a juga.
Jadi ada perbedaan istilah, do'a itu istilah khusus yang hanya digunakan antara hamba dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Tapi kalau sesama manusia istilahnya bukan do'a, tapi istilahnya adalah su'al (permohonan).
ُْููุธَุฑُ ุดَุฑْุญُ ุงุจِْู ุนُุซَْูู ُِْูู ุนََูู ุฃَุฌُุฑُّْูู َِّูุฉِ،
Silahkan dilihat syarih Ibnu Utsaimin alal al-Ajurrumiyah
Bahwasanya Ibnu Utsaimin mempunyai Syarah dari kitab Ajurrumiyah, dan beliau membahas tentang masalah ini
َูุนََูู ุงูุฃُุตُِْูู ู ِْู ุนِْูู ِ ุงูุฃُุตُِْูู.
Dan juga kitab Ibnu Utsaimin yang lain, al-Ushuul min 'ilmil-Ushuul.
Barangkali untuk sesi yang pertama dicukupkan sampai disini dulu, karena ini sudah lumayan panjang pembahasannya.
semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู ูุจุญู ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
--------------------------------------
Dars 28: Amil jazm
๐ Transkrip Materi BINAR Pekan 13
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 28 :: Aamil Jazm : Yang Menjazmkan 2 Fi'il
⌛ Durasi audio :: 26.07 menit
---------------------------------------
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita lanjutkan kembali pelajaran kita, masih di pembahasan tentang amil jazm, dan ini adalah penjelasan lanjutan yang ke 2
ุซَุงًِููุง : ู َุง َูุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู :
Alhamdulillaah kita sudah bahas amil jazm yang menjazmkan 1 fiil saja. Seperti
َูู ْ َูุฐَْูุจَ ุฅูู ุงูู َุฏْุฑَุณَุฉِ
Cuma satu fiil saja yang di jazmkan, yaitu َูุฐَْูุจَ saja. Nah sekarang kita akan belajar amil jazm yang menjazmkan 2 fi'il sekaligus. Jadi bukan cuma satu.
ุงِูุฃََُّูู ُูุณَู َّู ِูุนَْู ุงูุดَّุฑْุทِ ، َูุงูุซَุงِْูู ُูุณَู َّู ุฌََูุงุจَ ุงูุดَّุฑْุทِ َูุฌَุฒَุงุกَُู.
๐นYang pertama disebut sebagai fi'il syarat, dan
๐นYang kedua disebut sebagai fi'il jawab syarat.
ร ุฌََูุงุจَ = itu jawaban
ร ุฌَุฒَุงุก = balasan.
Jadi amil jazm yang kedua ini menjazmkan dua fiil. Fiil yang pertama disebut sebagai fi'il syarat nya, artinya kalo fi'il ini terjadi (kalo fi'il ini dilakukan) maka akan menjadi fi'il yang kedua. Jadi ini yang disebut fi'il syarat dan jawab syarat.
ََููุฐِِู ุงِูุฃَ ุฏََูุงุชُ َِูู :
Dan amil-amil jazm yang menjazmkan dua fiil ini, yaitu:
ุฅِْู ، َูู َุง ، َูู َْู ، َูู َْูู َุง ، َูุฅِุถْู َุง ، َูุฃٌَّู ، َูู َุชَู ، َูุฃََّูุงَู ، َูุฃََْูู ، َูุฃََّูู ، َูุญَْูุซُู َุง
، (ุฅِْู) َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนََูู : (ุฅِْู َูุดَุฃْ ُูุฐِْูุจُْูู ْ) (ูก)
1⃣. Ini contoh yang pertama,
๐ร ุฅِْู artinya jika,
๐ร ุฅِْู َูุดَุฃْ jika ia berkehendak,
๐ร ُูุฐِْูุจُْูู ْ ia akan membuatnya pergi dari kalian.
Ini dalam surat an-Nisa ayat 133
Perhatikan disini ada 2 fi'il yang jazm, yang pertama َูุดَุฃْ, yang kedua ُูุฐِْูุจْ
๐ini kan asalnya َูุดَุฃُ ُูุฐِْูุจُُูู ْ, ketika ada ุฅِْู nya
๐menjadi ุฅِْู َูุดَุฃْ majzum. ُูุฐِْูุจُْูู ْ ba'nya sukun, karena majzum juga.
2⃣. Kemudian yang ke 2 ู َุง
َู (ู َุง) َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู : ( َูู َุง ุชَْูุนَُْููุง ู ِْู ุฎَْูุฑِ َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู )
Ini ู َุง artinya "apa"
Contohnya dalam firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
(َูู َุง ุชَْูุนَُْููุง ู ِْู ุฎَْูุฑِ َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู)(ูข)
"Dan apapun kebaikan yang kamu lakukan, niscaya Allah pasti mengetahuinya".
Maka disini kita lihat asalnya ุชَْูุนََُْููู ketika ada َู َุง, yang merupakan amil jazm disini, jadi majzum dia dengan membuang nun.
ร๐ Asalnya ุชَْูุนََُْููู ,Dibuang nun nya
jadi ร๐ َูู َุง ุชَْูุนَُْููุง
Kemudian fi'il yang kedua yang di jazm kan
adalah َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู ,
ร๐ asalnya َูุนَْูู ُُู ุงَُّููู, karena dia menjadi jawabannya, jawab syarat, maka dia disukunkan َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู. Ini yang dimaksud dengan huruf syarat dan jawabnya.
ร๐ ุชَْูุนَُْููุง disini disebut sebagai fi'il syarat. Apapun perbuatan kebaikan yang kita lakukan, apa yang akan terjadi kalo kita melakukan kebaikan ?
ร๐ َูุนَْูู ُْู ุงَّููู , ini jawaban nya "Pasti Allah akan mengetahuinya".
Ini dalam surat al-Baqoroh ayat 197.
3⃣. Kemudian amil yang ke 3, yang menjazmkan dua fiil, yaitu ู َْู yang artinya "siapa"
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนََูู : ( َูู َْู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَْู َُูู ู َุฎْุฑَุฌًุง )(ูฃ)
"Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar".
๐น Disini fi'il syarat nya adalah َูุชَِّู .
Asalnya kan ุงِุชََّูู - َูุชَِّْูู
Ini termasuk fi'il mudhari yang diakhiri huruf ilat ู
Ketika dia diawali oleh isim ู َْู. ู َْู disini adalah isim, bukan huruf.
Makannya istilahkan adalah ุฃَุฏََูุงุช, ุฃَุฏَูุงุช itu digunakan untuk istilah yang lebih umum. Kalo kita bilang huruf, inikan nanti gak bisa, karena ู َْู ini isim, tapi kalo ุฃَุฏَูุงุช itu bisa isim bisa huruf.
๐ Makannya istilah yang digunakan dari tadi ุฃَุฏَูุงุช. Nah kalo ุฃَุฏَูุงุช itu bisa isim bisa huruf.
Jadi َูุชَِّู ini majzum dengan membuang huruf ilat.
Asalnya➡ َูุชَِّْูู
Menjadi➡ َูุชَِّู
๐น Kemudian fi'il jawab syarat nya adalah
Asalnya➡ َูุฌْุนَُู kalo marfu. Karena dia menjadi fi'il jawab, maka dia majzum juga
Menjadi➡ َูุฌْุนَْู
Ini dalam surat at- Tholaq ayat 2.
4⃣. Kemudian yang ke 4 ู َุญْู َุง
َู (ู َุญْู َุง) َูุญُْู ََِْูููู : ู َْูู َุง ُูุญَุงِِูู ุงูู ُุจْุทَُِْููู ุทَู ْุณَ ุงูุญََِْูููุฉِ ุชَุธَْูุฑْ ،
ร๐น ู َْูู َุง ini "bagaimanapun". Contohnya
Perkataanmu,
ู َْูู َุง ُูุญَุงِِูู ุงูู ُุจْุทَُِْููู ุทَู ْุณَ ุงูุญََِْูููุฉِ ุชَุธَْูุฑْ ،
"Bagaimanapun seorang pelaku kebathilan berusaha (ُูุญَุงِِูู itu artinya berusaha), ุทَู ْุณَ ุงูุญََِْูููุฉِ menyembunyikan atau menghapus hakikat atau realita atau fakta, ุชَุธَْูุฑ ia pasti akan tampak".
Jadi " Bagaimanapun seorang pelaku kebathilan berusaha untuk menghapus hakikat (menghapus kenyataan) ia pasti akan tampak".
Ini yang dijazmkan adalah ُูุญَุงِِูู
๐Asalnya ُูุญَุงُِูู , menjadi sukun, majzum
๐Menjadi ู َْูู َุง ُูุญَุงِْูู ,
kenapa disini kasrah? Ini ِูุงูุชَِّูุงุกِ ุณَุงَِْูููู karena bertemunya 2 sukun. Biar bisa dibaca washal makanya jadinya kasrah. ู َْูู َุง ُูุญَุงِْูู
๐นKemudian fi'il yang kedua yang dijazmkan adalah ุชَุธَْูุฑْ sebagai jawab syarat, jadi bagaimanapun seorang pelaku kebathilan berusaha menyembunyikan (berusaha mengahapus) kenyataan, dia pasti tetap akan tampak.
Ini mungkin versi arabnya dari
" Sepandai-pandainya kita menimbun bangkai, akan tercium juga". Padanannya mungkin seperti ini
5⃣. Kemudian yang ke 5 ุฅِุฐْู َุง
َู (ุฅِุฐْู َุง) َูุญُْู ََِْูููู : ุฅุฐْู َุง ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
ร๐น ุฅِุฐْู َุง ini "kapanpun", atau "bagaimanpun", atau "jika"
ุฅุฐْู َุง ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
"Apabila kamu berdiri, saya berdiri".
Misalnya ini kita nge-fans sama seseorang, terus kita bilang, "bila kamu berdiri saya juga berdiri", saking nge-fansnya sama dia.
6⃣. Kemudian ุฃٌَّู
َู (ุฃٌَّู) َูุญُْู ََِْูููู : ุฃَُّู ุทَุงِูุจٍ َูุฌْุชَِูุฏْ َูุชََูุฏَّู ْ.
ร๐นุฃٌَّู ini ciri khasnya setelah ุฃَُّู itu harus ada mudhaf ilah nya. ุฃٌَّู itu "yang mana"
ุฃَُّู ุทَุงِูุจٍ َูุฌْุชَِูุฏْ
"Siswa mana saja yang bersungguh-sungguh, ia pasti akan maju (berhasil)". َูุชََูุฏَّู ْ itu artinya maju.
Yang jadi contoh disini َูุฌْุชَِูุฏْ
ุฃَُّู ุทَุงِูุจٍ َูุฌْุชَِูุฏ
Kalo ada siswa yang َูุฌْุชَِูุฏْ (sungguh-sungguh),
apa hasilnya? َูุชََูุฏَّู ْ Maka dia akan maju.
7⃣. Kemudian selanjutnya ู َุชَู
َู ( *ู َุชَู* ) َูุญُْู َََِูููู :
ร๐น ู َุชَู ini jelas artinya "kapan", contohnya perkataanmu :
ู َุชَู َูุตُْูุญْ َْููุจَُู ุชَุตُْูุญْ ุฌََูุงุฑِุญَُู.
"Kapanpun benar hatimu (sholih hatimu), maka sholih pula (benar pula) perbuatan fisikmu".
๐ท Jadi kalo hati kita benar, maka in syaa Allah, lisan kita, tangan kita, kaki kita juga benar. Ini contoh yang sangat bagus, dan merupakan nasihat bagi kita.
Yang jadi contoh disini adalah َูุตُْูุญْ yaitu ู َุชَู َูุตُْูุญْ
Maka ุชَุตُْูุญْ ุฌََูุงุฑِุญَُู.
๐Ini َูุตُْูุญْ adalah fi'il syarat,
๐dan ุชَุตُْูุญْ (yang kedua) ini adalah jawab syarat.
Thoyyib
8⃣. Kemudian ุงََّูุงَู
َู ( *ุงََّูุงَู* ) َูุญُْู َََِูููู :
ร๐น *ุงََّูุงَู* ini "kapan"
ุงََّูุงَู ุชُุทِุนِ ุงَّٰููู ُูุนَِْูู
"Kapanpun engkau menta'ati Allah, ُูุนَِْูู Allah akan menolongmu".
Dari kata ุฃุนَุงَู - ُูุนُِْูู = menolong
Jadi asalnya ุชُุทِุนْ , dibaca kasrah karena
ِูุงูุชَِّูุงุกِ ุณَุงَِِْูููู
bertemu nya dua sukun
Kemudian ُูุนَِْูู,
➡ asalnya ُูุนَُِْููู kemudian karena dia menjadi fi'il jawab syarat, menjadi majzum,
➡menjadi ُูุนَِْูู
9⃣. Kemudian selanjutnya, amil jazm yang menjazmkan dua fiil, ุงََْูู artinya dimana
َู ( *ุงََْูู* ) َูุญُْู َِِูููู ุชَุนَุงَูู :
( *ุฃََْููู َุง ุชَُُููููุง ُูุฏْุฑُِّْููู ُ ุงูู َูุชُ* ) (ูค)،
Ini dalam surat an-Nisa ayat 78
" Dimanapun kamu berada, kematian pasti akan mendapatimu".
๐Ini yang jadi contoh, asalnya ุชَُُููููุงَู dibuang nun nya,
๐kemudian ُูุฏْุฑُِّْููู ُ asalnya ُูุฏْุฑُُِููู ُ, kemudian jadi sukun ُูุฏْุฑُِّْููู ُ
๐ Kemudian
َู ( *ุฃََّูู* ) َูุญُْู : ุฃََّูู َูุฌِْูุณِ ุงูุนَุงِูู ُ ُูุญْุชَุฑَู ْ،
๐Anna *ุฃََّูู* artinya "dimanapun",
ุฃََّูู َูุฌِْูุณِ ุงูุนَุงِูู ُ ُูุญْุชَุฑَู ْ،
"Dimanapun seorang alim itu duduk, dia pasti dihormati".
Ini juga merupakan nasehat, bahwasannya orang yang memiliki ilmu itu, pasti memiliki kedudukan yang berbeda dengan orang yang jahil.
Sebagaimana dalam ayat al-Qur'an,
... َูุฑَْูุนِ ุงَُّููู ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ู ُِْููู ْ َูุงَّูุฐَِูู ุฃُูุชُูุง ุงْูุนِْูู َ ุฏَุฑَุฌَุงุชٍ ...
[Surat Al-Mujadilah 11]
1⃣1⃣. Kemudian ุญَْูุซُู َุง
َู ( *ุญَْูุซُู َุง* ) َูุญُْู : ุญَْูุซُู َุง ุชَุณْุชَِูู ْ ุชُِْููุญْ.
๐Ini *ุญَْูุซُู َุง* sama artinya "kapanpun"
ุญَْูุซُู َุง ุชَุณْุชَِูู ْ ุชُِْููุญْ.
"Kapanpun engkau istiqomah", kenapa kalo istiqomah? ุชُِْููุญْ "engkau akan beruntung"
َูุฐََูุฑَ ุงูู ُุตَُِูู ِูู ุงูุฌََูุงุฒِู ِ ( *ََْูููู َุง* ) َูุญُู :ََูููู َุง ุชَْูุนَْู ุฃَْูุนَْู، ุชَุจْุนًุง َُِِِّْูููููููู.
๐ถ. Dan Mushonnif menyebutkan pula dalam amil jazm itu ََْูููู َุง , misalkan artinya "bagaimana"
َูุญُู :ََูููู َุง ุชَْูุนَْู ุฃَْูุนَ
"Bagaimanapun kamu berbuat, saya akan berbuat".
ุชَุจْุนًุง َُِِِّْูููููููู.
Ini Mengikuti pendapat ulama Kuffah
Kalo kita mempelajari ilmu nahwu, Ada 2 daerah yang terkenal di zaman dulu yang mempopulerkan ilmu nahwu ini, mereka sering berselisih pendapat dalam beberapa masalah nahwu.
๐Jadi kalo ada pernyataan
ุชَุจْุนًุง َُِِِّْูููููููู.
Mengikuti pendapat ulama Kuffah, Ini merupakan isyarat bahwasannya ulama Bashrah tidak menganggap ََูููู َุง ini sebagai huruf jazm.
ََููุฏْ ُูุฌْุฒَู ُ ุจِ( *ุฅِุฐَุง* ) ِูู ุถَุฑُูุฑَุฉِ ุงูุดِّุนْุฑِ، َูุญُْู َِููู ุงูุดَّุงุนِุฑِ(ูฅ) :
َูุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู
Dan terkadang ุฅِุฐَุง digunakan juga untuk menjazmkan dua fiil, ุถَุฑُูุฑَุฉِ ุงูุดِّุนْุฑ pada syair darurat.
๐Jadi kalo kita belajar nanti
ilmu 'arudh (ุนูู ุงูุนุฑูุถ) ilmu tentang syair-syair bahasa arab. Di syair bahasa arab itu ada kaidah, terkadang untuk mengejar kesamaan bunyi *"boleh kita merubah sedikit (boleh langgar sedikit) hukum-hukum nahwu"* . Ini yang disebut ุถَุฑُْูุฑَุฉُ ุงูุดِّุนْุฑِ , darurat Syiir, jadi karena kita mengejar rima nya yang bagus atau bunyi nya yang sama, ini boleh sedikit-sedikit dilanggar kaidah nahwunya
َูุญُْู َِููู ุงูุดَّุงุนِุฑِ(ูฅ) :
Contohnya perkataan seorang penyair
َู ุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู.
Dan ุฎَุตَุงุตَุฉٌ itu keadaan yang miskin.
"Dan apabila kemiskinan menimpamu, maka tetaplah bersikap bagus (bersikap baik)".
_____________________________
๐๐ฃ
Ini ada catatan kakinya
(ูฅ) ุงูุจَْูุชُ ِูุนَุจْุฏِ ุงَْูููุณِ،
Ba'it ini dikarang oleh Abdul Qois
َูุตَุฏْุฑَُู : َูุงุณْุชَุบِْู ู َุง ุฃَุบَْูุงَู ุฑَุจَُّู ุจِุงูุบَِูู.
"Dan mintalah kekayaan,
ู َุง ุฃَุบَْูุงَู ุฑَุจَُّู ุจِุงูุบَِูู
tidaklah tuhanmu menjadikan kamu kaya dengan kekayaan".
______________________
ุงูุดَّุงِูุฏُ ِِْููู :
๐ถ. Yang menjadi pembahasan kita adalah ุฅِุฐَุง, yaitu dalam kalimat
َู ุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู.
Lihat ุชُุตِุจَْู disini, majzum dia.
๐ Asalnya kan ุฃุตَุงุจَ - ُูุตِْูุจُ - ุชُุตِْูุจُ
Tapi karena ุฅِุฐَุง nya disini, dianggap sebagai amil jazm, maka dia di jazm kan ุชُุตِุจَْู
(ุฅِุฐَุง) ุญَْูุซُ ุฌَุฒَู َุชْ ِูู ุถَุฑُْูุฑَุฉِ ุงูุดِّุนْุฑِ ุชُุตِุจَْู
๐น Idza (ุฅِุฐَุง)disini menjazmkankan karena darurot syair ุชُุตِุจَْู
َู ู َุนَْูู ุงูุฎَุตَุงุตَุฉُ : ุงَْูููุฑُ
Dan makna ุงูุฎَุตَุงุตَุฉُ adalah ุงَْูููุฑُ, artinya ุงูุฎَุตَุงุตَุฉُ adalah ุงَْูููุฑُ (kefakiran)
َู ุชَุฌَู َِّู : ุฃَْู : َูุง ุชَุธَْูุฑُ ุนََูู َْููุณَِู ุงูุฐَِّู َูุงูู َุณََْููุฉُ.
Dan arti dari ุชَุฌَู َِّู,
"Jangan kau tampakkan atas dirimu ุงูุฐَِّู (kehinaan) dan kemiskinan".
Jadi ini merupakan nasihat yang indah dari Abdul Qois,
Yang pertama Kita harus merasa cukup. ุงุณْุชَุบِْู ini merasa cukup. Karena yang membuat kita kaya itu bukan cuma masalah kekayaan harta.
Kemudian beliau menasehati
َู ุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู.
"Dan apabila engkau ditimpa kefaqiran, maka tetaplah bersikap baik" artinya jangan menampakkan kehinaan dan pula kemiskinan.
--------------------------
* ََููุงุฆِุฏُ َู ุชَْูุจَِْููุงุชٌ :
Faedah-faedah dan catatan-catatan tambahan :
ูก- َูุงَู ุงุจُْู ِูุดَุงู ِ : َูู ْ : ุญَุฑُْู ุฌَุฒْู ٍ َِِْูููู ุงูู ُุถَุงุฑِุนِ َََูููุจَُู ู َุงุถًِูุง،
1⃣. Lam merupakan huruf jazm, yang menafikan fi'il mudhari dan ia membaliknya menjadi fi'il madhi.
Ini kan tadi, ketika dijelaskan َูู ْ itu adalah
ุญَุฑُْู ٍَِููู َู ุฌَุฒْู ٍ َู َْููุจٍ
Disini dijelaskan apa yang dimaksud dengan qolbin ( َْููุจٍ)
ุชَُُْููู : ( َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ)
Engkau mengatakan " Zaid sedang berdiri"
ََُُْููููู ุงِููุนُْู ู َุฑُْْููุนًุง ِูุฎُُِِููู ุนَِู ุงَّููุงุตِุจِ َู ุงูุฌَุงุฒِู ِ،
Maka fiil mudhari dalam kalimat َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ marfu' , kenapa?
ِูุฎُُِِููู ุนَِู ุงَّููุงุตِุจِ َู ุงูุฌَุงุฒِู
Karena ia terbebas dari penashab dan penjazm
َู ู ُุญْุชَู ًَูุง ِْููุญَุงِู َูุงูุงِุณْุชِْูุจَุงِู،
Dan kalimat ٌَُْูููู ُ ุฒَْูุฏ ini, masih ada kemungkinan maknanya ِْููุญَุงِู (yang sedang berlangsung), َูุงูุงِุณْุชِْูุจَุงِู dan juga yang akan datang.
َูุฅِุฐَุง ุฏَุฎََูุชْ ุนََِْููู (َูู ْ)
Maka apabila ٌَُْูููู ُ ุฒَْูุฏ ini kemasukkan َูู ْ
ุฌَุฒَู َุชُْู َู ََููุจَุชُْู ุฅَِูู ู َุนَْูู ุงูู َุถِِู
Maka َูู ْ nya ini menjazmkan َُْูููู ُ , dan membaliknya kepada makna fiil madhi.
๐น Jadi dengan adanya َูู ْ disini, َูู ْ َُููู ْ ุฒَْูุฏ "Zaid tidak berdiri"
Apakah si Zaid berdiri? Tidak, jadi ini belum terjadi (madhi). Jadi Ini yang dimaksud dengan huruf Qolb
ูกู. ุดَุฑْุญُ ุดُุฐُْูุฑُ ุงูุฐََّูุจِ ุต (ูขูค).
Lihat syarah syudzuru dzahab halaman 24.
2⃣ Kemudian faidah yang ke-dua.
ูข- (َูู َّุง) ุงูุฏَّุงุฎَِูุฉُ ุนََูู ุงِููุนِْู ุงูู َุงุถِู َْููุณَุชْ َูุงَِููุฉً ุฌَุงุฒِู َุฉً، َู ุฅَِّูู َุง َِูู ุธَุฑٌْู ุจِู َุนَْูู ุญَِْูู ุนََูู ุงูู َุดُْْููุฑِ، َู ุญَุฑُْู ุดَุฑْุทٍ ุนِْูุฏَ ุณِْูุจََِْููู،
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู : { ََููู َّุง َูุฌَّุงُูู ْ ุฅَِูู ุงูุจَุฑِّ ุฃَุนْุฑَุถْุชُู ْ}.
๐น Lamma َูู َّุง yang masuk kepada fiil madhi bukanlah َูู َّุง yang menafikkan tidak pula menjazmkan. Jadi َูู َّุง yang di maksudkan dalam pembahasan disini adalah َูู َّุง yang masuk ke fiil mudhari. Tapi kalo ada َูู َّุง yang masuk kepada fiil madhi, maka َูู َّุง yang itu bukanlah huruf jazm.
َู ุฅَِّูู َุง َِูู ุธَุฑٌْู
Tapi dia itu adalah dzorof, dengan makna ุญَِْูู "ketika" atas pendapat yang mahsyur.
َู ุญَุฑُْู ุดَุฑْุทٍ ุนِْูุฏَ ุณِْูุจََูู
Atau dia adalah huruf syarat menurut Sibawaih. Sibawaih ini termasuk orang yang alim, yang sangat disegani dalam ilmu nahwu.
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู :
Contohnya adalah firman Allah Subhanahu wa ta'ala
{ ََููู َّุง َูุฌَّุงُูู ْ ุฅَِูู ุงูุจَุฑِّ ุฃَุนْุฑَุถْุชُู ْ}.
"Maka tatkala kami telah menyelamatkan kalian ke daratan, ุฃَุนْุฑَุถْุชُู ْ kalian berpaling"
Jadi َูู َّุง disini َูุฌَّุงُูู ْ ini kan setelah َูู َّุง , fiil madhi
َูุฌَّุง - ููุฌِّู
๐น jadi َูู َّุง disini bukan َูู َّุง huruf jazm, tapi َูู َّุง dzorof yang artinya ุญَِْูู "ketika".
ََููู َّุง َูุฌَّุงُูู ْ
Jadi artinya bukannya "belum" ❌
tetapi "ketika" ✅
Jadi ini tambahan saja.
ُْููุธَุฑُ ุดَุฑْุญُ ุงَููุทْุฑِ ุต (ูฅูฅ)، َู ุงَّููุญُْู ุงَููุงِูู ( ูค/ ูคูขู ).
Silahkan dilihat di syarah Qothrun nada halaman 65. Dan juga an-Nahwul waafi jilid 4 halaman 420.
3⃣. Faidah yang ketiga
= ูฃู َูุงَู ุงุจُْู ุงูุญَุงุฌِ :
Berkata Ibnul Haaj
ู َุง َูุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู ุฃَْู : ุฃَุตَุงَูุฉً،
Yang menjazmkan dua fiil artinya ini hukum asalnya.
َูุฅَِّูุง ََููุฏْ َُُْูููู ุงูุฌََูุงุจُ ุบَْูุฑَ ِูุนٍْู،
Dan jika tidak, maka terkadang jawabnya itu bukanlah fiil.
َูุงูุฌََูุงุจِ ุจِู(َูู َุง َูุญُْู) ู ِْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู {ู َْูู َุง ุชَุฃْุชَِูุง ุจِِู ู ِْู ุขَูุฉٍ ِّูุชَุณْุญَุฑََูุง ุจَِูุง َูู َุง َูุญُْู ََูู ุจِู ُุคْู َِِْููู}،
๐นPerhatikan disini, kalau tadikan kita membahas menjazmkan dua fiil, Tapi nanti ada juga kalimat yang fiil pertama memang menujukkan bahwa dia itu di jazmkan.
Seperti dalam ayat ini ู َْูู َุง ุชَุฃْุชَِูุง
๐ Asalnya ุชَุฃْุชَِْูู ada ู nya, kemudian karena ada ู َْูู َุง disini, jadi dibuang. Tapi gak mesti jawab syarat nya itu harus fiil, terkadang ada yang jawab syarat nya itu bukan fiil. Seperti dalam ayat ini,
๐ Kalimat syarat nya adalah
ู َْูู َุง ุชَุฃْุชَِูุง ุจِِู ู ِْู ุขَูุฉٍ ِّูุชَุณْุญَุฑََูุง ุจَِูุง
๐ Adapun jawab syaratnya
َูู َุง َูุญُْู ََูู ุจِู ُุคْู َِِْููู
Lihat, َูู َุง َูุญُْู disini tidak ada fiil nya.
Ini menujukkan bahwa tidak mesti, kalo kita menggunakan amil jazm yang menjazmkan dua fiil, itu harus ada fiil syarat dan ada fiil jawab.
Bisa jadi fiilnya fiil syarat tapi jawabannya bukan fiil, melainkan isim seperti ini, atau disini huruf, ู َุง َูุญُْู disini ู َุง nya adalah ู َุง nafiyah. Thoyyib
َُููุคْุชَู ุจِู(َูุงุกٍ) ِูู ุงูุฌََูุงุจِ ุชُุณَู َّู ุฑَุงุจِุทَุฉً ِูุฌََูุงุจِ ุงูุดَّุฑْุทِ
Maka didatangkan dengan ู pada jawaban nya dinamakan sebagai ุฑَุงุจِุทَุฉً (pengikat) ِูุฌََูุงุจِ ุงูุดَّุฑْุทِ sebagai jawab syarat.
ุงูู ุญَุงุดَِูุฉُ ุงุจِْู ุงูุญَุงุฌِ ุต (ูฆูก).
Lihat Hasyiat Ibnul Haj halaman 61
4⃣. Kemudian faidah yang ke empat
ูคู ุนََูุงู َุฉُ ุฃَุฏََูุงุชِ ุงูุดَّุฑْุทِ ุงَّูุชِู ุชَุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู ุตِุญَّุฉُ ุญُُِْููู (ุฅِْู) ุงูุดَّุฑْุทَِّูุฉِ ู َุญَََّููุง، ََِููู ุฃُู ُّ ุงูุจَุงุจِ.
Tanda bahwasanya amil jazm itu menjazmkan dua fiil adalah bolehnya amil jazm itu diganti dengan ุฅِْู syartiyah.
ََِููู ุฃُู ُّ ุงูุจَุงุจ
Maka ini adalah inti dari bab ini.
Artinya contoh-contoh yang kita berikan tadi,
๐ ciri-ciri kalo dia bisa menjazmkan dua fiil adalah kita bisa menggantinya dengan huruf ุฅِْู semua.
Misalnya tadi,
ร๐ ََْูููู َุง ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
Ini bisa digantikan menjadi
ร๐ ุฅِْู ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
Ini adalah tambahan faidah saja.
5⃣. Kemudian yang kelima
ูฅู ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ِูุนُْู ุงูุดَّุฑْุทِ ِูุนًْูุง ู َุงุถًِูุง، َูุฅَُِّูู َُُْูููู ู َุจًِّْููุง ِูู ู َุญَِّู ุฌَุฒْู ٍ،
Apabila ada fi'il syarat, fi'il syaratnya itu fi'il madhi , maka dia dimabniykan dalam kedudukan jazm. Contohnya
َูุญُْู :{َูุฅِْู ุนُุฏุชُّู ْ ุนُุฏَْูุง}.
"Maka jika kalian kembali, ุนُุฏَْูุง kami juga kembali"
ร๐นุฅِْู Disini, setelahnya itu fi'il madhi dua-duanya ุนُุฏุชُّู ْ dan ุนُุฏَْูุง. Kalau kasus seperti ini, kita katakan disini fi'il madhi nya itu mabniy ِูู ู َุญَِّู ุฌَุฒْู ٍ، .
Thoyyib. Barangkali cukup untuk mukhotobnya, bagannya, dan juga irabnya, bisa dipelajari sendiri, ini in syaa Allah mudah.
Cukup sampai disini, semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู ูุจุญู ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
--------------------------------------
๐ง Pengisi Materi :: Ustadz Abu Razin
๐ Dars 28 :: Aamil Jazm : Yang Menjazmkan 2 Fi'il
⌛ Durasi audio :: 26.07 menit
---------------------------------------
ุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุงูู ู ุตุญุจู ูู ู ูุงูุงู, ุฃู ุง ุจุนุฏ.
Alhamdulillah kita lanjutkan kembali pelajaran kita, masih di pembahasan tentang amil jazm, dan ini adalah penjelasan lanjutan yang ke 2
ุซَุงًِููุง : ู َุง َูุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู :
Alhamdulillaah kita sudah bahas amil jazm yang menjazmkan 1 fiil saja. Seperti
َูู ْ َูุฐَْูุจَ ุฅูู ุงูู َุฏْุฑَุณَุฉِ
Cuma satu fiil saja yang di jazmkan, yaitu َูุฐَْูุจَ saja. Nah sekarang kita akan belajar amil jazm yang menjazmkan 2 fi'il sekaligus. Jadi bukan cuma satu.
ุงِูุฃََُّูู ُูุณَู َّู ِูุนَْู ุงูุดَّุฑْุทِ ، َูุงูุซَุงِْูู ُูุณَู َّู ุฌََูุงุจَ ุงูุดَّุฑْุทِ َูุฌَุฒَุงุกَُู.
๐นYang pertama disebut sebagai fi'il syarat, dan
๐นYang kedua disebut sebagai fi'il jawab syarat.
ร ุฌََูุงุจَ = itu jawaban
ร ุฌَุฒَุงุก = balasan.
Jadi amil jazm yang kedua ini menjazmkan dua fiil. Fiil yang pertama disebut sebagai fi'il syarat nya, artinya kalo fi'il ini terjadi (kalo fi'il ini dilakukan) maka akan menjadi fi'il yang kedua. Jadi ini yang disebut fi'il syarat dan jawab syarat.
ََููุฐِِู ุงِูุฃَ ุฏََูุงุชُ َِูู :
Dan amil-amil jazm yang menjazmkan dua fiil ini, yaitu:
ุฅِْู ، َูู َุง ، َูู َْู ، َูู َْูู َุง ، َูุฅِุถْู َุง ، َูุฃٌَّู ، َูู َุชَู ، َูุฃََّูุงَู ، َูุฃََْูู ، َูุฃََّูู ، َูุญَْูุซُู َุง
، (ุฅِْู) َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนََูู : (ุฅِْู َูุดَุฃْ ُูุฐِْูุจُْูู ْ) (ูก)
1⃣. Ini contoh yang pertama,
๐ร ุฅِْู artinya jika,
๐ร ุฅِْู َูุดَุฃْ jika ia berkehendak,
๐ร ُูุฐِْูุจُْูู ْ ia akan membuatnya pergi dari kalian.
Ini dalam surat an-Nisa ayat 133
Perhatikan disini ada 2 fi'il yang jazm, yang pertama َูุดَุฃْ, yang kedua ُูุฐِْูุจْ
๐ini kan asalnya َูุดَุฃُ ُูุฐِْูุจُُูู ْ, ketika ada ุฅِْู nya
๐menjadi ุฅِْู َูุดَุฃْ majzum. ُูุฐِْูุจُْูู ْ ba'nya sukun, karena majzum juga.
2⃣. Kemudian yang ke 2 ู َุง
َู (ู َุง) َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู : ( َูู َุง ุชَْูุนَُْููุง ู ِْู ุฎَْูุฑِ َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู )
Ini ู َุง artinya "apa"
Contohnya dalam firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
(َูู َุง ุชَْูุนَُْููุง ู ِْู ุฎَْูุฑِ َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู)(ูข)
"Dan apapun kebaikan yang kamu lakukan, niscaya Allah pasti mengetahuinya".
Maka disini kita lihat asalnya ุชَْูุนََُْููู ketika ada َู َุง, yang merupakan amil jazm disini, jadi majzum dia dengan membuang nun.
ร๐ Asalnya ุชَْูุนََُْููู ,Dibuang nun nya
jadi ร๐ َูู َุง ุชَْูุนَُْููุง
Kemudian fi'il yang kedua yang di jazm kan
adalah َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู ,
ร๐ asalnya َูุนَْูู ُُู ุงَُّููู, karena dia menjadi jawabannya, jawab syarat, maka dia disukunkan َูุนَْูู ُْู ุงَُّููู. Ini yang dimaksud dengan huruf syarat dan jawabnya.
ร๐ ุชَْูุนَُْููุง disini disebut sebagai fi'il syarat. Apapun perbuatan kebaikan yang kita lakukan, apa yang akan terjadi kalo kita melakukan kebaikan ?
ร๐ َูุนَْูู ُْู ุงَّููู , ini jawaban nya "Pasti Allah akan mengetahuinya".
Ini dalam surat al-Baqoroh ayat 197.
3⃣. Kemudian amil yang ke 3, yang menjazmkan dua fiil, yaitu ู َْู yang artinya "siapa"
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนََูู : ( َูู َْู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَْู َُูู ู َุฎْุฑَุฌًุง )(ูฃ)
"Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar".
๐น Disini fi'il syarat nya adalah َูุชَِّู .
Asalnya kan ุงِุชََّูู - َูุชَِّْูู
Ini termasuk fi'il mudhari yang diakhiri huruf ilat ู
Ketika dia diawali oleh isim ู َْู. ู َْู disini adalah isim, bukan huruf.
Makannya istilahkan adalah ุฃَุฏََูุงุช, ุฃَุฏَูุงุช itu digunakan untuk istilah yang lebih umum. Kalo kita bilang huruf, inikan nanti gak bisa, karena ู َْู ini isim, tapi kalo ุฃَุฏَูุงุช itu bisa isim bisa huruf.
๐ Makannya istilah yang digunakan dari tadi ุฃَุฏَูุงุช. Nah kalo ุฃَุฏَูุงุช itu bisa isim bisa huruf.
Jadi َูุชَِّู ini majzum dengan membuang huruf ilat.
Asalnya➡ َูุชَِّْูู
Menjadi➡ َูุชَِّู
๐น Kemudian fi'il jawab syarat nya adalah
Asalnya➡ َูุฌْุนَُู kalo marfu. Karena dia menjadi fi'il jawab, maka dia majzum juga
Menjadi➡ َูุฌْุนَْู
Ini dalam surat at- Tholaq ayat 2.
4⃣. Kemudian yang ke 4 ู َุญْู َุง
َู (ู َุญْู َุง) َูุญُْู ََِْูููู : ู َْูู َุง ُูุญَุงِِูู ุงูู ُุจْุทَُِْููู ุทَู ْุณَ ุงูุญََِْูููุฉِ ุชَุธَْูุฑْ ،
ร๐น ู َْูู َุง ini "bagaimanapun". Contohnya
Perkataanmu,
ู َْูู َุง ُูุญَุงِِูู ุงูู ُุจْุทَُِْููู ุทَู ْุณَ ุงูุญََِْูููุฉِ ุชَุธَْูุฑْ ،
"Bagaimanapun seorang pelaku kebathilan berusaha (ُูุญَุงِِูู itu artinya berusaha), ุทَู ْุณَ ุงูุญََِْูููุฉِ menyembunyikan atau menghapus hakikat atau realita atau fakta, ุชَุธَْูุฑ ia pasti akan tampak".
Jadi " Bagaimanapun seorang pelaku kebathilan berusaha untuk menghapus hakikat (menghapus kenyataan) ia pasti akan tampak".
Ini yang dijazmkan adalah ُูุญَุงِِูู
๐Asalnya ُูุญَุงُِูู , menjadi sukun, majzum
๐Menjadi ู َْูู َุง ُูุญَุงِْูู ,
kenapa disini kasrah? Ini ِูุงูุชَِّูุงุกِ ุณَุงَِْูููู karena bertemunya 2 sukun. Biar bisa dibaca washal makanya jadinya kasrah. ู َْูู َุง ُูุญَุงِْูู
๐นKemudian fi'il yang kedua yang dijazmkan adalah ุชَุธَْูุฑْ sebagai jawab syarat, jadi bagaimanapun seorang pelaku kebathilan berusaha menyembunyikan (berusaha mengahapus) kenyataan, dia pasti tetap akan tampak.
Ini mungkin versi arabnya dari
" Sepandai-pandainya kita menimbun bangkai, akan tercium juga". Padanannya mungkin seperti ini
5⃣. Kemudian yang ke 5 ุฅِุฐْู َุง
َู (ุฅِุฐْู َุง) َูุญُْู ََِْูููู : ุฅุฐْู َุง ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
ร๐น ุฅِุฐْู َุง ini "kapanpun", atau "bagaimanpun", atau "jika"
ุฅุฐْู َุง ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
"Apabila kamu berdiri, saya berdiri".
Misalnya ini kita nge-fans sama seseorang, terus kita bilang, "bila kamu berdiri saya juga berdiri", saking nge-fansnya sama dia.
6⃣. Kemudian ุฃٌَّู
َู (ุฃٌَّู) َูุญُْู ََِْูููู : ุฃَُّู ุทَุงِูุจٍ َูุฌْุชَِูุฏْ َูุชََูุฏَّู ْ.
ร๐นุฃٌَّู ini ciri khasnya setelah ุฃَُّู itu harus ada mudhaf ilah nya. ุฃٌَّู itu "yang mana"
ุฃَُّู ุทَุงِูุจٍ َูุฌْุชَِูุฏْ
"Siswa mana saja yang bersungguh-sungguh, ia pasti akan maju (berhasil)". َูุชََูุฏَّู ْ itu artinya maju.
Yang jadi contoh disini َูุฌْุชَِูุฏْ
ุฃَُّู ุทَุงِูุจٍ َูุฌْุชَِูุฏ
Kalo ada siswa yang َูุฌْุชَِูุฏْ (sungguh-sungguh),
apa hasilnya? َูุชََูุฏَّู ْ Maka dia akan maju.
7⃣. Kemudian selanjutnya ู َุชَู
َู ( *ู َุชَู* ) َูุญُْู َََِูููู :
ร๐น ู َุชَู ini jelas artinya "kapan", contohnya perkataanmu :
ู َุชَู َูุตُْูุญْ َْููุจَُู ุชَุตُْูุญْ ุฌََูุงุฑِุญَُู.
"Kapanpun benar hatimu (sholih hatimu), maka sholih pula (benar pula) perbuatan fisikmu".
๐ท Jadi kalo hati kita benar, maka in syaa Allah, lisan kita, tangan kita, kaki kita juga benar. Ini contoh yang sangat bagus, dan merupakan nasihat bagi kita.
Yang jadi contoh disini adalah َูุตُْูุญْ yaitu ู َุชَู َูุตُْูุญْ
Maka ุชَุตُْูุญْ ุฌََูุงุฑِุญَُู.
๐Ini َูุตُْูุญْ adalah fi'il syarat,
๐dan ุชَุตُْูุญْ (yang kedua) ini adalah jawab syarat.
Thoyyib
8⃣. Kemudian ุงََّูุงَู
َู ( *ุงََّูุงَู* ) َูุญُْู َََِูููู :
ร๐น *ุงََّูุงَู* ini "kapan"
ุงََّูุงَู ุชُุทِุนِ ุงَّٰููู ُูุนَِْูู
"Kapanpun engkau menta'ati Allah, ُูุนَِْูู Allah akan menolongmu".
Dari kata ุฃุนَุงَู - ُูุนُِْูู = menolong
Jadi asalnya ุชُุทِุนْ , dibaca kasrah karena
ِูุงูุชَِّูุงุกِ ุณَุงَِِْูููู
bertemu nya dua sukun
Kemudian ُูุนَِْูู,
➡ asalnya ُูุนَُِْููู kemudian karena dia menjadi fi'il jawab syarat, menjadi majzum,
➡menjadi ُูุนَِْูู
9⃣. Kemudian selanjutnya, amil jazm yang menjazmkan dua fiil, ุงََْูู artinya dimana
َู ( *ุงََْูู* ) َูุญُْู َِِูููู ุชَุนَุงَูู :
( *ุฃََْููู َุง ุชَُُููููุง ُูุฏْุฑُِّْููู ُ ุงูู َูุชُ* ) (ูค)،
Ini dalam surat an-Nisa ayat 78
" Dimanapun kamu berada, kematian pasti akan mendapatimu".
๐Ini yang jadi contoh, asalnya ุชَُُููููุงَู dibuang nun nya,
๐kemudian ُูุฏْุฑُِّْููู ُ asalnya ُูุฏْุฑُُِููู ُ, kemudian jadi sukun ُูุฏْุฑُِّْููู ُ
๐ Kemudian
َู ( *ุฃََّูู* ) َูุญُْู : ุฃََّูู َูุฌِْูุณِ ุงูุนَุงِูู ُ ُูุญْุชَุฑَู ْ،
๐Anna *ุฃََّูู* artinya "dimanapun",
ุฃََّูู َูุฌِْูุณِ ุงูุนَุงِูู ُ ُูุญْุชَุฑَู ْ،
"Dimanapun seorang alim itu duduk, dia pasti dihormati".
Ini juga merupakan nasehat, bahwasannya orang yang memiliki ilmu itu, pasti memiliki kedudukan yang berbeda dengan orang yang jahil.
Sebagaimana dalam ayat al-Qur'an,
... َูุฑَْูุนِ ุงَُّููู ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ู ُِْููู ْ َูุงَّูุฐَِูู ุฃُูุชُูุง ุงْูุนِْูู َ ุฏَุฑَุฌَุงุชٍ ...
[Surat Al-Mujadilah 11]
1⃣1⃣. Kemudian ุญَْูุซُู َุง
َู ( *ุญَْูุซُู َุง* ) َูุญُْู : ุญَْูุซُู َุง ุชَุณْุชَِูู ْ ุชُِْููุญْ.
๐Ini *ุญَْูุซُู َุง* sama artinya "kapanpun"
ุญَْูุซُู َุง ุชَุณْุชَِูู ْ ุชُِْููุญْ.
"Kapanpun engkau istiqomah", kenapa kalo istiqomah? ุชُِْููุญْ "engkau akan beruntung"
َูุฐََูุฑَ ุงูู ُุตَُِูู ِูู ุงูุฌََูุงุฒِู ِ ( *ََْูููู َุง* ) َูุญُู :ََูููู َุง ุชَْูุนَْู ุฃَْูุนَْู، ุชَุจْุนًุง َُِِِّْูููููููู.
๐ถ. Dan Mushonnif menyebutkan pula dalam amil jazm itu ََْูููู َุง , misalkan artinya "bagaimana"
َูุญُู :ََูููู َุง ุชَْูุนَْู ุฃَْูุนَ
"Bagaimanapun kamu berbuat, saya akan berbuat".
ุชَุจْุนًุง َُِِِّْูููููููู.
Ini Mengikuti pendapat ulama Kuffah
Kalo kita mempelajari ilmu nahwu, Ada 2 daerah yang terkenal di zaman dulu yang mempopulerkan ilmu nahwu ini, mereka sering berselisih pendapat dalam beberapa masalah nahwu.
๐Jadi kalo ada pernyataan
ุชَุจْุนًุง َُِِِّْูููููููู.
Mengikuti pendapat ulama Kuffah, Ini merupakan isyarat bahwasannya ulama Bashrah tidak menganggap ََูููู َุง ini sebagai huruf jazm.
ََููุฏْ ُูุฌْุฒَู ُ ุจِ( *ุฅِุฐَุง* ) ِูู ุถَุฑُูุฑَุฉِ ุงูุดِّุนْุฑِ، َูุญُْู َِููู ุงูุดَّุงุนِุฑِ(ูฅ) :
َูุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู
Dan terkadang ุฅِุฐَุง digunakan juga untuk menjazmkan dua fiil, ุถَุฑُูุฑَุฉِ ุงูุดِّุนْุฑ pada syair darurat.
๐Jadi kalo kita belajar nanti
ilmu 'arudh (ุนูู ุงูุนุฑูุถ) ilmu tentang syair-syair bahasa arab. Di syair bahasa arab itu ada kaidah, terkadang untuk mengejar kesamaan bunyi *"boleh kita merubah sedikit (boleh langgar sedikit) hukum-hukum nahwu"* . Ini yang disebut ุถَุฑُْูุฑَุฉُ ุงูุดِّุนْุฑِ , darurat Syiir, jadi karena kita mengejar rima nya yang bagus atau bunyi nya yang sama, ini boleh sedikit-sedikit dilanggar kaidah nahwunya
َูุญُْู َِููู ุงูุดَّุงุนِุฑِ(ูฅ) :
Contohnya perkataan seorang penyair
َู ุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู.
Dan ุฎَุตَุงุตَุฉٌ itu keadaan yang miskin.
"Dan apabila kemiskinan menimpamu, maka tetaplah bersikap bagus (bersikap baik)".
_____________________________
๐๐ฃ
Ini ada catatan kakinya
(ูฅ) ุงูุจَْูุชُ ِูุนَุจْุฏِ ุงَْูููุณِ،
Ba'it ini dikarang oleh Abdul Qois
َูุตَุฏْุฑَُู : َูุงุณْุชَุบِْู ู َุง ุฃَุบَْูุงَู ุฑَุจَُّู ุจِุงูุบَِูู.
"Dan mintalah kekayaan,
ู َุง ุฃَุบَْูุงَู ุฑَุจَُّู ุจِุงูุบَِูู
tidaklah tuhanmu menjadikan kamu kaya dengan kekayaan".
______________________
ุงูุดَّุงِูุฏُ ِِْููู :
๐ถ. Yang menjadi pembahasan kita adalah ุฅِุฐَุง, yaitu dalam kalimat
َู ุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู.
Lihat ุชُุตِุจَْู disini, majzum dia.
๐ Asalnya kan ุฃุตَุงุจَ - ُูุตِْูุจُ - ุชُุตِْูุจُ
Tapi karena ุฅِุฐَุง nya disini, dianggap sebagai amil jazm, maka dia di jazm kan ุชُุตِุจَْู
(ุฅِุฐَุง) ุญَْูุซُ ุฌَุฒَู َุชْ ِูู ุถَุฑُْูุฑَุฉِ ุงูุดِّุนْุฑِ ุชُุตِุจَْู
๐น Idza (ุฅِุฐَุง)disini menjazmkankan karena darurot syair ุชُุตِุจَْู
َู ู َุนَْูู ุงูุฎَุตَุงุตَุฉُ : ุงَْูููุฑُ
Dan makna ุงูุฎَุตَุงุตَุฉُ adalah ุงَْูููุฑُ, artinya ุงูุฎَุตَุงุตَุฉُ adalah ุงَْูููุฑُ (kefakiran)
َู ุชَุฌَู َِّู : ุฃَْู : َูุง ุชَุธَْูุฑُ ุนََูู َْููุณَِู ุงูุฐَِّู َูุงูู َุณََْููุฉُ.
Dan arti dari ุชَุฌَู َِّู,
"Jangan kau tampakkan atas dirimu ุงูุฐَِّู (kehinaan) dan kemiskinan".
Jadi ini merupakan nasihat yang indah dari Abdul Qois,
Yang pertama Kita harus merasa cukup. ุงุณْุชَุบِْู ini merasa cukup. Karena yang membuat kita kaya itu bukan cuma masalah kekayaan harta.
Kemudian beliau menasehati
َู ุฅِุฐَุง ุชُุตِุจَْู ุฎَุตَุงุตَุฉٌ َูุชَุฌَู َِّู.
"Dan apabila engkau ditimpa kefaqiran, maka tetaplah bersikap baik" artinya jangan menampakkan kehinaan dan pula kemiskinan.
--------------------------
* ََููุงุฆِุฏُ َู ุชَْูุจَِْููุงุชٌ :
Faedah-faedah dan catatan-catatan tambahan :
ูก- َูุงَู ุงุจُْู ِูุดَุงู ِ : َูู ْ : ุญَุฑُْู ุฌَุฒْู ٍ َِِْูููู ุงูู ُุถَุงุฑِุนِ َََูููุจَُู ู َุงุถًِูุง،
1⃣. Lam merupakan huruf jazm, yang menafikan fi'il mudhari dan ia membaliknya menjadi fi'il madhi.
Ini kan tadi, ketika dijelaskan َูู ْ itu adalah
ุญَุฑُْู ٍَِููู َู ุฌَุฒْู ٍ َู َْููุจٍ
Disini dijelaskan apa yang dimaksud dengan qolbin ( َْููุจٍ)
ุชَُُْููู : ( َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ)
Engkau mengatakan " Zaid sedang berdiri"
ََُُْููููู ุงِููุนُْู ู َุฑُْْููุนًุง ِูุฎُُِِููู ุนَِู ุงَّููุงุตِุจِ َู ุงูุฌَุงุฒِู ِ،
Maka fiil mudhari dalam kalimat َُْูููู ُ ุฒَْูุฏٌ marfu' , kenapa?
ِูุฎُُِِููู ุนَِู ุงَّููุงุตِุจِ َู ุงูุฌَุงุฒِู
Karena ia terbebas dari penashab dan penjazm
َู ู ُุญْุชَู ًَูุง ِْููุญَุงِู َูุงูุงِุณْุชِْูุจَุงِู،
Dan kalimat ٌَُْูููู ُ ุฒَْูุฏ ini, masih ada kemungkinan maknanya ِْููุญَุงِู (yang sedang berlangsung), َูุงูุงِุณْุชِْูุจَุงِู dan juga yang akan datang.
َูุฅِุฐَุง ุฏَุฎََูุชْ ุนََِْููู (َูู ْ)
Maka apabila ٌَُْูููู ُ ุฒَْูุฏ ini kemasukkan َูู ْ
ุฌَุฒَู َุชُْู َู ََููุจَุชُْู ุฅَِูู ู َุนَْูู ุงูู َุถِِู
Maka َูู ْ nya ini menjazmkan َُْูููู ُ , dan membaliknya kepada makna fiil madhi.
๐น Jadi dengan adanya َูู ْ disini, َูู ْ َُููู ْ ุฒَْูุฏ "Zaid tidak berdiri"
Apakah si Zaid berdiri? Tidak, jadi ini belum terjadi (madhi). Jadi Ini yang dimaksud dengan huruf Qolb
ูกู. ุดَุฑْุญُ ุดُุฐُْูุฑُ ุงูุฐََّูุจِ ุต (ูขูค).
Lihat syarah syudzuru dzahab halaman 24.
2⃣ Kemudian faidah yang ke-dua.
ูข- (َูู َّุง) ุงูุฏَّุงุฎَِูุฉُ ุนََูู ุงِููุนِْู ุงูู َุงุถِู َْููุณَุชْ َูุงَِููุฉً ุฌَุงุฒِู َุฉً، َู ุฅَِّูู َุง َِูู ุธَุฑٌْู ุจِู َุนَْูู ุญَِْูู ุนََูู ุงูู َุดُْْููุฑِ، َู ุญَุฑُْู ุดَุฑْุทٍ ุนِْูุฏَ ุณِْูุจََِْููู،
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู : { ََููู َّุง َูุฌَّุงُูู ْ ุฅَِูู ุงูุจَุฑِّ ุฃَุนْุฑَุถْุชُู ْ}.
๐น Lamma َูู َّุง yang masuk kepada fiil madhi bukanlah َูู َّุง yang menafikkan tidak pula menjazmkan. Jadi َูู َّุง yang di maksudkan dalam pembahasan disini adalah َูู َّุง yang masuk ke fiil mudhari. Tapi kalo ada َูู َّุง yang masuk kepada fiil madhi, maka َูู َّุง yang itu bukanlah huruf jazm.
َู ุฅَِّูู َุง َِูู ุธَุฑٌْู
Tapi dia itu adalah dzorof, dengan makna ุญَِْูู "ketika" atas pendapat yang mahsyur.
َู ุญَุฑُْู ุดَุฑْุทٍ ุนِْูุฏَ ุณِْูุจََูู
Atau dia adalah huruf syarat menurut Sibawaih. Sibawaih ini termasuk orang yang alim, yang sangat disegani dalam ilmu nahwu.
َูุญُْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู :
Contohnya adalah firman Allah Subhanahu wa ta'ala
{ ََููู َّุง َูุฌَّุงُูู ْ ุฅَِูู ุงูุจَุฑِّ ุฃَุนْุฑَุถْุชُู ْ}.
"Maka tatkala kami telah menyelamatkan kalian ke daratan, ุฃَุนْุฑَุถْุชُู ْ kalian berpaling"
Jadi َูู َّุง disini َูุฌَّุงُูู ْ ini kan setelah َูู َّุง , fiil madhi
َูุฌَّุง - ููุฌِّู
๐น jadi َูู َّุง disini bukan َูู َّุง huruf jazm, tapi َูู َّุง dzorof yang artinya ุญَِْูู "ketika".
ََููู َّุง َูุฌَّุงُูู ْ
Jadi artinya bukannya "belum" ❌
tetapi "ketika" ✅
Jadi ini tambahan saja.
ُْููุธَุฑُ ุดَุฑْุญُ ุงَููุทْุฑِ ุต (ูฅูฅ)، َู ุงَّููุญُْู ุงَููุงِูู ( ูค/ ูคูขู ).
Silahkan dilihat di syarah Qothrun nada halaman 65. Dan juga an-Nahwul waafi jilid 4 halaman 420.
3⃣. Faidah yang ketiga
= ูฃู َูุงَู ุงุจُْู ุงูุญَุงุฌِ :
Berkata Ibnul Haaj
ู َุง َูุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู ุฃَْู : ุฃَุตَุงَูุฉً،
Yang menjazmkan dua fiil artinya ini hukum asalnya.
َูุฅَِّูุง ََููุฏْ َُُْูููู ุงูุฌََูุงุจُ ุบَْูุฑَ ِูุนٍْู،
Dan jika tidak, maka terkadang jawabnya itu bukanlah fiil.
َูุงูุฌََูุงุจِ ุจِู(َูู َุง َูุญُْู) ู ِْู َِِْูููู ุชَุนَุงَูู {ู َْูู َุง ุชَุฃْุชَِูุง ุจِِู ู ِْู ุขَูุฉٍ ِّูุชَุณْุญَุฑََูุง ุจَِูุง َูู َุง َูุญُْู ََูู ุจِู ُุคْู َِِْููู}،
๐นPerhatikan disini, kalau tadikan kita membahas menjazmkan dua fiil, Tapi nanti ada juga kalimat yang fiil pertama memang menujukkan bahwa dia itu di jazmkan.
Seperti dalam ayat ini ู َْูู َุง ุชَุฃْุชَِูุง
๐ Asalnya ุชَุฃْุชَِْูู ada ู nya, kemudian karena ada ู َْูู َุง disini, jadi dibuang. Tapi gak mesti jawab syarat nya itu harus fiil, terkadang ada yang jawab syarat nya itu bukan fiil. Seperti dalam ayat ini,
๐ Kalimat syarat nya adalah
ู َْูู َุง ุชَุฃْุชَِูุง ุจِِู ู ِْู ุขَูุฉٍ ِّูุชَุณْุญَุฑََูุง ุจَِูุง
๐ Adapun jawab syaratnya
َูู َุง َูุญُْู ََูู ุจِู ُุคْู َِِْููู
Lihat, َูู َุง َูุญُْู disini tidak ada fiil nya.
Ini menujukkan bahwa tidak mesti, kalo kita menggunakan amil jazm yang menjazmkan dua fiil, itu harus ada fiil syarat dan ada fiil jawab.
Bisa jadi fiilnya fiil syarat tapi jawabannya bukan fiil, melainkan isim seperti ini, atau disini huruf, ู َุง َูุญُْู disini ู َุง nya adalah ู َุง nafiyah. Thoyyib
َُููุคْุชَู ุจِู(َูุงุกٍ) ِูู ุงูุฌََูุงุจِ ุชُุณَู َّู ุฑَุงุจِุทَุฉً ِูุฌََูุงุจِ ุงูุดَّุฑْุทِ
Maka didatangkan dengan ู pada jawaban nya dinamakan sebagai ุฑَุงุจِุทَุฉً (pengikat) ِูุฌََูุงุจِ ุงูุดَّุฑْุทِ sebagai jawab syarat.
ุงูู ุญَุงุดَِูุฉُ ุงุจِْู ุงูุญَุงุฌِ ุต (ูฆูก).
Lihat Hasyiat Ibnul Haj halaman 61
4⃣. Kemudian faidah yang ke empat
ูคู ุนََูุงู َุฉُ ุฃَุฏََูุงุชِ ุงูุดَّุฑْุทِ ุงَّูุชِู ุชَุฌْุฒِู ُ ِูุนَِْْููู ุตِุญَّุฉُ ุญُُِْููู (ุฅِْู) ุงูุดَّุฑْุทَِّูุฉِ ู َุญَََّููุง، ََِููู ุฃُู ُّ ุงูุจَุงุจِ.
Tanda bahwasanya amil jazm itu menjazmkan dua fiil adalah bolehnya amil jazm itu diganti dengan ุฅِْู syartiyah.
ََِููู ุฃُู ُّ ุงูุจَุงุจ
Maka ini adalah inti dari bab ini.
Artinya contoh-contoh yang kita berikan tadi,
๐ ciri-ciri kalo dia bisa menjazmkan dua fiil adalah kita bisa menggantinya dengan huruf ุฅِْู semua.
Misalnya tadi,
ร๐ ََْูููู َุง ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
Ini bisa digantikan menjadi
ร๐ ุฅِْู ุชَُูู ْ ุฃَُูู ْ
Ini adalah tambahan faidah saja.
5⃣. Kemudian yang kelima
ูฅู ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ِูุนُْู ุงูุดَّุฑْุทِ ِูุนًْูุง ู َุงุถًِูุง، َูุฅَُِّูู َُُْูููู ู َุจًِّْููุง ِูู ู َุญَِّู ุฌَุฒْู ٍ،
Apabila ada fi'il syarat, fi'il syaratnya itu fi'il madhi , maka dia dimabniykan dalam kedudukan jazm. Contohnya
َูุญُْู :{َูุฅِْู ุนُุฏุชُّู ْ ุนُุฏَْูุง}.
"Maka jika kalian kembali, ุนُุฏَْูุง kami juga kembali"
ร๐นุฅِْู Disini, setelahnya itu fi'il madhi dua-duanya ุนُุฏุชُّู ْ dan ุนُุฏَْูุง. Kalau kasus seperti ini, kita katakan disini fi'il madhi nya itu mabniy ِูู ู َุญَِّู ุฌَุฒْู ٍ، .
Thoyyib. Barangkali cukup untuk mukhotobnya, bagannya, dan juga irabnya, bisa dipelajari sendiri, ini in syaa Allah mudah.
Cukup sampai disini, semoga bermanfaat.
ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุงููٓ ูุตุญุจู ูุณูู
ุณุจุญุงูู ุงูููู ูุจุญู ุฏู، ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช، ุฃุณุชุบูุฑู ูุฃุชูุจ ุฅููู
ูุงูุณูุงู ุนูููู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
--------------------------------------
Langganan:
Postingan (Atom)